Ayo  Wisata Kuliner Pindang Patin, Makanan Khas Palembang, Sumatera Selatan.


Makanan khas Palembang Sumatera Selatan ini sangat nikmat dan sangat banyak kita jumpai, terutama di daerah Palembang.

 

Tentunya, Ikan Patin yang kaya akan protein akan dimasak dengan rempah-rempah yang pas dan menghasilkan masakan yang sungguh nikmat. Kali ini saya mencoba masakan tersebut di salah satu rumah makan di pinggiran Sungai Musi.

Harganyapun terjangkau, satu mangkuk Pindang Patin dibandrol dengan harga Rp.35.000,-cukup dimakan untuk empat orang.

Silahkan jika ingin mencobanya dan kita tidak akan kecewa setelah merasakan kenikmatan Pindang Patin yang satu ini
resep Pindang Ikan Patin
Bahan
• 500 gram Ikan Patin
• 500 ml air
Haluskan
• 6 butir bawang merah
• 4 siung bawang putih
• 4 buah cabai merah besar
• 4 cm lengkuas, iris tipis
• 2 cm kunyit, iris tipis
• 3 cm jahe, iris tipis
• 2 batang serai, memarkan
• 10 buah cabai rawit, biarkan utuh
• 3 buah tomat hijau, belah empat
• 1 mata asam Jawa
• 2 lembar daun Salam
• 1 sdm Kecap Manis
• 1 ½ sdt garam
• 1 sdtgula merah, iris
Cara membuat
1. Cuci Ikan Patin, lalu potong menjadi 5 bagian. Sisihkan.
2. Rebus air bersama bumbu halus, lengkuas, kunyit, jahe, dan serai sampai mendidih.
3. Masukkan Ikan Patin dan bumbu lainnya, masak di atas api kecil sampai ikan matang dan bumbu meresap. Angkat, sajikan dengan nasi hangat.

Menikmati Sore Hari di Pinggiran Sungai Musi

Pada awal liburan, saya kembali ke kampung halaman saya, yaitu di Palembang Sumatera Selatan. Karena sudah lama saya tidak pulang kampung, kali ini saya pergi ke pinggiran Sungai Musi yang dulu menjadi tempat favorit saya dan teman-teman masa kecil, untuk menghabiskan waktu senja.

Disana saya masih bisa merasakan hiruk-pikuk dari orang-orang yang berkunjung ke sana untuk foto dan seperti kami menghabiskan waktu senja. Masih terlihat Jembatan Ampera yang masih berdiri kokoh walau umurnya tidak muda lagi. Memang sudah banyak perubahan demi perubahan yang saya lihat sekarang tapi itu tetap memberikan makna pulang kampung, karena saya asik menikmati pemandangan sungai dan Jembatan Ampera di sore hari.

(Liputan oleh : Martua Halasan Aritonang)

Tinggalkan Balasan