Siapa yang tidak mengenal makanan “Rendang” yang biasanya dijual di rumah makan khususnya rumah makan Padang. Rendang merupakan makanan khas yang berasal dari Minangkabau, Sumatera Barat.

Masakan khas Minang ini sangat terkenal bahkan sampai mancanegara dikarenakan pada umumnya masyarakat Minangkabau suka merantau, sehingga kuliner Rendang ikut menyebar ke seluruh Indonesia dan bahkan Dunia.

Bahkan Rendang daging yang berasal dari Sumatera Barat dikategorikan sebagai satu dari 50 makanan paling enak di dunia.

Rendang seperti dirilis CNNgo, pekan lalu, menempati urutan ke-11 makanan paling enak berdasarkan survei itu.

Biasanya dalam tradisi Minangkabau, Rendang merupakan makanan yang wajib disajikan dalam setiap acara yang ada, seperti : upacara adat, pernikahan, menyambut tamudan lain-lain.

Padatahun 2011, Rendang Kebanggaan Orang Indonesia ini masuk dinobatkan sebagai salah satu hidangan terlezat di dunia dalam daftar World’s 50 Most Delicious Foods (50 Hidangan Terlezat Dunia) yang digelar oleh CNN International.

Pada tahun itu pula, diadakan Festival Rendang yang dipusatkan di Ruang Terbuka Hijau Imam Bonjol, Kota Padang.

Festival tersebut diikuti oleh 5200 pesertadari 104 kelurahan se-Kota Padang.
Masyarakat Minangkabau memiliki filosofi tersendiri mengenai Rendang, yaitu musyawarah dan mufakat, yang diambil dari empat bahan baku pokok yang melambangkan keutuhan masyarakat Minang, yaitu :

1. Dagingsapi, melambangkan “Niniak-Mamak” (pemimpin suku adat)
2. Kelapa, melambangkan “Cadiak-Pandai” (kaum Intelektual)
3. Cabe, melambangkan “Alim-Ulama” (yang pedas, tegas untuk melambangkan syariat Agama)
4. Bumbu, melambangkan keseluruhan msyarakat Minangkabau

rendang-bumbu
Campuran bumbu Rendang.

 

Rendang Kebanggaan Orang Indonesia adalah masakan yang kaya akan bumbu rempahnya.

Pada daerah yang ada di Sumatera Barat, tidak semuanya menghasilkan rendang dengan cita-rasa yang sama.

Setiap daerah biasanya memiliki cita rasa yang berbeda-beda.

Namum secara umum, Rendang berbahan baku yang sama yaitu :daging, santan kelapa, cabe merah, dan bumbu-bumbu pelengkap lainnya.

Bumbu pelengkap yang digunakan antara lain :bumbu bubuk rendang, jahe, lengkuas, bawang merah, bawang putih, serai, daun jeruk, daun kunyit, dan lain-lain.

Perbedaan jenis dan jumlah bahan yang digunakan menyebabkan cita rasa yang berbeda terhadap rendang yang dihasilkan.

Berdasarkan letak geografis di Sumatra Barat, Rendang dibagi menjadi dua jenis yaitu : “Darek”, Rendang yang terletak di dataran tinggi. Daerah Darek merupakan daerah-daerah tua tempat asal Kerajaan Minangkabau, seperti Kabupaten Agam, Kabupaten Tanah Datar, Lima Puluh Koto, Payakumbuah, Padang Panjang dan Bukit Tinggi.

Rendang jenis lainnya yaitu Rendang “Pesisir” yang terletak di dataran rendah.

Daerah Pesisir seperti Kota Pariaman, Kabupaten Padang Pariaman, Kota Padang, Kabupaten Pesisir Selatan dan Pasaman.

Rendang sendiri telah ada sejak abad ke-19,namun salah satu sejarawan dari salah satu Universitas di Padang menduga bahwa Rendang sudah mulai muncul sejak abad ke-16.

Sampai saat ini Rendang makanan khas Padang tidak pernah surut dan tergerus kuliner luar negeri yang masuk dengan derasnya, bahkan Rendang semakin marak ditemari generasi muda, coba tengok saja rumah makan Padang yang ada di setiap sudut Nusantara.

Namun, masih terbesit tanda tanya besar, mengapa masakan Rendang yang memiliki cita rasa sangat kaya akan rempah ini justru kalah tenar dengan kuliner khas Negara lain, Jepang misalnya ?

Menurut chef terkenal di Australia, ia mengatakan bahwa bangsa Indonesia hanya perlu lebih gencar mempromosikannya ke Dunia dan tidak hanya Rendangnya saja yang harus di pamerkan tetapi kita juga harus menyajikan kisah di balik kuliner Rendang ini. Begitulah Rendang Kebanggaan Orang Indonesia ini yang makin mendunia.

(Liputan oleh :  Arvio de Putra)

Tinggalkan Balasan