Aktris Indonesia multitalenta, Chelsea Elizabeth Islan atau akrab disapa Chelsea Islan ini lahir pada tanggal 2 Juni 1995. Sebagai aktris yang serius, Chelsea telah berakting dalam beberapa film Indonesia yang sangat bermutu.

Pada tahun 2013, Chelsea mendapatkan peran pertamanya dalam film sebagai Annalise di  film berjudul ‘Refrain’. Chelsea Elizabeth Islan atau yang lebih dikenal dengan Chelsea Islan pertama kali dikenal lewat aktingnya di film ‘Refrain’. Dalam film bergenre drama, Chelsea tampil dengan lawan main Maudy Ayunda dan Afgan Syahreza.

chlesea-islan-2

Berawal dari kecintaannya dalam seni peran, Chelsea menggeluti dunia seni teater sejak duduk di bangku Sekolah Dasar. Gadis manis ini masuk ke industri film profesional ketika memainkan tokoh Annalise besutan sutradara Fajar Nugros.

Pada tahun 2014, Chelsea bermain dalam film ‘Street Society’ sebagai Karina, seorang DJ yang mempunyai dua karakter, film ini  meraih Piala Maya 2014 dengan nominasi Pemeran Utama Wanita Terbaik.

Pada bulan Desember 2014, Chlesea berperan sebagai Merry Riana dalam film  ‘Merry Riana: Mimpi Sejuta Dolar’, yang menceritakan kehidupan Merry saat terpaksa mengungsi ke Singapura.

Nilai dan pelajaran berharga pertama yang ada pada film  ‘Merry Riana: Mimpi Sejuta Dolar’ adalah sikap pantang menyerah.

Dalam film yang dibintangi Chelsea Islan, Dion Wiyoko, Kimberly Ryder dan Ferry Salim ini  dikisahkan bahwa banyak kegagalan dan penolakan yang dialami dalam hidup Merry Riana yang diperankan secara apik dan dramatis oleh Chelsea Islan.

Dikisahkan dalam berbagai kesulitan hidup tersebut Merry tetap terus berjuang tanpa pantang menyerah.

Karena menurutnya, hidup adalah sebuah perjuangan yang harus kita perjuangkan hingga mencapai kemenangan.

Dan dalam perjuangan tersebut pastilah terdapat beberapa tantangan dan rintangan yang harus kita hadapi.

Dalam menghadapi rintangan tersebut kita tidak boleh menyerah. Kita harus tetap berjuang sampai sukses dengan juga tetap mensyukuri anugerah Tuhan Yang Maha Esa, yang telah kita dapatkan.

Pada tahun 2015, Chelsea Islan kembali berakting  dalam film “Di Balik 98” sebagai mahasiswi bernama Diana.

Dalam ‘Di Balik 98’,  di ajang  Festival Film Indonesia 2015, mendapat nominasi Piala Citra untuk Pemeran Utama Wanita Terbaik.

Kemudian di tahun 2015, Chelsea juga berakting dalam film ‘Guru Bangsa : Tjokroamonoto’ sebagai Stella.

Film ‘Guru Bangsa : Tjokroamonoto’  merupakan film drama yang diproduseri aktris senior Indonesia Christine Hakim dan disutradarai oleh Garin Nugroho.

Dalam ‘Guru Bangsa: Tjokroaminoto’  Chelsea Islan beradu akting bersama Reza Rahadian, Alex Komang, Egi Fedly, Sujiwo Tedjo, Maia Estianty, dan aktris senior seperti Christine Hakim, Didi Petet.

Film ini pun mendapatkan penghargaan Festival Film Indonesia untuk kategori Best Cinematography, Citra Award for Best Art Direction, Citra Award for Best Costume Design.

Kemudian masih di tahun 2015 Chelsea membintangi film “Love You…Love You Not” sebagai Amira.

Pada ajang Indonesian Choice Awards 2015, Chlesea Islan meraih predikat Actress of the Year.

Pada tahun 2016, tepatnya rilis Agustus lalu Chelsea kembali tampil di layar perak membintangi film ‘3 Srikandi’ sebagai Lilies Handayani.

Kemudian masih di tahun 2016, Chelsea juga berakting dalam film ‘Headshot’ sebagai Ailin dan dalam film ‘Pinky Promise’ sebagai  Chelsea.

Di tahun 2016 dalam film berjudul Rudy Habibie sebagaoi Ilona Lanovska, pada   Festival Film Bandung, Chelsea meraih predikat Pemeran Utama Wanita Terpuji. Film Rudy Habibie ini dalam ajang Festival  Film Indonesia 2016 meraih nominasi Piala Citra untuk Pemeran Utama Wanita Terbaik.

Chelsea sendiri sudah memiliki dasar dalam akting melalui panggung teater, tak kesulitan untuk memperlihatkan bakat akting yang ia miliki.

chelsea

Misalnya ketika akting Chelsea Islan sebagai Lilies Handayani di film ‘3 Srikandi’, ketika memerankan karakter seorang atlet panah, maka Chelsea Islan juga harus bisa memanah.

Untuk membuktikan keseriusannya, Chelsea mengaku tidak pakai pemeran pengganti saat pengambilan gambar sedang melepaskan anak panah ke sasaran.

Demi mendalami peran, Chelsea dan pemeran atlet panah lain sampai rutin belajar panahan selama tiga bulan. Menurut dia, kuncinya adalah kedisiplinan dan kerja sama tim.

Film Drama “3 Srikandi” merupakan film yang disutradarai oleh Iman Brotoseno dan naskahnya ditulis oleh Swastika Nohara.

Dallam film 3 Srikandi yang berperan di film ini adalah Bunga Citra Lestari, Chelsea Islan, dan Tara Basro.

(Oleh :  Imung/ Veronica Juliani)

Tinggalkan Balasan