Jika kita mengunjungi Propinsi Jawa Tengah, kita bisa mampir ke Lokasi Candi Borobudur yang merupakan candi Budha terbesar di Dunia yang terletak di Desa Borobudur, kabupaten Magelang, Propinsi Jawa Tengah, Indonesia.


Candi Borobudur pada hakekatnya merupakan sebuah Stupa raksasa , yang bila dilihat dari atas akan membentuk pola sebuah mandala besar.

Mandala adalah pola rumit yang tersusun atas bujursangkar dan lingkaran konsentris yang melambangkan kosmos atau alam semesta.

candi-borobudur-di-yogyakarta

Candi dengan bentuk stupa yang didirikan oleh wangsa Syailendra 800 Masehi ini memiliki seni pahatan relief candi yang realistis, dengan objek yang memiliki kedalaman 3 dimensi dan tak berulang.

Relief yang terpahat di dinding batuan menampilkan urutan cerita yang runut dan sarat makna. Relief menampilkan adegan-adegan kehidupan manusia di alam ini. Dinding-dinding Candi Borobudur dikelilingi oleh gambar-gambar atau relief yang merupakan satu rangkaian cerita yang terususun dalam 1.460 panel. Arsitektur dan bangunan batu candi ini sungguh tiada bandingannya. Candi ini dibangun tanpa menggunakan semen.

Strukturnya seperti sebuah kesatuan deretan lego yang saling mengukuhkan dan dibuat bersamaan tanpa lem sedikitpun.

borobudurputeri-1_jpg

Relief-relief ini membentuk satu cerita tersendiri. Cara membacanya, mulailah berjalan di lorong se arah jarum jam. Cara ini disebut sebagai mapradaksina (bahasa Jawa kuno), Kemudian cobalah pula membaca relief dengan berlawanan arh jarum jam atau dinamakan cara membaca prasawiya atau berlawanan arah dengan arah jarum jam.

Candi Borobudur masih aktif digunakan oleh umat Budha sebagai tempat ziarah keagamaan dan untuk memperingati hari besar keagamaan seperti Trisuci Waisak.

Rute menuju  Kawasan Wisata Candi Borobudur, bisa ditempuh dari beberapa jalur.
Misalkan dari arah selatan Kota Yogyakarta. kita menuju Kota Muntilan, lalu belok kiri tepat di pertigaan Muntilan.
Kemudian arah ke Candi Borobudur juga bisa di tempuh dari arah utara atau dari Kota Semarang. Dari Kota Semarang kita menuju Kota kecil Bawen lalu melawati Kota Ambarawa.

Belanja Souvenir

Tidak jauh setelah Anda meninggalkan Candi Borobudur, sudah ada pedagang yang menjajakan barang dagangannya meskipun tempat itu bukan tempat yang resmi untuk berjualan souvenir. Cendera mata yang dijual adalah hasil kerajinan tangan daerah setempat seperti hiasan patung, replika Candi Borobudur ataupun Prambanan, tas batik, kaos oblong, pernak-pernik berupa gelang, kalung, ikat rambut, dan lain-lain. Barang-barang tersebut dijual dengan harga sangat bervariasi. Misalnya, untuk sebuah hiasan replika Candi Borobudur seharga Rp.20.000,- tetapi dengan kemampuan tawar-menawar maka Anda akan mendapatkan harga yang wajar.

Untuk berwisata dengan santai yang juga sekaligus sambil berolah-raga, pertama kita bisa berjalan kaki dari loket pintu masuk menuju ke kompleks candi Borobudur.

borobudurputeri-9_jpg

Lumayanlah dengan berjalan kaki serta menghirup udara yang masih segar.
Cadi Borobudur ini dibangun di lokasi bekar danau purba. Jadi dengan bentuk mandala yang juga bisa dirupakan bunga teratai, candi ini ibarat Bunga Teratai di atas Danau, mungkin begitu pikir Rakyran Gunadharma sang arsitek candi Borobudur pada tahun 800 masehi pada jaman wangsa Syailendra ini.

Setelah sampai di lokasi Candi Borobudur maka kita bisa berjalan mengelilingi dasar cadi Borobudur yang bernama teras Kamadhatu seluas 123 meter kali 123 meter untuk alas dasar bujung sangkar candi.

borobudurputeri-4_jpg

Dengan jalan kaki berkeliling ini pasti akan membakar kalori dan lemak tubuh kita.
Kemudian lanjutkan dengan naik tingkat berikutnya yakni di teras Rupadhatu, melambangkan manusia yang telah dapat membebaskan diri dari nafsu namun masih terikat rupa dan bentuk.

Di teras ini kita bisa berjalan santai sambil keliling dan melihat lihat relief sebagai ‘bioskop’ tiga dimensi peninggalan masa lalu.

Tak terasa keringat pun bercucuran, karena kita telah berhasil berolah raga sambil berwisata.

Masih punya energi ? maka lanjutkan berjalan naik ke teras Arupadhatu, Melambangkan manusia yang telah terbebas dari nafsu, rupa, dan bentuk.

Candi Budha ini memiliki 1460 relief dan 504 stupa Budha di kompleksnya.
Enam tingkat paling bawah berbentuk bujur sangkar dan tiga tingkat di atasnya berbentuk lingkaran dan satu tingkat tertinggi yang berupa stupa Budha yang menghadap ke arah barat.

Setiap tingkatan melambangkan tahapan kehidupan manusia, sesuai kepercayaan Budha Mahayana.
Setiap tingkatan memiliki relief-relief yang akan terbaca secara runtut berjalan searah jarum jam (arah kiri dari pintu masuk candi).

Pada reliefnya Borobudur bercerita tentang suatu kisah yang sangat melegenda, bermacam-macam isi ceritanya, antara lain ada relief-relief tentang wiracarita Ramayana, ada pula relief yang menggambarkan kondisi masyarakat saat itu. Misalnya, relief tentang aktivitas petani yang mencerminkan tentang kemajuan sistem pertanian saat itu.

Bagi anda yang akan berkunjung ke Candi Borobudur berikut informasi daftar harga tiket masuk Candi Borobudur.

borobudurputeri-5_jpg

Daftar Harga Tiket Masuk Candi Borobudur :
Harga Tiket Masuk Candi Borobudur Hari Biasa/Hari Libur/Sabtu & Minggu untuk wisatawan Nusantara/Domestik
1. Wisatawan Nusantara umur 6 tahun ke atas per orang untuk setiap kali masuk dikenakan biaya tiket Rp. 30.000,-
2. Wisatawan Nusantara Anak-anak umur Dibawah 6 tahun per orang/rombongan pelajar/mahasiswa untuk setiap kali masuk dikenakan biaya tiket Rp. 12.500,-
Harga Tiket Masuk Candi Borobudur Hari Biasa/HariLibur/Sabtu & Minggu untuk Wisatawan Mancanegara
1. Wisatawan Mancanegara umum umur 6 tahun ke atas membayar $20.
2. Wisatawan mancanegara anak-anak umur dibawah 6 tahun membayar $10.
Itulah informasi harga tiket masuk tempat wisata Candi Borobudur.
Harga tiket tersebut bisa saja berubah setiap saat, namun pastinya tidak bakal melonjak tajam dari kisaran harga tiket di atas yang puteriputeri.com update tahun 2016.

Kuliner

Yogyakarta adalah tempat terbaik untuk mencicipi makanan khas lokal yang lezat. Gudeg adalah salah satunya. Hidangan ini terbuat dari nangka muda dengan bumbu tradisional, yang biasanya disajikan dengan pelengkapnya yaitu telur pindang, ayam, dan kerecek kerupuk kulit sapi. Kebanyakan restoran tradisional di Yogyakarta menjual makanan khas Yogyakarta ini.

8eueehd

(Foto penulis dan kawan-kawan di saat perjalanan menuju Kota Yogyakarta.) 

Salam wisata khas puteriputeri.com.
(Oleh : Wiji Yanti/imung)

Tinggalkan Balasan