Puteriputeri – Jakarta, Gatot Brajamusti (GB), Ketua Umum PARFI terpilih untuk masa bakti 2016 – 2021, dalam Kongres PARFI ke-XV di Lombok Mataram Nusa Tenggara Barat, 26 – 28 September 2016 lalu, memberikan mandat kepada Soultan Saladin untuk menjalankan roda organisasi PARFI.
 
Hal tersebut disampaikan anggota PARFI, Syahri Ramadhani AR Tarigan SH MH, Tim Formatur Hermansyah GB, Deden Baskara dalam jumpa pers yang dilaksanakan di Gedung Gayatri Spa Aura Therapy With Divine Energy di kawasan Duren Tiga Buncit Jakarta Selatan, Selasa (18/10/2016) yang di dampingi Waksekjen PARFI, Fahruddin Mujahid dan Wakil Ketua Umum PARFI Soeltan Saladin yang juga Tim Formatur serta beberapa anggota PARFI, diantaranya Evry Joe, Mack Prabu, Bunda Ana selaku Ketua DPD Jambi, dan lain-lain.
 
Mandat tersebut diberikan, karena Gatot Brajamusti, ingin konsen dan serius terhadap kasus hukum yang menjeratnya. Penunjukkan mandat diberikan GB dalam bentuk surat tertulis bernomor 004/DPP-PARFI/XI/2016, Perihal Menjalankan Roda Organisasi, yang ditujukan kepada Soultan Saladin Selaku Wakil Ketua Umum DPP Parfi, yang ditanda tangani GB tertanggal Oktober 2016.
 22-img-20161018-04421
Surat tertulis tersebut berisi tentang Pernyataan GB, selaku Ketua Umum terpilih secara definitive dalam Kongres XV di Mataram NTB, untuk masa bakti kepengurusan DPP Parfi Masa Bhakti 2016-2021, mengamanatkan kepada Wakil Ketua Umum Parfi, Soultan Saladin beserta jajarannya untuk menjalankan tugas dan fungsi kepengurusan DPP Parfi secara otomatis, menggantikan Ketua Umum GB yang berhalangan dalam menjalankan tugas dan fungsinya sebagai Ketua Umum, terkait masalah hukum yang menjeratnya, yang hingga saat ini masih dalam tahap proses dan belum ada ketetapan Hukum Tetatp.
 
Tugas dan amanah yang harus dijalankan Soultan Saladin dan jajarannya, yaitu pertama, menjalankan roda organisasi sesuai mekanisme yang berdasarkan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD ART) dan peraturan organisasi lainnya.
 
Selain itu juga Soultan Saladin dan Jajarannya, untuk bisa mengelola organisasi dengan baik secara proporsional dan professional. Serta melakukan Konsolidasi, Sosialisasi untuk seluruh tingkat DPP, DPD, dan DPC Parfi di seluruh tanah air.
Sebagaimana juga diterangkan anggota Parfi, Syahri Ramadhani AR Tarigan alias Arie Tarigan SH MH kepada pers Selasa (18/10/2016) bahwa Ketua Umum Parfi yang terpilih secara Definitif, di Kongres Mataram NTB, telah menunjuk para unsur pimpinan Parfi dibawah komando Wakil Ketua Umum, Soultan Saladin, untuk segera melakukan rekonsolidasi, reorganisasi serta restrukturisasi terkait kepengurusan di tingkat DPP serta konsolidasi kepengurusan di tingkat profinsi yang masih berkomitmen menjalankan serta membangkitkan perfilman di nusantara.
 
Dikesempatan tersebut, Wakil Ketua Umum Parfi, Soultan Saladin, yang mendapat mandate dan amanah tersebut turut menyampaikan Pernyataan Sikap Pengurus Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Parfi yang dituangkan secara tertulis dan ditanda tangani oleh Pengurus DPP Parfi Soultan Saladin, yang berisi “bahwa menyikapi dinamika yang berkembang di tanah air khususnya internal Parfi, pasca Kongres yang berlangsung di Lombok NTB beberapa waktu lalu dan terkait adanya persoalan hokum yang menimpa Ketua Umum terpilih pasca Kongres, maka didasari surat tertulis yang di tanda tangani oleh Ketua Umum terpilih pada Kongres Parfi yang XV berlokasi di Lombok Mataram NTB, dengan menunjuk sdr. Soultan Saladin yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Umum DPP Parfi masa bakti 2016 – 2021. (Terlampir).
 
Bahwa menyikapi hal tersebut maka segera dilaksanakan konsolidasi pengurus di tingkat DPP Parfi periode 2016 – 2021 sekaligus memberikan penelasan ke public agar tidak terjadi kebingungan di tingkat masyarakat dan hasil musyawarah berdasarkan petunjuk dan surat mandate serta AD/ART Parfi maka segala keputusan yang diambil oleh DPP Parfi di bawah pimpinan Sdr Soultan Saladin dinyatakan sah dan berkekuatan hukum tetap.
  
“Kami sebagai Pengurus Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Persatuan Artis Film Indonesia (PARFI) pasca Kongres di Lombok Mataram Nusa Tenggara Barat yang beberapa waktu lalu telah terlaksana maka hari ini kami ingin menyampaikan pernyataan sikap untuk menindaklanjuti secara rinci yang disampaikan Ketua Umum Definitive hasil Kongres PARFI ke-15 di Lombok Mataram Nusa Tenggara Barat tertanggal 26 – 28 September 2016, dalam surat mandatnya,” papar Soultan Saladin.
 
“Mandat tersebut diberikan, terkait dinamika yang terjadi dan berkembang di internal kepengurusan PARFI sendiri pasca kongres dalam hal terkait dan tersangkutnya Ketua Umum terpilih Gatot Brajamusti (GB). Beliau menunjuk dan mengamanatkan Wakil Ketum Soeltan Saladin beserta unsur-unsur pimpinan lainnya untuk serta merta menjalankan roda organisasi. Karena beliau ingin focus untuk penyelesaian persoalan hukum yang sedang beliau jalani,” tambah Arie Tarigan.
 
Syahri Ramadhani AR Tarigan alias Ari Tarigan SH MH, menuturkan persoalan Ketua Umum Gatot Brajamusti (GB) terjadi sehari setelah Kongres selesai dilaksanakan. Ketika GB sudah sah terpilih secara definitive. Pasca kongres, yaitu sehari setelah GB disahkan menadi Ketua Umum, terjadilah persoalan hukum menyangkut GB yang saat ini sedang dijalankan GB.
 
Artinya Ketua Umum Parfi sudah terpilih secara definitive dan sah melalui mekanisme organisasi. Kemudian karena tersangkut masalah hokum, GB tidak bisa menjalankan roda organisasi sebagaimana mestinya, oleh sebab itu GB menunjuk Soultan Saladin sebagai Wakil Ketua Umum, untuk menjalankan roda organisasi, agar parfi tetap dapat berjalan dengan baik.
 
“Itu amanah Ketua Umum GB yang harus dijalankan abangda Soultan Saladin dan jajarannya,” kata Arie Tarigan.
 
Dengan demikian lanjut Arie, pasca Kongres di Mataram, Parfi telah secara sah memiliki Ketua Umum, namun karena sesuatu hal Ketua Umum terpilih tersebut berhalangan, maka Ketua Umum terpilih memandatkan dan mengamanatkan kepada Wakilnya yaitu Soultan Saladin untu menjalankan roda organisasi.
 
“Jadi tidak ada lagi yang namanya pesan aku-aku yang mengkliam dirinya menjadi Ketua Umum Parfi di luar kongres yang dilaksanakan di Lombok Mataram NTB,” Tegas Arie.
 
“Dengan begitu, beliau (Soultan Saladin, red) harus segera menjalankan mandate Ketua Umum GB, dengan segera menyusun struktur pengurus organisasi, untuk masa bakti 2016 – 2021,” kata anggota Parfi Every Joe, yang saat itu turut hadir dalam konferensi pers.
 
“Artinya siapapun yang berani melakukan atau mengkliam dirinya sebagai Ketua Umum Parfi, akan berhadapan dengan hukum dan berhadapan dengan kepengurusan Parfi yang ada,” tambah Arie menegaskan.
 
Hal tersebut dibenarkan Ketua Presidium sekaligus Wasekjen Parfi, Fahruddin Mujahid, .
bahwa keputusan Kongres telah selesai dan sudah clear berdasarkan AD/ART serta tatib.
 
“Pemilihan Ketum GB itu sudah sah. Karena kebetulan saya dari sharing komite yang turut menyusun AD/ART sekaligus juga panitia adhoc 2011. Bahwa dalam Kongres di Lombok Mataram NTB masih menggunakan AD/ART dan Tatib 2011 tersebut,” ujar Fahruddin.
 
Menurut Fahruddin, semua yang dilakukan dalam kongres itu, sudah sesusai dengan mekanisme, sebagaimana sidang-sidang pleno yang sudah diatur sedemikian rupa. Di saat-saat terakhir moment pemilihan ketua umum, ada 2 kandidat calon ketua umum yaitu Gator Brajamusti dan Andreas. Di detik-detik terakhir posisi Ketua Umum dimenangkan oleh GB, yang memenangkan perolehan suara sebanyak 474, sedangkan Andreas hanya memperoleh suara 78.
 
Dengan demikian mayoritas pemilih memilih GB. Pimpinan Sidang di Kongres ke XV di Lombok Mataram Nusa Tenggara Barat, tanggal 26 – 28 September 2016 mengesahkan Gatot Brajamusti sebagai Ketua Umum Parfi untuk periode masa bakti 2016 – 2021, dengan suara pemilih terbanyak.
 
“Pimpinan sidang telah mngesahkn aa Gatot sebagai pimpinan umum formatur tunggal , maka sebagai Pimpinan Formatur tunggal, Aa GB berhak membentuk tim formatur, dan Tim formatur itu dibentuk oleh beliau (GB) pada tanggal 28 September 2016, atau sebelum beliau ditangkap,” papar Fahrudin.
 
“Setelah tim formatur itu dibentuk, barulah malamnya, ada kejadian Aa Gatot ditangkap,” lanjut Fahrudin.
 
Kemudian GB memerintahkn tim formatur yang sudah terbentuk itu, untuk sesegera mungkin menyusun kepengurusan DPP. Maka susunan kepengurusan yang disusun oleh tim formatur itu adal sah. Penyusunan tim formatur itu sudah sesuai dengan AD/ART, yang mengamanatkan tim formatur bekerja selama hanya 30 hari.
 
Sebagai yang menerima mandate, Soultan Saladin mengaku akan berupaya menjalankan roda organisasi sesuai yang diamanahkan ketua umum Parfi Gatot Brajamusti, dengan mencanangkan paling tidak akan membuat film 100 film dalam setahun, dan dua film untuk setiap daerah.
 
Menyikapi kasus yang menimpa Ketua Umum Parfi GB, menurut Soultan, masalahnya harus pilah-pilah, “karena GB itu sahabat kami dan Ketua Umum Parfi, tapi dalam hal ini kami akan menunggu keputusan pengadilan,” ulas Soultan Saladin.
 
Disinggung tentang dukungan anggota Parfi terhadapnya, Soultan Saladin menyerahkan salah satu anggota parfi dan juga Ketua DPD Parfi Jambi, yaitu Bunda Ana untuk menawabnya.
 
“Insya Allah yang sudah saya kontak untuk di seluruh profinsi, semua Parfi di setiap profinsi yang ada di negeri ini, khususnya kami DPD Jambi dan DPD Medan setuju dan sepakat mendukung sepenuhnya Soultan Saladin menerima mandate untuk melaksanakan tugas dan fungsi roda organisasi Parfi,” jelas Bunda Ana.
 
Menurut Soultan, dengan adanya kasus GB, banyak hikmah yang bisa dipetik dan sangat luar biasa. Salah satunya adalah Nama Parfi semakin dikenal orang banyak.
 
“Artinya parfi yang selama ini tidak begitu dikenal sekarang sampai seluruh pelosok Indonesia tahu Parfi. Jadi pengorbanan GB ini luar biasa. Sampe anak-anak kecilpun tahu Parfi sekarang. Tinggal kami ini sekarang, bagaimana mengisi kebesaran nama Parfi ini. Itu tantangan,” kata Soultan Saladin yang juga menyebutkan ada sekitar 2000 anggota saat ini, dan menargetkan penambahan anggota Parfi menjadi satu juta untuk masa 5 tahun ke depan. (Puteriputeri – Lrd Viga-801/Riri).

Tinggalkan Balasan