Pada pagi yang cerah keluarga saya dan saudara saya mengajak berlibur ke Pantai Parangtritis yang terletak 27 km selatan Kota Yogyakarta.

Saya berangkat mengunakan mobil pribadi dari rumah mbah saya berangkat pukul 07:00 WIB, karena saya kurang tahu rute dari boyolali ke Pantai Parangtritis jadi saudara saya yang menunjukkan rute-rute dari Boyolali ke Pantai Parangtritis.

Selama perjalan kami tidak terjabak macet karena berangkat pagi , setibanya kami nyampe di dekat pantai prangtritis karena kami nyampenya sekitar jam 09:30 atau 10:00 WIB mau menuju ke lokasi macet karena sudah dan kami kesana juga saat orang-orang mau berwisata ke tempat wisata tersebut.

Sebelum masuk Pantai Parangtritis kami membeli tiket masuk seharga Rp 3.000 untuk satu orang, setelah membayar tiket lumayan jauh dari pintu masuk ke pantainya.

Kami mencari tempat parkir saking penuhnya kami dapet tempat parkir lumayan jauh dari pantai sehingga kami harus jalan kaki dulu untuk sampai ke pantainya.

Sesudah parkir mobil kami mencari tempat duduk untuk beristirahat karena waktu sudah menunjukkan pukul 11:00 WIB untuk makan siang, setelah makan siang adik-adik saya dan saudara saya main di pantai dan tidak lupa kami foto di pantai tersebut.

Walaupun pada saat itu ombak lumayan besar adik dan suadara saya tetap bermain air pantai, walaupun di pingir-pinggir pantai mereka tetap senang dan gembira main air pantai tersebut, sesudah main pantai adik saya menyewa ATV dengan harga Rp. 50.000 s.d Rp 100.000,- per setengah jamnya.

Setelah puas main di pantai kami segara mandi dan ganti baju, dari pantai ke kamar mandi lumayan jauh dari pantainya , setelah selesai bilas dan ganti baju kami menyempatkan beli oleh-oleh untuk kenang-kenangan, setelah membeli oleh-oleh kami makan di warung yang berada dekat pantai, setelah makan kita pergi ke kraton jogja sebelum keluar dari pantai kami membayar parkir mobil dengan seharga Rp. 5.000,- per mobil.

Kami keluar dari Pantai Parangtritis jam 15:00 WIB dan menuju ke Keraton Yogyakarta untuk melihat – melihat, sesampainya di kraton Yogya jam 16:00 WIB tidak boleh karena sudah tutup sehingga kami foto di luar-luarnya saja.

Setelah dari keraton Yogyakarta kami pergi ke alun – alun Yogyakarta, disana kami coba permainan jadi mata kita di tutup terus kita harus bisa melewati dua pohon kembar yang ada di alun- alun tersebut.

Banyak orang mendengar sugesti misalnya bisa melawati dua pohon kembar yang di alun-alun Yogya, maka cita-cita atau harapan dapat terwujud 🙂

Namanya juga sugesti, diambil positifnya saja, toh yang sudah pasti terwujud adalah wisata ke Yogya 🙂

Semua sugesti ke diri kita memang harus selalu positif, jika dengar sugesti negatif, cepat dibuang saja ke laut 🙂

Saat menjelang malam adik dan saudara naik odong – odong muterin alun-alun dengan seharga Rp50.000 – Rp75.000 per odong–odong setelah puas naik odong – odong jam 19:00 WIB kami pulang karena Yogyakarta ke Boyolali jaraknya cukup lumayan jauh 🙂

(Liputan oleh : Noviyani Novi)

Tinggalkan Balasan