Terbuay Cikuray, ya, memang ejaan yang benar adalah Terbuai di Gunung Cikuray….kenyataannya pemandangan Cikuray benar membuay….. 🙂

Gunung Cikuray atau Cikurai adalah sebuah gunung bertipe Stratovolcano yang terletak di Dayeuhmanggung, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Indonesia.

Gunung Cikuray yang mempunyai ketinggian 2.821 meter di atas permukaan laut ini tidak mempunyai kawah aktif dan merupakan gunung tertinggi keempat di Jawa Barat setelah Gunung Ciremai, Gunung Pangrango dan Gunung Gede.

Gunung ini berada di perbatasan kecamatan Bayongbong, Cikajang, dan Dayeuhmanggung. Iklim di daerah Gunung Cikuray dan sekitarnya dikategorikan sebagai daerah beriklim tropis basah (humid tropical climate).

Curah hujan di sekitar Gunung Cikuray mencapai 3500-4000mm dengan kalkulasi bulan basah 9 bulan dan bulan kering 3 bulan dan juga variasi temperatur dari 10Âş C hingga 24Âş C.

Beberapa naskah kuno menyebut Gunung Cikuray sebagai Gunung Srimanganti atau Srimanganten. Sekitar abad ke-17, lereng Gunung Cikuray menjadi mandala, yaitu pusat pertapaan para pendeta dan kegiatan tulis menulis kerajaan Padjadjaran. Bukti-bukti tertulis mengenai mandala ini masih tersimpan di sebuah cagar budaya Ciburuy di Kecamatan Cigedug

Untuk mencapai Cikuray dapat ditempuh dengan naik kendaraan umum dari Bandung atau dari Tasikmalaya menuju terminal Guntur. Dari sana diteruskan dengan angkutan kota menuju jalur pendakian, (Bayongbong, Cikajang, dan Dayeuhmanggung).

Ketiga jalur tersebut menawarkan medan yang sangat menarik dengan karakteristik masing-masing. Jalur Bayongbong adalah jalur yang paling terjal, tetapi dapat cepat sampai di puncak.

Karena letaknya paling tinggi di Kabupaten Garut, kaki gunung Cikuray dipakai untuk stasiun pemancar TV swasta dan TVRI. Gunung Cikuray mempunyai kawasan hutan Dipterokarp Bukit, hutan Dipterokarp Atas, Hutan Montane dan Hutan Ericaceous.

Ketika penulis berada di Gunung Cikuray ini, kegiatan memotret landscape alam Cikuray benar-benar membuai mata. Keindahan alam Gunung Cikuray khas, dan jika pembaca puteriputeri.com sering mendaki Gunung, maka benar bahwa pemandangan setiap gunung memiliki signature view sendiri-sendiri.

Mendaki gunung pada hakekatnya adalah menghayati keberadaan  Gunung itu sendiri sebagai sebuah super landscape.

Juga setiap mendaki gunung kita semua pendaki memiliki satu peraturan simple : Jaga keselamatan Diri dan Orang Lain, serta Bawa Pulang Sampahmu Kembali.

Gunung Bukan Tempat Sampah :-0

(Liputan oleh : Depati Barin)

Tinggalkan Balasan