Muka pengen alias ‘mupeng’, jelas tergambar di raut wajah hadirin undangan acara saat melihat nasi tumpeng disajikan…

 

Indonesia terkenal dengan ragam budanya, keragaman budaya Indonesia bisa dilihat dari berbagai makanan khasnya.

Salah satunya yaitu nasi tumpeng, makanan tersebut menjadi ikon penting dalam acara syukuran atau adat budaya dan tradisi di Pulau Jawa, Bali, dan Madura, serta kini Tumpeng sudah menjadi ikon nasional. Maka jangan sampai tumpeng asli Jawa- Indonesia ini ikutan di-klaim milik negeri jiran.

Biasanya kita temui di acara selamatan atau acara sosial di desa-desa maupun di kota-kota besar di pulau Jawa dan di pulau-pulau lain hingga sekarang.

Bahkan saat ini pula makanan kuliner berbentuk gunung tersebut digunakan untuk aneka acara acara pesta seperti, perayaan ulang tahun, peresmian gedung, dan sebagainya.

Selain rasa gurih nasinya yang khas, lauk pauk lezat yang dihias di sekitar nasi Tumpeng pun rasanya juga nikmat.

Penyajiannya pun sangat khas.

Nasi yang berbentuk kerucut gunungan itu selalu diletakkan di atas tampah (semacam nampan bundar dari anyaman bambu) yang dialasi dengan daun pisang.

Kemudian lauk-pauk yang bermacam-macam itu ditata mengelilingi nasi.

tumpeng-3

Kebetulan, saya sekeluarga merayakan hari ulang tahun nenek yang 85 tahun, saya mengundang saudara untuk merayakanya karena memang itu sudah menjadi suatutradisi didalam keluarga kami.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia,tumpeng dapat diidentifikasikan sebagai nasi yang dihidangkan dalam bentuk seperti kerucut untuk selamatan.

Menurut tradisi Islam Jawa, “Tumpeng” merupakan akronim dalam bahasa Jawa : “Yen metu kudu sing mempeng” (bila keluar harus dengan sungguh-sungguh).

Lengkapnya, ada satu unit makanan lagi namanya “Buceng”, dibuat dari ketan; akronimdari: “Yen mlebu kudu sing kenceng” (bila masuk harus dengan sungguh-sungguh).

Sedangkan lauk-pauknya tumpeng, berjumlah 7 macam, angka 7 bahasa Jawa pitu, maksudnya Pitulungan (pertolongan).

Tiga kalimat akronimitu, berasal dari sebuah doa dalam surah al Isra’ ayat 80: “Ya Tuhan, masukanlah aku dengan sebenar-benarnya masuk dan keluarkanlah aku dengan sebenar-benarnya keluar serta jadikanlah dari-Mu kekuasaan bagiku yang memberikan pertolongan”.

Nasi tumpeng yang berbentuk kerucut ditempatkan di tengah-tengah dan bermacam-macam lauk pauk disusun di sekeliling kerucut tersebut. Penempatan nasi dan lauk pauk seperti ini disimbolkan sebagai gunung dan tanah yang subur di sekelilingnya.

Tanah di sekeliling gunung dipenuhi dengan berbagai macam sayuran dari tumbuh-tumbuhan dan lauk-pauk.

Itu semua sebagai simbol atau tanda yang berasal dari alam, hasil tanah. Tanah menjadi simbol kesejahteraan yang hakiki. Penempatan dan pemilihan lauk-pauk dalam tumpeng juga didasari akan pengetahuan dan hubungan mereka dengan alam. Oleh karena itulah lauk-pauk ditempatkan di sekeliling nasi karena memang dari sanalah mereka berasal.

tumpeng-2

Resep Cara Membuat Nasi Tumpeng

bahan-bahan dan bumbu
 beras ketan 100 gram (direndam semalaman)
 Beras biasa (1 liter)
 Santan Kelapa (750 ml)
 Air matang (100 ml)
 Daun Jeruk (3 lbr)
 Daun Salam (2 lbr)
 Kunyit (1 ruas)
 Serai ( 1 btg)
 Air jeruk nipis ( 1 sdm)
 Garam secukupnya

Cara Membuat Nasi Tumpeng Yang Gurih

1. Cucilah beras sampai bersih
2. Tiriskan beras ketan
3. Remas daun jeruk sampai tercium aromanya dan memarkan serai
4. Parut kunyit, campur dengan air 100 ml. Peras dan ambil air perasanya.
5. Siapkan panci, masukan santan, daun salam, serai, daun jeruk, garam, dan air kunyit. Aduk sampai rata.
6. Masukan beras kedalam panci dan rebus sambil terus diaduk.
7. Tunggu sampai santan sedikit mengering (jangan sampai benar-benar kering)
8. Angkat beras, dan matikan api.
9. Sekarang tinggal mengukus beras selama kurang lebih 35 menit.
10. Tuangkan nasi dalam wadah biarkan asapnya berkurang.
11. Siapkan kerucut nasi dan basaji dengan air hangat.
12. Tuangkan nasi kedalam kerucut sampai terisi penuh dan ditekan-tekan.
13. Angkat kerucut nasi secara perlahan.
14. Nasi tumpeng siap disajikan dengan lauk pauk dan sayuran.

Demikianlah tadi cara membuatnya, memang prosesnya agak panjang namun tidaklah terlalu rumit.

So, itulah hasil galian saya mengenai nasi tumpeng. Sebelah dari hati kecil takjub, dalam juga ya orang jaman dulu mikirnya, maknanya sangat dalam dan luas hanya dari Tumpeng ini.

Namun sebelah lagi merasa heran, cerita bermakna dalam seperti ini kenapa tidak banyak di”pasar”kan, ya? Kebanyakan orang Indonesia tahu kalau tumpengan berartiada syukuran.

Tapi tidak tahu makna di balik nasi tumpeng tersebut.

Saya aja baru tahu hihihi 🙂

Semoga apa yang saya ceritakaan saat ini mengenai nasi tumpeng bisa bermanfaat untuk orang banyak. Terimakasih.

(Liputan oleh : Khesar Rizky Setiawan)

Tinggalkan Balasan