Mari Simak Rahasia Kecantikan dengan tema Cantik ala Legenda Kecantikan Roro Jonggrang. Siapakah Roro Jonggrang atau Rara Jonggrang ?


Roro Jonggrang adalah seorang puteri raja pada jaman wangsa Syailendra, kira-kira tahun 700 masehi.
Legenda kecantikan Roro Jonggrang sampai membuat ksatria bernama Bandung Bandawasa (Bandung Bondowoso), tertantang untuk membuat 1000 candi, yang sekarang dikenal sebagai Kompleks Candi Sewu, yang di dalamnya teramsuk candi Prambanan.

Mungkin Bandung Bandawasa pada jaman itu adalah ksatria sekaligus arsitek dan kontraktor pemborong candi pada masa itu.

Karena saking cintanya pada Rara Jonggrang, dia mau menerima syarat Rara Jonggrang untuk membangun 1000 candi plus Prambanan.

Konon dalam waktu satu malam.

Namun, ya itu kan legenda. Bisa saja Bandung Bondowoso yang ksatria pemborong kontraktor candi jaman dulu, memang dijanjikan bisa menikah dengan sang puteri raja yakni Roro Jonggrang kalau dia berhasil membuat 1000 candi dalam waktu tenggat, atau dead line termin yang telah ditentukan.

Jadi waku satu malam ini mungkin menggambarkan betapa sang kontraktor kepepet batas waktu proyeknya dalam tahun anggaran kerajaan.

Masuk akal bila para pengusaha kontraktor jaman wangsa Syailendra tertarik pada kecantikan Puteri raja sang Roro Jonggrang.

Tak ubahnya seperti para pengusaha kontraktor jaman sekarang naksir wanita cantik mungkin anak pejabat untuk dijadikan istri sang kontraktor pemborong itu. Jaman boleh berubah namun kan sebenarnya kisah ini ya lazim kita temui jaman sekarang.

Ada puteri pejabat yang cantik, kemudian ada pengusaha pemborong atau kontraktor proyek pemerintah yang jatuh hati.

Kan sama saja, cuma beda waktunya saja.

Kalau jaman dulu jadi legenda 1000 candi semalam dan jadi patung segala, yang proyeknya membangun candi. Sedangkan satu lagi jaman kekinian yang proyeknya bisa jalan, jembatan atau bendungan.

Nothing new under the sun.

Puteriputeri.com hanya tertarik pada rahasia legenda kecantikan Roro Jonggrang ini.
Setelah Puteri melakukan riset, diketahui bahwa pada waktu itu jaman wangsa Syaliendra yakni dalam kurun waktu jaman tahun 674 masehi hingga tahun 800 masehi wangsa Syailendra atau dinasti Syailendra ini memerintah tanah Jawa dan sebagian Nusantara.

Dalam sejarah nyata, tercatat pada masa pemerintahan Raja Indra (782-812), puteranya, Samaratungga, dinikahkan dengan Dewi Tara, puteri Dharmasetu, Maharaja Sriwijaya.

Prasasti yang ditemukan tidak jauh dari Candi Kalasan memberikan penjelasan bahwa candi Kalasan tersebut dibangun untuk menghormati Dewi Tara. Pada tahun 790, dinasti Syailendra menyerang dan mengalahkan Chenla (Kamboja Selatan), kemudian sempat berkuasa di sana selama beberapa tahun.

Dalam riset puteriputeri.com, tentang kecantikan Roro Jonggrang yang patut diduga sebagai nama lain atau nama populer Dewi Tara. Ini lebih masuk akal, karena mirip artis jaman sekarang, nama asli KTP jelas beda dengan nama populernya.

Ya, kalau jaman dulu kan Roro Jonggrang ini jelas termasuk dalam kategori selebritis jaman kuno. Pastinya sebagai puteri kerajaaan tentunya lazim kalau bisa Nembang (nyanyi), Nari (dance), dan disainer baju (menenun). Kan itu semua hanya beda waktu saja. Sekali lagi nothing new under the sun.
Pada jaman tahun 700 masehi itu apakah bahan-bahan alamiah sumber perawatan kecantikan rara Jonggrang atau Jaman Dewi Tara ini ?

Setelah Puteri dengan dibantu Dara melakukan riset dengan membuka sejumlah lembaran lontar kuno, kropak kuno, diketahui pada masa itu para wanita bangsawan sudah lazim memakai riasan untuk mempercantik wajah para puteri bangsawan. Termasuk kecantikan ala Roro Jonggrang.

Seni tata rias jelas merupakan keahlian yang harus dikuasai oleh para puteri bangsawan termasuk Dewi Tara atau pula Roro Jonggrang.

Mungkin kalau masa kini adalah sekaliber keahlian jurusan tata rias di Sekolah Menegah Kejuruan (SMK). Kan sama saja, hanya beda jaman saja.

Sekali lagi nothing new under the sun.

Diketahui para Puteri bangsawan pada abad-abad itu telah megngunakan beberapa Tips Kecantikan ala Roro Jonggrang untuk mempercantik wajah dan penampilan sebagai berikut :

1. Bedak atau Pupur

Pupur atau bedak menempati peringkat pertama tata rias wajah wanita bangsawan jama dulu. Tips Kecantikan ala Roro Jonggrang ini adalah meramu bedak dengan bahan kapur enjet atau kapur sirih yang dicampur dengan tepung beras ketan.

kapur sirih (enjet)

 

Jadi namanya dari jaman dulu ya pupur.
Dari istilah kapur enjet ini disebut pula kapur hidup atau kapur sirih, dan berbeda dengan bahan kapur papan tulis yang panas di kulit.

Penjelasan ilmahnya adalah Kapur sirih Ca(OH)2 dan Kapur tulis CaSO4 sama2 berasal dari CaCO3.
Untuk membuat kapur sirih, CaCO3 dibakar menjadi CaO lalu disiram air sehingga menjadi CaO + 2H2O –> Ca(OH)2 .

Cara membuat pupur sebagai bedak jaman dulu ini adalah seperempat sendok kapur enjet atau kapur sirih yang biasa dibuat Nginang ini dicampur dengan satu cawan tepung beras ketan.

Dipilih tepung beras ketan bukan beras padi, karena beras ketan lebih putih dan lebih halus dan lebih dingin, caranya dihaluskan sampai halus benar, ditumbuk dengan lesung kecil.

Campuran kapur enjet dan tepung ketan ini kemudian dijadikan bedak organik atau sebagai bahan pupuran wajah.

Di mana 100 persen bahannya adalah bahan makananan kalau jaman kekinian ya disebut 100% food grade, yang tidak berbahaya bagi tubuh. Pintar kan para puteri bangsawan jaman dahulu dalam membuat pupur atau bedaknya.

Kandungan yang dimiliki kapur enjet atau kapur sirih seperti kadinen, sineol, karvakol, kavinol, dan zat samak yang baik untuk kesehatan. Maka tak ada salahnya menggunakan kapur sirih untuk mengatasi masalah kulit.

Para puteri bangsawan jaman dulu hanya mencampurkan seperempat sendok kapur sirih atau kapur enjet atau nama lain kapur hidup ini ke secawan tepung betas ketan karena, jika kebanyakan takarannya kandungan yang ada di kapur sirih tersebut akan cukup panas terasa di wajah jika kebanyakan takaran dipakai.

Namun diketahui juga malah ada puteri jaman dulu yang sengaja mencampur sedikit bubuk belerang kuning yang didapat dari Gunung Ijen, agar menjadi exfoliator atau bahan pengelupasan sel kult mati alami.

Namun, mungkin jaman segalanya berbeda, masih bersih, dan dulu udara masih belum tercemar asap knalpot, jadi wanita cenderung lebih sehat. Jadi kulit wajah mengelupas, akan sel kulitnya akan cepat meregenerasi dengan lapisan baru.

Dikenal sejak jaman itu dengan jumlah takaran yang sedikit, kapur enjet kemudian dicampur dengan tepung beras ketan yang takarannya lebih banyak.

Efeknya membuat warna putih pupuran lebih tahan lama dan tidak panas di wajah.

Untuk bedak dingin, sebelum tidur para puteri bangawasan jaman dulu akan memakai adonan pasta tepung beras ketan yang telah dibasahi hingga menjadi masker.

Bedak dingin dari beras ketan sebagai masker wajah sangat dingin dan cocok untuk rahasia awet muda dan mengecilkan pori-pori kulit.

2. Perona Pipi ala Roro Jonggrang

Perona pipi kalau bahasa moderennya disebut blush on. Puteri menemukan indikasi bahwa perona pipi jaman dulu telah dikenakan oleh para wanita bangsawan puteri kerajaan dengan cara menambahkan perona merah alami pada pipi agar wajah terlihat segar dan cantik. Warna perona pipi pada jaman dahulu ada dua macam :

Cara pertama masih dari bahan bubuk kayu secang. Caranya kayu secang di ambil tengahnya, dijadikan bubuk halus, dan warna merah bubuk ini akan makin merah jika terkena kulit manusia yang lembab karena zat cair keringat akan makin memerahkan bubuk secang ini.

Jadilah perona pipi atau blush on jaman kuno.

Kedua dengan cara menumbuk bunga mawar merah agar sari warna merahnya keluar. Dan tinggal diusapkan ke pipi untuk dilapisi lagi degan pupur, jadilah 2 (dua) cara blush on ala Roro Jonggrang.

Pelentik bulu mata alami

Para wanita bangsawan jaman tahun 700 masehi, jaman Roro Jonggrang, atau Dewi Tara hidup telah mengenal bagaimana membuat lentik bulu mata secara alami.

Ternyata caranya adalah dengan menggunakan Campuran Daun sirih dan Lidah Buaya.
Lidah buaya dapat digunakan untuk melebatkan sekaligus melentikkan bulu mata.

Caranya : Siapkan daun sirih yang masih muda. Kemudian para puteri bangsawan ini termasuk juga Roro Jonggrang sebagai selebritis kerajaan akan menumbuk daun sirih ini di dalam bokor kecil hingga mengeluarkan lendir.

Kemudian para puteri bangsawan ini akan mengoleskan lendir daun sirih tersebut pada ujung lidah buaya yang sudah dipatahkan hingga cairan tersebut menyatu. Ditunggu sebentar, dan kemudian tinggal mengoleskan cairan campuran alamiah itu pada bulu mata. Hasilnya wuihh… bulu mata lentik ala Roro Jonggrang.

Jika hendak balik ke bangsal keputren karena acara kerajaan sudah selesai, para puteri tinggal membebersihkan bulu mata menggunakan daun sirih baru yang sudah dicelupkan air hangat. Beres lah.

Acara kerajaan ini biasanya menari di depan para bangsawan lainnya. Tujuanya apa ? ya jelas sudah bahwa tujuannya adalah performance, tampil di depan para bangsawan kaum royal lainnya, siapa tahu ada para ksatria yang naksir. Tujuannya selain perform seni ya perjodohan, kan begitu.

Penghilang bulu ketiak dan pembersih tubuh alami.

Roro Jonggrang pastinya juga tahu kalau sudah wajahnya cantik, tubuhnya sintal, namun kalau bulu ketiaknya lebat mengerikan…. ya pastinya para pangeran termasuk Bandung Bondowoso ya jelas akan urung membuat Candi Sewu plus Candi Prambanan.

Jadinya pasti ga semangat melihat bulu ketiak yang tumbuh lebat mengerikan pada tubuh yang mulus dan sintal.

Maka itu sang Roro Jonggrang punya rahasia membersihkan bulu ketiak juga menghilangkan bau keringat yang kurang sedap.

Caranya masih pakai kapiur enjet atau kapur sirih yang dihaluskan lagi kemudian diayak dan disaring sebanyak satu cawan kecil.

Lalu ambil daun sirih sejumlah 7 lembar ditumbuk halus, ditambah ketumbar sedikit kira-kira sejumput, yang ditumbuk halus, ditambah juga daun sereh wangi secukupnya untuk ditumbuk halus kesemua bahan itu.

Bahan-bahan itu kemudian dijadikan semacam pasta, dengan diberi air bersih secukupnya agar menjadi pasta.

Untungnya di bangsal keputren biasa mengalir air jernih dari sumber mata air pegunungan.

Nah pasta itu kemudian dibalurkan pada ketiak atau lipatan lengan, pundak, lipatan tangan, lipatan paha di mana biang keringat apalagi jamur biasa tumbuh dan menginfeksi kulit manusia di daerah tropis.

Karena cantik itu butuh upaya tak kenal lelah. Maka para puteri bangsawan jaman dulu kini termasuk rara Jonggrang sebagai selebritis jaman Wangsa Syailendra akan memempuh cara-cara ini agar ksatria seperti Bandung Bondowoso kepincut dan rela bersaing dengan ksatria lainnya.

Bahkan karena kesengsem dengan kecantikan yang membuat pria gagal fokus, maka para pria ksatria pilihan, para kontraktor pemborong candi jaman dulu rela berbuat apa saja untuk mengambil hati Roro Jonggrang.

Termasuk dengan membuat candi dalam waktu singkat yang telah ditentukan.
Sampai disini mungkin ada yang bertanya:

“Lha kok dibatasi dalam waktu singkat sih untuk membangun Candinya, mengapa?”

Jawabnya : Mungkin kalau lama-lama, bukan hanya Roro Jonggrang yang bete, kas anggaran kerajaan juga bisa jebol terkuras akibat molornya waktu pengerjaan proyek.

Atau kalau tak sesuai jadwal malah proyeknya hancur terbengkalai seperti : “Monumen Sejarah Super Korupsi Indonesia Sport Centre Hambalang”.

Kalau jaman dulu candi Prambanan dikorupsi maka si Bandung Bondowoso bukannya dapetin Roro Jonggrang, bisa-bisa kerajaannya bangkrut dan banyak hutang.

Untung candi Prambanan tidak dikorupsi seperti ‘Candi Sport Centre Hambalang’ peninggalan Rezim Keenam terdahulu.

Legenda mengisahkan Roro Jonggrang yang tetap tidak mau menikah dengan Bandung Bondowoso meski candinya sudah jadi, akhirnya dikutuk menjadi patung.

Tapi ya kan ini legenda… mana ada orang jadi patung ? lebih besar lagi patungnya…

Kemungkinan besar pada kenyataannya, proyek candinya agak molor karena kan musim hujan, dan Roro Jonggrang sebagai puteri raja marah, karena kerajaan mengeluarkan banyak tambahan biaya.

Namun biasanya puteri raja seperti Roro Jonggrang biarpun sempat ngambek, tetapi tetap akan menikah juga pada akhirnya, dan untuk mengabadikan kecantikannya, Sang Bandung Bondowoso atau Samaratungga, katakanlah begitu, sang suami, dia mengutus membuat patung istrinya Roro Jonggrang, agar bisa terus dilihat kecantikannya sampai pada jaman kita.

Pembaca puteriputeri.com bisa melihat patungnya kalau wisata ke Prambanan.

Kalau jaman sekarang ya kita bisa lihat pada banyak museum lilin, kan banyak selebritis cantik dibuat patungnya, simpelnya kan begitu…

Oke salam kecantikan khas puteriputeri.com. Terimakasih sudah menyimak uraian sejarah kecantikan khas puteriputeri.com.

(imung mung ming)

Tinggalkan Balasan