Puteriputeri – Jakarta, Pekan Raya Indonesia (PRI), sebagai pekan raya termegah tahun 2016 ini, telah resmi dibuka oleh Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Triawan Munaf, di arena indoor terbesar Gedung ICE BSD, Kamis (20/10/2016) ditandai dengan rampak bedug, salah satu kesenian tradisional khas Banten, disaksikan puluhan ribu pengunjung dari berbagai lapisan masyarakat dari berbagai wilayah, yang ingin menyaksikan ribuan suguhan menarik di pesta rakyat Indonesia.
 
PRI, merupakan pesta rakyat Indonesia yang dikemas dengan teknik entertainment yang untuk pertama kali digelar penyelenggara selama 18 hari, melingkupi hall 1 hingga 10 Indonesia Convention Center (ICE) BSD yang berdiri diatas tanah seluas 60.000 m2 ini, siap memberikan hiburan kepada seluruh anggota keluarga.
 
PRI mengusung konsep serba seribu, yaitu konser 1.000 band, 1.000 kuliner warisan nusantaa dan urban, beragam wahana permainan keluarga serta pameran multi produk yang digelar mulai 20 Oktober – 6 November 2016.
 40-img-20161020-04547
“Pekan Raya Indonesia 2016 adalah pesta rakyat Indonesia yang mengedepankan kenyamanan yang maksimal karena diselenggarakan di ICE BSD City yang merupakan venue indoor dengan standar Internasional. Event ini akan menjadi wadah dan pendorong utama para pelaku usaha baik skala usaha kecil, menengah maupun industri, meningkatkan akselarasi perekonomian rakyat, serta memanjakan masyarakat yang dapat berbelanja sekaligus berwisata menjelang akhir tahun. Ini diharapkan dapat menjadi penggerak ekonomi dan bisnis serta memperluas kesempatan dan lapangan kerja baru sehingga tercipta pertumbuhan ekonomi nasional,” ujar Irwan Oetama, Ketua PRI 2016.
 
Masyarakat dapat menikmati serunya PRI ini dengan membayar tiket Rp.25.000 untuk hari Senin-Jumat, sedangkan Sabtu dan Minggu, tiket masuk dijual dengan harga Rp.35.000.
 
Tiket sudah bisa dibeli mulai 1 Oktober, di Indomaret, Alfamart dan Kiostix. PRI dibuka dibuka pukul 15.00 – 22.00 WIB untuk hari Senin sampai Jumat. Sedangkan khusus hari Sabtu dan Minggu dibuka pukul 10.00 – 23.00 WIB.
 
Lokasi PRI mudah dijangkau, melalui dua jalur tol, yaitu jalan Tol JORR Pondok Indah – Bintaro – BSD dan jalan Tol Kebon Jeruk – Serpong. Jalan tol JORR W 2 Ulujami – Serpong juga mempercepat  akses ke ICE. Bagi para pengguna KRL  Commuter Line juga dapat menjangkau lokasi ICE melalui rute Tanah Abang – Serpong, berhenti di Stasiun Rawabuntu.
 
Untuk memudahkan pengunjung, penyelenggara PRI juga menyediakan bus Shuttle di 5 zona, antara lain Stasiun Rawabuntu dan AEON (zona 1), Terminal Trans BSD (zona 2), BSD Junction (zona 3), SMS (zona 4), dan Bintaro X Change (zona 5).
 
PRI juga memanjakan para penikmat wisata aneka kuliner, dengan memberikan keleluasaan pengalaman rasa kepada pengunjung untuk dapat menikmati aneka rasa dengan mencicipi kekayaan kuliner Nusantara dan kuliner modern, yang berada di hall 1 dan 10. Ini akan menjadi surga bagi para pecinta kuliner.
 
Beberapa menu kuliner yang berjaya dari jaman ke jaman, bisa dinikmati pengunjung seperti Toko Oen Semarang (sejak 1936), Soto Ahri Garut (sejak 1943), Kupat Tahu Gempol (sejak 1965), Es Kopi Tak Kie (sejak 1927), Nasi Campur Bukit Tinggi Keramat Soka (sejak 1970), Mangut Ikan Manyung Bu Fat (sejak 1969), Ayam Bakar Mbok Sinten (sejak 1948), Martabak Kubang Hayuda & Roti Cane (sejak 1928), Gudeg Yogya Laminten (sejak 1980), Es Durian Iko Gantinyo (sejak 1986), Ketupat Sayur Gloria (sejak 1965), Lontong Balap Bioskop Ria (sejak 1958), Depot Legenda Tahu Tek Cak Kahar (sejak 1970), Nasi Uduk & Nasi Ulam H Yoyo (sejak 1970), Nasi Jamblang Mang Dul Cirebon (sejak 1970), Soto Roxy H Darwasa (sejak 1948), Depot Hits (Han Tjwang Sing) Malang (sejak 1927), Nasi Bogana May-May (sejak 1988), Kue Balok Ma’Oyoh (sejak 1945), Rumah Dodol Betawi (sejak 1970), Ketan Susu Kemayoran (sejak 1958) dan masih banyak lagi aneka kuliner lainnya. 
 
Pekan Raya Indonesia juga menghadirkan panggung utama konser 1.000 Band 100% musik Indonesia yang akan menempati hall 2. Tidak hanya musisi yang telah memiliki nama besar di industri musik tanah air, namun PRI 2016 juga memberikan wadah untuk musik alternative seperti band indie dan para pendatang baru serta para seniman street performance.
 
Selain Band, PRI juga menampilkan ragam atraksi budaya Indonesia di panggung nusantara yang siap menampilkan penampilan musik dari beragam daerah, seperti  penampilan Nusa Tuak dari Nusa Tenggara Timur, Horja Bius dari Batak – Sumatera Utara, Sakatalu dari Jawa Barat, Passare Ensemble dari Sulawesi Selatan, Alam Dewata Band dari Bali, dan banyak lagi lainnya.
 
Pengunjung juga akan dihibur oleh pagelaran budaya seperti Tari Lesung dari Banten, Sisingaan dan Jajangkungan yang merupakan kesenian Sunda, Tari Kabasaran Minahasa dari Sulawesi Utara dan lain-lain.
 
Venue hall 3 akan dimeriahkan dengan beragam gerai multi produk dengan potongan harga khusus yang hanya ada di PRI antara lain gerai anak-anak, gerai busana dan gaya hidup, kosmetik, gerai barang-barang consumer, furniture, peralatan rumah tangga, multiproduk, gadget dan teknologi informasi, hingga gerai otomotif (motor dan mobil).
 
Hall 9 akan menjadi surga para anak, karena terdapat beragam pameran produk mainan, permainan anak dan wahana conjuring house serta wahana dunia salju. Hadir juga beragam permainan anak, seperti horse riding, gokart, paint ball, feeding pet, trampoline, istana balon, becak mini, dan permainan seru lainnya.
 
“Inilah keunikan lain dari PRI 2016, adalah merasakan pengalaman baru fun education bukan saja untuk anak-anak, tapi untuk seluruh keluarga. Selamat kepada seluruh masyarakat Indonesia untuk menikmati kemeriahan PRI 2016 dan mendapakan pengalaman baru dalam berwisata belanja dan berwisata kuliner serta menikmati hiburan yang menjangkau semua kalangan masyarakat,” ujar Irwan Oetama.
 
Indonesia Convention Exhibition (ICE) adalah gedung exhibition dan convention venue terbesar di Indonesia. Gedung prestisius berskala internasional ini dibangun di atas lahan seluas 22 hektar, berlokasi di kawasan BSD City – Selatan Jakarta.
 
ICE merupakan venue yang dikembangkan bersama oleh Sinarmas Land dan Kompas Gramedia Group dan saat ini ICE dioperasikan secara professional oleh perusahaan operator gedung pameran ternama asal Hannover, Deutsche Messe.
 
Indonesia Convention Exhibition (ICE) diresmikan oleh Presiden RI Joko Widodo pada 4 Agustus 2015. Gedung dengan arsitektur indah ini memiliki 10 exhibition hall seluas 50.000 m2, ditambah 50.000 m2 area pameran di luar ruangan, convention hall seluas 4.000 m2, 33 meeting room, dan area lobi seluas 12.000 m2. ICE juga dilengkapi dengan area parkir yang nyaman dan dapat menampung hingga 5000 mobil sekaligus. (Puteriputeri – Lrd Viga-801/Riri).

Tinggalkan Balasan