Nyoba makan Shihlin, Snack khas Taiwan ?

Saya mengenal Shihlin Taiwan Street Snack pertama kali di Lippo Supermall Karawaci.

Ada 4 hal yang membuatku tertarik. pertama tentu logo halal Majelis Ulama Indonesia yang terpampang di etalase depan. Kedua, kebersihan. Ketiga, makanan alami berupa ayam dengan bumbu seperti bawang putih, cabe, dan lian-lain (walaupun tidak sama dengan makanan alami home made yang lebih fresh).

Keempat, pelayanan yang cepat dan cukup ramah.

shilin-1

 

Ingin mencoba makanan ringan ala Taiwan?
Coba cari tempat makan Shihlin, tapi jangan mencarinya di deretan restaurant. Biasanya kalau tidak di Foodcourt (Grand Indonesia) adanya di deretan tempat makan yang tidak ada meja dan bangku khusus, seperti di lantai LG Kuningan City.
Dari namanya saja sebenarnya kita sudah bisa menebak “Shihlin Taiwan Street Snacks”, makanan yang bisa dimakan sambil berjalan.

Salah satu favorit saya adalah XXL BBQ Chicken Katsu, Chicken katsu biasa yang sudah dipotong-potong, ditaburi bumbu cabai dan bumbu barbeque. Bedanya katsu di Shihlin dengan katsu di restaurant adalah di Shilin tidak tersedia nasi dan bukan diletakkan di piring melainkan paper bag khusus untuk makanan. Untuk harganya hanya Rp 27.000 sudah dengan pajak.
Kalau kita lapar tapi masih seru belanja, mampir saja di Shilin. Ringkas dan tetap enak disantap sambil shopping.

shilin-2

 

Saya rasa sebagian pembaca pasti sudah pernah mencicipi menu-menu si Shihlin. Benar, gerai-gerai Shihlin di berbagai mall ini selalu ‘dikerubuti’ penggemar, selalu ramai. Dengan menu andalannya XXL Crispy Chicken, Shihlin Taiwan Street Snacks selalu menjadi favorit pencinta jajanan ‘mall’.

Shihlin sendiri berasal dari nama sebuah pasar malam di Taiwan yang berisi berbagai macam jajanan pinggir jalan. Pasar malam ini terkenal dengan jajanannya yang lemak nian di lidah. Saking terkenalnya tempat tersebut, terciptalah jargon, “Kalau di Taiwan ada, di Shihlin pasti juga ada.”

Dengan konsep jajanan pasar ala Shihlin, Shihlin Taiwan Street Snacks menarik banyak pelanggan. Saya sendiri sudah mengenal gerai Shihlin di tahun 2009. Saat itu saya heran kenapa banyak orang dengan paperbag memegang bambu, lalu mencolokkan sepotong gorengan ayam. Lalu saya lihat teman saya membelinya, saya coba, dan ternyata rasanya sangat gurih!

shilin-1

 

Inilah menu pertama yang memperkenalkan saya dengan Shihlin. Sesuai namanya, fillet ayam berukuran XXL ini digoreng dengan tepung bumbu sehingga menghasilkan tekstur yang sangat renyah, saya masih penasaran dengan ‘racikan tepung bumbunya’. Ditambah dengan taburan bubuk lada + bubuk cabai, crispy chicken ini makin lemak nian…. XXL crispy chicken kemudian digunting kecil-kecil dan disajikan dalam paperbag, kemudian dimakan dengan ditusukkan bambu. Disajikan selagi hangat, menu ini membuat begitu laris. Bagi anda yang pencinta pedas, anda dapat meminta bubuk cabai yang lebih banyak.

(Liputan oleh : Veronica Juliani)

Tinggalkan Balasan