Ayo Naik Transjakarta, dan jelajahi Jakarta !


Bila Anda berlibur di Jakarta dan mencoba untuk berkunjung ke tempat-tempat di Jakarta, banyak disediakan berbagai sarana transportasi publik yang dapat mengantarkan Anda menuju lokasi wisata yang anda tuju.

Salah satunya, adalah bus Transjakarta. Bus yang telah beroperasi sejak era Gubernur Sutiyoso ini bisa dijadikan sebagai sarana transportasi yang memudahkan anda menuju lokasi tujuan wisata yang anda kunjungi.

Transjakarta memiliki 80 rute dalam kota yang terdiri dari 24 rute reguler, 25 rute terintegrasi, 10 rute Jabodetabek (rute daerah pinggiran), 8 rute yang khusus melayani penghuni rusun milik pemerintah, 9 rute khusus malam hari, dan sisanya adalah rute-rute khusus.

Penumpang Transjakarta menunggu antrian di Halte Dukuh Atas 2, Jakarta Selatan

Saya—yang sudah 6 semester kuliah ,selalu naik bus yang disebut busway, sudah merasakan perubahan dari bus Transjakarta hingga saat ini. Terutama, soal pelayanan, armada, dan rute yang semakin banyak. Kalau ditanya seberapa nyamankah naik bus Transjakarta, bisa dibilang nyaman.

Pengalaman saya ketika pertama kali naik Transjakarta dari Terminal Blok M untuk pulang ke rumah saya (dengan dua kali transit: Semanggi dan Cawang UKI sebelum turun di Tanjung Priok) membuat saya jadi penasaran untuk melakukan perjalanan dengan Transjakarta.

Saya biasa naik Transjakarta untuk pulang pergi ke kampus di Pulomas. Naik dari halte Tanjung Priok atau Permai Koja (karena rutenya Tanjung Priok-PGC Cililitan/Kooridor 10), berhenti di setiap halte guna mengangkut penumpang lain, hingga saya turun di Halte Pulomas Bypass.

Namun, saya sudah mulai mencoba untuk menyusuri rute yang berbeda. Teringat ketika saya mencoba transit di halte transit ITC Cempaka Mas untuk turun di Senen, lalu pernah juga ke Matraman dengan transit di Pemuda Pramuka, dan transit di Flyover Jatinegara untuk turun di Stasiun Jatinegara.

Dalam liputan ini  saya mencoba naik Transjakarta sampai yang terjauh : Dukuh Atas !

Hanya pergi dari halte Pulomas lalu transit di halte Pemuda Pramuka untuk sampai di Dukuh Atas, saya baru pertama kali menyusuri Transjakarta sampai Jakarta Selatan.

Jadi jika Anda ingin bepergian sebagai turis di Ibu Kota Jakarta, maka bisa naik Transjakarta.

Kartu berlangganan bisa digunakan untuk naik bus Transjakarta. Tapping dilakukan pada saat masuk maupun keluar halte.

 

Lalu, apakah Transjakarta dapat direkomendasikan sebagai transportasi untuk keliling Jakarta dan mengunjungi tempat wisata? Jawabannya, bisa dan wajib untuk dicoba. Soal tarif, hanya Rp 3.500 (khusus pukul 05.00-07.00 WIB Rp 2.000), dan pembayarannya menggunakan kartu uang elektronik yang dikeluarkan bank yang bekerjasama dengan pihak Transjakarta (seperti gambar).

Caranya cukup tapping atau tempatkan kartu pada sensor yang tersedia, otomatis saldo di kartu akan terpakai. Kartu tersebut bisa didapatkan di halte Transjakarta dengan Rp 40.000 (Rp 20.000 untuk biaya kartu dengan saldo awal Rp 20.000).

Untuk top-up atau pengisian, juga dapat dilakukan di halte dengan nominal masing-masing (minimal Rp 20.000) dan dipotong Rp 2.000 untuk biaya top-up. Satu lagi, ketika anda keluar dari halte, harap tapping sekali lagi. Namun tap out ini tidak dipungut biaya.

Nah, agar anda tidak penasaran dengan Transjakarta (seperti apa nyamannya dan sedikit fakta menarik mengenai Transjakarta), silahkan lihat video ini.

Happy enjoying Jakarta with Transjakarta!

(Liputan oleh : Faisal Hidayat Udin)

Tinggalkan Balasan