Hai sahabat puteriputeri.com, berikut ini adalah liputan khas puteriputeri.com tentang upacara adat pernikahan. Kali ini adalah upacara pernikahan adat Bengkulu.

 

Acara pernikahan ini dilaksanakan di rumah, pada tanggal 30 Oktober 2016 lalu, bertempat di daerah Citayam, Depok, Jawa Barat.

Acara ini memiliki tema khas daerah tradisional, daerah yang dipakai daerah Sumatera Selatan.

Karena pengantin asli orang Sumatera Selatan. Dan juga acaranya di lakukan dalam tahap per tahap.

Dalam persiapan acaranya di lakukan oleh sanak family dan para pembantu yang lain.

adat-bengkulu-2
Acaranya sendiri dilakukan dalam 1 hari full, selain itu dalam pakaian pengantin ada pergantian dalam setiap sesi acara, sebanyak 4 kali pergantian baju pengantin.

Karena tema daerah maka pada saat Ijab-Kabul menggunakan adat daerah Sumatra Selatan.

Dan acara resepsi menggunakan baju nasional.

Dalam Upacara Pernikahan Adat Bengkulu tahapan yang dimaksud masih tampak jelas dan masih membekas pada bentuk dan upacara pernikahan campuran.

Yang dimaksud upacara pernikahan campuran disini adalah pernikahan antara penduduk asli dengan pendatang. Sebelum pernikahan dimulai, proses sebelumnya adalah peminangan.

Peminangan yang dimaksud adalah menanyakan seorang gadis untuk dijodohkan pada seorang jejaka.

Prosesnya diawali dengan saling tendai antara pihak keluarga laki-laki dan pihak keluarga wanita atas calon pengantin mereka.

Persesuaian segera didapat setelah dilaksanakan kebiasaan informal yang biasa disebut dengan menanyakan dari pihak laki-laki kepada pihak perempuan atas kemungkinan untuk dijadikan usaha peresmian menjelang penentuan perjodohan.

Proses peminangan meliputi :
– Mengantar uang.

Yang dimaksud mengantar uang atau ngantek piti atau ngantek belanjo adalah ketua adat dari pihak laki-laki diutus menghubungi pihak wanita yang diwakili juga oleh ketua adat setempat untuk mengantar uang serta alat-alat kelengkapannya.

Tujuan dari upacara ini adalah untuk memberitahukan kepada khalayak ramai bahwa antara seorang jejaka sudah diikat oleh tali pertunangan dengan seorang gadis dengan janji akan menikah menurut waktu yang telah ditentukan antara kedua keluarga.

Kelengkapan upacara mengantar uang ini adalah sirih sebagai lambing sistem kerja adat yang dibangun dengan berbagai bentuk menurut jenisnya, yaitu bila pihak laki-laki datang membawa sirih puan maka pihak wanita menanti dengan sirih cerana, pihak laki-laki membawa sirih bujang maka pihak wanita menanti dengan sirih puan dan bila pihak laki-laki datang membawa sirih gedang maka pihak wanita menanti dengan sirih bujang.

Setelah itu adalah acara Duduk Bertunangan.

Maksudnya acara Duduk Bertunangan ini adalah jangka waktu selesai mengantar uang menjelang pernikahan biasa jangka waktu ini tidak terlalu tergesa-gesa dan tidak pula terlalu lama.

Bagi jejaka atau gadis dalam ikatan pertunangan ini harus taat kepada ketentuan yang berlaku masa itu.

adat-bengkulu-3

Setelah peminangan proses pelaksanaan upacara pernikahan, Pelaksanaan upacara pernikahan merupakan inti dalam upacara pernikahan. Hal ini merupakan rangkaian dari suatu perayaan gembira segenap keluarga baik dalam hubungan kekerabatan yang dekat maupun jauh.

– Berasan-berasan adalah pertemuan adik sanak, kaum kerabat termasuk perangkat adat untuk mengadakan musyawarah untuk menentukan garis-garis besar pelaksanaan yang meliputi penanggung jawab pelaksanaan yakni tuo kerjo yang di bantu sepenuhnya oleh tuo sambal dan tuo juada serta tuo jenang tukang kanca dan lainnya.
-Mengangkat bimbang menurut istilah adat ialah bahwa setiap usaha dilaksanakan secara bersama, bergairah, dan mencari kemeriahan yang teratur.
– Memecah nasi adalah hidangan makanan besar bersama yang khusus disediakan bagi raja-raja dan penghulu yang berkumpul bersama dengan para pemuda masyarakat dan undangan lainnya.
– Bimbang gedang adalah acara puncak secara adat dilaksanakan malam sesudah mufakat antara ketua adat dan penghulu.
– Malam ini adalah persiapan yang dilakukan pengantin wanita untuk di tampilkan di depan umum, dengan menghiasi lengan dan kuku. sebelum itu petang hari dilakukan bedabug yaitu kegiatan memperindah bentuk deretan gigi, bedabug adalah kegiatan khusus dilakukan langsung oleh induk inang dengan iringan lagu gendang serunai sebagai tanda selesai.
– Tepung selawar adalah mendudukan pengantin laki dan wanita diatas anjung pelaminan pada siang hari sesudah bimbang gedang. Biasanya acara ini didahului dengan tepung setawar dari ibu mertua kepada pengantin laki-laki di tangga rumah, kemudian pengantin laki-laki dibimbing oleh pengapit menuju pelaminan dimana pengantin wanita sudah ada disana, ada tiga proses menarik pada acara bercampur ini dimana kedua pengantin mengenakan pakaian adat lengkap.

Pengantin laki-laki ketika menuju pelaminan harus melalui tiga macam hambatan berupa penghadang yang dilakukan menurut adat. Hambatan tersebut dikenal dengan istilah kadang galah, yang pertama dilakukan di pintu halaman pengantin wanita yang dipimpin oleh tuo kerjo.

Biasanya dengan diserahkan sedikit tebusan maka gala tersebut dibuka sebagai tanda boleh masuk.

Yang kedua kadang pintu dilakukan pintu masuk rumah pengantin wanita dilakukan oleh tuo sambal dengan tebusan maka selenda penghadang dibuka dan di perbolehkan masuk. Yang ketiga disebut kadang kipas dilakukan di atas pelaminan dimana kedua pengantin sudah duduk berdampingan tetapi pengantin wanita di tutup dengan kipas, setelah tebusan diserahkan induk inang akan membuka kipas yang menutup wajah pengantin wanita. Dalam proses kadang galah ini biasanya terjadi proses berbalas pantun antara ketua rombongan pengantin rombongan dengan penjaga pintu dari pengantin wanita.
– Pengantin mandi adalah upacara memandikan pengantin oleh induk inang, hal ini dimaksudkan sebagai usaha mengharumkan pengantin dan biasanya dilakukan secara simbolis. Mandi Randai yaitu pengantin wanita dan pria dimandikan bersama-sama di penghubung pada sore hari yang dipimpin oleh induk inang untuk dapat disaksikan masyarakat umum. Pelaksanaan mandi dlaksanakan saling berganti menyiram tubuh sesamanya, seluruh acara ini di iringi oleh gendang serunai secara terus menerus sampai upacara ini selesai.
– Dalam adat Bengkulu sesudah akad nikah dan proses adat lainnya pada sore hari pengantin akan diarak keliling kampung.

adat-bengkulu-4

Di luar adat acara puncak malam acara hiburan yang diisi oleh music-musik dangdut dan music elektro.

Di selangi pada siang hari music orkes untuk para tamu yang datang dan juga menjelang malam hari jam 7 malam, acara tarian khas daerah Sumatra selatan.

Simak link videonya dibawah ini !

 

(Liputan oleh :  Ussi Yulia Utami)

Tinggalkan Balasan