Inilah Wisata Menyenangkan dalam Touring di  Pasir Rengit Desa Pamijahan.

Pembaca puteriputeri.com, ijinkan penulis untuk membagi sedikit pengalaman selama liburan. Untuk mengisi liburan, terkadang kita melakukan wisata atau jalan-jalan. Rekreasi menurut hemat penulis sangat penting dalam kehidupan kita, karena dengan rekreasi kita bisa mensyukuri lebih dalam kehidupan di dunia ini.
Maka pada libur weekend lalu kami yakni penulis bersama rekan-rekan merencanakan untuk jalan-jalan rekreasi, kami memilih pergi dengan rombongan motor karena dengan pergi bersama-sama maka kebahagiaan akan lebih lengkap. Karena bukankah kebahagiaan sejati itu kalau kita bisa berbagi dengan orang lain?  Kalau bersenang-senang sendiri, rasanya itu bukanlah kebahagiaan.
Setelah disepakati bersama kawan-kawan, maka kami merencanakan jalan ke Pasir Rengit daerah perbatasan Sukabumi-Bogor. Jadilah pada Jumat kami berkumpul untuk bersiap mengadakan perjalanan ke Sukabumi di  malam harinya, kami berangkat pukul 11 malam.
Kami memilih perjalanan motor di malam hari pukul 11 malam, karena nyaman untuk berkendara motor, dengan kondisi lalu lintas sudah relatif sepi dan aman.
Tips untuk berkendara bersama adalah harus ada yang bertindak sebagai Captain atau pemimpin rombongan yang berkendara di depan, kemudian disusul dengan para anggota rombongan secara berurutan tidak baku, artinya menyesuaikan kondisi lalu lintas agar tidak mengganggu para pengguna jalan lainnya.
Rombongan Turing ke Pasor Rengit
Untuk barisan rombongan motor yang tidak seragam cc-nya maka bisa dengan untuk motor ber-cc kecil bisa di tempatkan tengah barisan atau bagian baris ke 3 dari belakang, dengan paling belakang untuk motor yang ber-cc paling besar sebagai sweeper dan helper jika ada kendaraan yang bermasalah pada mesin.
Sebenarnya jika orang yang tidak tahu bagaimana cara  mengorganisir sebuah rombongan konvoi motor, maka pasti akan memandang remeh ketika melihat laju konvoi motor. Padahal konvoi motor itu harus penuh perhitungan dan antisipasi laju kendara. Kunci keselamatan di jalan adalah Sang Captain dan para anggota harus mampu mengorganisir laju konvoi motor berombongan.
Irama laju motor juga ditentukan oleh sang Captain yang berada di depan. Captain biasanya diikuti dengan motor signer atau motor yang bertugas memberi isyarat lampu di pinggir kanan atau kiri barisan, berguna untuk memberi tempo hazard bagi pengguna jalan lainnya agar dapat mengantisipasi laju konvoi motor kita.
Keselamatan adalah nomor satu, jadi Sang Captain ini ibarat ‘imam’ dalam sebuah barisan, Sang Captain juga harus mampu untuk menahan emosi dan menahan diri untuk berlaku tertib lalu lintas selama di jalan memimpin rombongan.
Para club motor biasanya telah paham dalam memilih Captain konvoi, dengan memilih pribadi yang tenang, stabil,serta  tidak gampang nervous dan emosian.
Cerita sedikit tentang club motor, maka ada dua jenis club motor, yakni club motor yang homogen yakni dengan jenis motor yang sama serta klub motor yang heterogen alias dengan ragam jenis motor dan cc motor yang berbeda-beda.
Untuk club motor yang homogen, maka kemampuan motor relatif sama, namun kemampuan pengemudi relatif tidak sama, artinya ada yang lincah ada pula yang kurang lincah. Maka peran sang Captain dalam jenis club motor yang homogen, dengan cc motor sama, type sama, maka haruslah mampu mengatur barisan konvoi dengan memasangkan (to pair) antara si lincah dan si kurang lincah, semuanya ini untuk harmonisasi laju di jalan serta safety riding.
Kembali pada perjalanan kami, karena dengan memilih waktu berangkat malam maka  memang harus cukup istirahat dan badan fit sebelum berangkat. Dari Jakarta pukul 11 malam, setelah perjalanan yang santai maka sampai di kawasan Pasir Rengit sekitar jam 3 dini hari, hari Sabtu.
Selama perjalanan kami melewati berbagai medan dan kondisi yang cukup menantang, terutama kondisi jalan yang menanjak terjal, lubang-lubang pada jalan serta kelokan yang tajam, setelah jalur yang banyak berlubang itu kami lintasi maka kami pun tiba di Hutan Pinus. Tempat yang kami tuju ada didaerah Gunung Salak-Desa Pamijahan di Jawa Barat.
Daerah kaki Gunung Salak Desa Pamijahan ini sejuk dan indah, serta merupakan tempat favorit untuk kegiatan outbond yang meliputi berkemah, trekking, serta untuk camping untuk menikmati pemandangan dan menyatu dengan Alam.
Selain itu disana banyak sekali Curug atau air terjun kurang lebih ada sekitar 10an curug yang saling berdekatan.
Dari penginapan menuju Curug-curug yang ada tidak terlalu jauh hanya membutuhkan waktu 15 menit berjalan kaki, dan selama perjalanan melewati medan yang lumayan curam dan licin. Setelah puas bermain air di curug menikmati pemandangan indah kami pun kembali ke penginapan untuk istirahat.
Di kawasan wisata Pasir Rengit, Desa Pamijahan di kaki Gunung Salak ini masuk dalam wilayah  Taman Nasional Gunung Halimun Salak Dan di kawasan wisata alam ini  terdapat berbagai akomodasi berupa penginapan dan warung-warung makanan, jadi para pengunjung dapat menginap di tempat ini.
Kebetulan saya amat gemar untuk menulis guna menceritakan laporan perjalanan, maka  selama di kawasan wisata ini penulis masih berkesempatan untuk menuliskan pengalaman agar tidak terlupa, dan bisa dibagikan kepada para pembaca puteriputeri.com semuanya. Salam wisata khas puteriputeri.com.
(Liputan Oleh : Endro Bawono)

Tinggalkan Balasan