Ada lagu yang teksnya ”Oh kembalikan Bali-ku padaku” saya menyanyikannya : “Oh aku ingin kembali lagi ke Bali 🙂

Liburan paling berkesan dan tak terlupakan ini saya dan keluarga merencanakan bepergian liburan ke Bali.

Tetapi, Supaya ongkos perjalanan murah dilakukan pemesanan tiket dari Depok/Jakarta menuju ke Yogyakarta.

Harga Bis yang kami pesan Rp 100.000,-/orang. Setelah memesan karcis kami menunggu waktu keberangkatan bis pada jam 4 sore.

Sebelum jam 4 sore sudah tiba di terminal bis, dan setelah jam 4 sore kami langsung menaiki bis menuju Yogyakarta.

Menempuh perjalanan jauh, kami membawa cemilan sedikit sekedar mengganjal perut kami. Jalan yang dilalui oleh bis tersebut Via Jalan Haji Juanda, Tol Cikampek, dan Tol Cipali.

Pada jam 10 malam, bis berhenti untuk beristirahat dan para penumpang bis turun untuk beristirahat. Setelah sejam berlalu, kami langsung naik ke bis itu lagi.

Keesokan paginya sekitar jam 5, bis telah sampai tepat pada waktunya meskipun kami memasuki daerah Kulon Progo, Yogyakarta. Sekitar jam 6, Bis telah sampai di terminal Giwangan Bantul, Yogyakarta. Kami turun dan langsung memesan tiket perjalanan ke pulau Bali.

Tetapi yang ramainya adalah banyak calo yang menawarkan tiket perjalanan ke Bali.

Hal itu malahan menjadi tidak jelasnya dalam harga tiket ke Bali yang sebenarnya.

Tetapi, untungnya kami menemukan harga tiket ke Bali yang tepat. Awalnya hari biasa untuk tiket ke Bali seharga Rp 350.000,-/orang, dan kalau hari liburan ditambah Rp 20.000,- saja.

Dengan harga yang jelas, kami pun jadi berangkat ke pulau Bali, dan memutuskan untuk berangkat pada tanggal 28 Desember dan waktu keberangkatan jam 3 siang.

Pada tanggal 28 Desember sebelum pukul 3 siang kami sudah berangkat menuju terminal Giwangan dari jam 1 siang. Setelah kami tiba di terminal Giwangan, kami pun menunggu kedatangan bis menuju Bali.

Tidak lama kami menunggu bis itu datang sebelum jam 3, bis itu sudah datang. Kami langsung menaiki bis. Tepat pada jam 3 siang bis akan berangkat dari terminal Giwangan-  Jogja.

Perjalanan memakan waktu seharian berada dalam bis sampai jam 7 pagi. Jam 8 pagi, Kami sudah tiba di pelabuhan Ketapang.

Bis pun berhenti di pelabuhan Ketapang, Banyuwangi untuk menunggu datangnya kapal Ferry (Kapal antar pulau).

Sekitar jam setengah sembilan, bis masuk ke dalam Ferry. Kami melewati Selat Bali memakan waktu sejam setengah. Baru pertama kalinya saya bepergian jauh dengan keluarga saya.

Sampai di Pelabuhan Gilimanuk, Bali jam 11 siang, tak lama kemudian seluruh penumpang bis diminta untuk turun dari bis kecuali anak-anak. Setelah kami diperiksa dari pihak berwenang kami menunggu di halte bis.

Kami langsung naik ke bis dan melanjutkan perjalanan menuju terminal ubung, Bali. Sekitar jam 2 siang kami mencari hotel di sekitar dekat terminal.

Akhirnya kami, menemukan hotel dekat dari Terminal Ubung. Kami langsung check in hotel dan menunggu nomor kamar yang sesuai. Akhirnya kami mendapatkan kamar hotel dengan harga Rp 450.000,-/malam. Melepas lelah seharian di bis.

Keesokan pagi, jam 7 seperti jam 8 hanya berbeda satu jam. Kami keluar hotel dan mencari taksi. Setelah menemukan taksi, Saya dan keluarga saya ingin pergi ke pantai Kuta, Bali. Dengan tarif lumayan murah, kami telah sampai di pantai Kuta.

Di tengah Pantai Kuta, banyak sampah laut yang berserakan. Kami berfoto-foto di pantai itu dan bermain air di tepi pantai. Hati saya merasa senang saat berada di tepi pantai.

Kuta Beach

Setelah itu, kami mengitari wilayah kuta. Dan pada saat itu, kami masih asing di wilayah baru yang kami kunjungi. Sehari-hari kehidupan orang Bali sudah terbiasa menghadapi peradaban orang asing yang kebanyakan turis asal Russia dan Australia.

Pada jam 1 siang kami pulang ke hotel menggunakan taksi. Tiba di hotel, supir taksi langsung mau menawarkan jasa antar-jemput berwisata. Kami langsung menerima tawaran dari supir taksi itu dan diberikannya nomor telepon saat kita melakukan perjalanan.

Saya sempat mampir untuk berfoto di Monumen Tragedi Kemanusiaan yang mengingatkan kita agar tidak ada lagi kejadian menyedihkan di Bali, oleh siapapun.

Tanggal 31 Desember jam 6 pagi, kami merencanakan pergi ke Tanah Lot.

Perjalanan memakan waktu kurang lebih satu jam. Tiba di Tanah lot pukul 8 pagi, kami langsung menuju Tanah lot. Ini memang yang ditunggu-tunggu oleh saya dan keluarga. Wah…benar-benar pemandangan yang indah di tanah lot. Saya langsung mengambil foto sebanyak mungkin untuk kenang-kenangan. Setelah itu, kami merasa cukup puas mengunjungi tanah lot. Jam 12 siang kami langsung menuju taksi dan pulang ke hotel. Tiba, saatnya kami menunggu di penghujung Tahun Baru.

Kami berada di hotel saja. Tanggal 1 Januari kami langsung berkemas barang untuk minggat dari hotel. Perjalanan yang singkat di bali karena dananya tak mencukupi. Kami merasa kangen bali, mungkin suatu saat kami akan mengunjungi Pulau Dewata ini. Good Bye….Bali Island!!

(Liputan oleh :  Benedictus Dewanto)

Tinggalkan Balasan