Salam hangat para pembaca puteriputeri.com semuanya, apa kabar ? Apakah kalian tahu Engelse Brug atau Jembatan Inggris Kota a.k.a (as known as) Jembatan Kota Intan ?


Jembatan kuno ini bukan berada di Eropa atau di Inggris teman, namun terletak di sebelah ujung utara Jl. Kali Besar Barat dan Jl. Kali Besar Timur, Jakarta Barat.

Jembatan Inggris atau Engelse Brug dikenal juga dengan nama Jembatan Kota Intan, yang juga pernah dikenal dengan nama Jembatan Pasar Ayam. Jembatan ikonik ini dibangun oleh pemerintah kolonial Belanda pada tahun 1628, dan telah mengalami pemugaran beberapa kali.

Jembatan Kota Intan pada mulanya dinamai Jembatan Inggris (Engelse Brug), karena di dekat jembatan itu pernah dibangun benteng pertahanan Inggris.

Jembatan Kota intan a.k.a Jembatan Inggris Kota

Nama jembatan kemudian berubah menjadi Jembatan Pusat (Het Middelpunt Brug) pada 1900, konon karena dikelola pemerintah pusat Hindia Belanda.

Jadi, dengan sedikit sentuhan sejarah masa lampau, maka saya pun melakukan ‘wisata selfie’ di “Jembatan Inggris” atau jembatan Kota Intan ini, karena letaknya di tengah Kota Jakarta dan mudah dijangkau.


Jembatan ini unik karena memiliki beberapa julukan nama antara lain : Jembatan Inggris atau dengan nama lain Jembatan Merah Kota, kemudian dikenal sebagai Jembatan Kota Intan, juga dulunya bernama Jembatan Engelse Brug, pernah bernama Jembatan Pasar Ayam atau ada juga yang menyebutnya sebagai Jembatan Gantung Kota.

Sangatlah mudah untuk menuju Jembatan Inggris (Engelse Brug) atau Jembatan Kota Intan ini, berangkat dari Rumah saya dengan menggunakan sepeda motor saya pun melalui jalan dari kawasan Mangga Besar lalu ke arah Kota dan sampailah saya kurang lebih lima belas menit di Jembatan Inggris yang ikonik ini

Setelah saya memarkir kendaraan saya disamping area Jembatan Inggris Kota tersebut saya pun langsung menuju pintu masuk Jembatan Inggris Kota tersebut.

Dengan membayar uang sebesar Rp.2.500,- untuk fasilitas pembersihan kebersihan jembatan Inggris ini saya pun dapat masuk.

Inilah photo momen saya ketika sedang berdiri didepan Jembatan Inggris tersebut. Saya menggunakan fish eye lens untuk mengabadikan foto di jembatan Inggris ini.

Setelah mengabadikan momen tersebut saya pun tak lupa menanyakan tentang sejarah berdirinya Jembatan Inggris Kota ini tersebut.

Jembatan Inggris kota ini dibangun oleh VOC pada tahun 1628, untuk penghubung antara Benteng Belanda dan Benteng Inggris, yang berseberangan dibatasi oleh kali besar. Karena itulah jembatan ini disebut Jembatan Inggris atau Engelse Brug.

Tak lama usianya, jembatan ini rusak ketika Banten dan Mataram menyerang Benteng Batavia tahun 1628-1629. Setahun kemudian dibangun kembali oleh Belanda, saat itu dikenal dengan nama de Hoenderpasar Brug (Jembatan Pasar Ayam), karena lokasi di sekitarnya jadi tempat perdagangan ayam.

Jembatan kota Intan adalah nama terkahkir yang diberikan, karena letaknya dekat dengan salah satu bastion kastil Batavia yang bernama Bastion Diamant / Intan. Kastil Batavia yang merupakan Kota Tua Batavia, disebut sebagai Kota Intan.

Dahulu ada banyak jembatan sejenis ini di Batavia, yang dibangun dengan gaya tradisional Belanda. Banyak kanal dibangun Belanda di Batavia, sebagai pengaturan tata-air maupun untuk transportasi sungai.
Akibatnya, banyak pula diperlukan jembatan penghubung tahun 1655 jembatan ini kembali diperbaiki karena kerusakan akibat banjir dan korosi air laut, nama pun berganti menjadi Het Middelpunt Brug.

Pada April 1938 diubah menjadi jembatan gantung, agar dapat diangkat untuk lalu lintas perahu dan mencegah kerusakan akibat banjir, namun bentuk dan gayanya tak pernah diubah.

Lalu dinamai Ophalsbrug Juliana atau Juliana Bernhard, karena waktu itu Ratu Juliana yang menjadi Ratu Belanda. Sebelumnya, dinamai Jembatan Wilhelmina (Wilhelmina Brug) Ibu dari Juliana.

Saat ini, Jembatan Kota Intan merupakan satu-satunya yang tersisa dari jembatan sejenis yang pernah dibangun Belanda.

Setelah mendengarkan tentang sejarah dari Jembatan Inggris Kota atau yang juga dikenal dengan Jembatan Merah Kota ini saya pun duduk-duduk diatas jembatan tersebut.

Hembusan angin yang terasa menyejukkan badan saya dan ternyata berwisata selfie ke tempat bersejarah yang merupakan salah satu dari simbol sejarah Jakarta ini, juga menambah wawasan saya.

Setelah mengabadikan momen-momen di saat saya berada di jembatan nan ikonik ini, saya pun langsung melanjutkan perjalanan saya untuk kembali pulang.  Sebenarnya jembatan ini akan lebih indah pada malam hari, namun saya tak sempat memiliki banyak waktu.

Mungkin para pembaca saja yang melihat keindahan jembatan ini pada malam hari.

Inilah cerita ‘wisata selfie’ saya Desy Ariany yang memilih wisata di Jembatan Inggris Kota atau Jembatan Bastion Diamant yang diterjemahkan menjadi Jembatan Kota Intan.

Jembatan ini kerap dijadikan tempat wisata, lokasi pre wedding photo, dan kini sayapun dapat mengetahui tentang asal-usul jelas berdirinya Jembatan Inggris Kota ini.

Jadi saat selfie ternyata juga bisa sambil belajar sejarah  🙂

Semoga bermanfaat bagi kalian para pembaca semuanya. Salam wisata khas puteriputeri.com. Terimakasih.

(Liputan oleh : Desy Ariany)

Tinggalkan Balasan