Bagaimana kesan Guru dari Jepang akan keindahan Kota Tua Batavia?


Ketika saya SMA sekolah saya terpilih sebagai salah satu sekolah yang mendatangkan guru langsung dari Jepang selama 3 bulan. Dia adalah Yuka Ichimaru dan Yoshiko Ueba, berbeda dengan Yoshiko sensei, Yuka sensei jauh lebih lancar berbahasa Indonesia karena ia mengambil jurusan sastra Indonesia di Jepang.

Suatu kebanggaan di Negara lain ada pula yang mempelajari bahasa Indonesia.

Saat itu sensei menanyai saya  :“Apakah ada tempat wisata di Jakarta yang menggambarkan Jakarta selain Monas dan TMII ?”

Saat itu saya langsung berpikir untuk mengajak sensei Ke Kota tua karena itu merupakan salah satu tempat menarik di Jakarta

Saya pergi bersama teman teman saya dan guru dari sekolah saya , kami janjian dengan sensei di stasiun Kranji, saya dan teman teman sudah berkomitmen untuk tepat waktu, karena orang orang Jepang terkenal akan ketepatan waktunya jangan sampai kita memalukan Negara sendiri, ya walaupun sebenarnya saya berharap tepat waktu bukan karena orang jepang tapi sebisa mungkin diterapkan.

kotu-1

Setelah semua berkumpul, sambil menunggu kereta saya bertanya kepada sensei “Bagaimana stasiun disini?” ia berkata “Sejauh ini tidak ada bedanya dengan Jepang hanya mungkin karena kita berada di stasiun ini (Kranji) terlihat lebih kecil tapi saya tau ada stasiun yang modern seperti di stasiun Gambir”.
Saat kereta sudah datang, kami langsung naik dan banyak orang melihat kea rah kami tapi mungkin lebih tepat nya memperhatikan Yuka sensei dan Yoshiko sensei.

Mereka bilang : “ Orang – orang Indonesia cenderung berinteraksi sebanyak mungkin dan ramah, berbeda dengan di Jepang, sangat jarang mereka saling berbicara di kereta, cenderung masing- masing”.

Saat sudah sampai Di stasiun Kota, Tempat yang kita kunjungi adalah Museum Wayang, Karena sepertinya Sensei ingin melihat kerajinan tangan Indonesia yang semacam itu.

Selama Di perjalanan melihat lihat berbagai macam wayang, saya hanya bingung karena Yuka dan Yoshiko sensei seperti terpesona dengan wayang wayang yang ada di sana.

Menurut mereka “Wayang-wayang disini sangat indah dan bagus , mereka ingin memfoto sebanyak mungkin supaya bisa memperlihatkan kepada teman temannya di Jepang. Mungkin karena saya sudah terbiasa melihat wayang jadi saya tidak terkejut seperti mereka.

Saya bertanya bukahkah di jepang juga ada boneka boneka ? mereka menjawab “ Ya tapi yang seperti ini hanya ada di Indonesia, wayang buatan Indonesia sangat unik ”

kotu-4

Sekedar informasi bahwa di museum wayang tidak hanya menampilkan wayang khas Indonesia tapi ada boneka dari berbagai macam Negara, sayangnya saya tidak sempat memfoto semuanya ada juga boneka Unyil, tapi kalo readers penasaran langsung datang saja ke museum wayang dijamin gak bikin boring tiket masuk nya juga murah.

kotu-2
Oh iya dan walaupun ini museum wayang, ada juga loh alat alat musing khas Indonesia salah satunya gamelan .

kotu-5
Perjalanan kami belum selesai selanjutnya Kami mengunjungi Museum BII, saat saya memasuki museum BII, sama dengan kedua sensei saya mengagumi bangunan ini, sangat indah, gaya bangunan zaman dulu dengan warna putih membuat gedung ini punya pesona tersendiri, ya lebih tepatnya gedung gedung di Kota Tua. Saya lupa dibagian mana ada gambar yang menggambarkan penjajahan jepang di Indonesia.

Saya bertanya kepada Yuka sensei apakah ia tau jika jepang pernah menjajah Indonesia, Yuka sensei bilang “ Ia tahu bahwa Jepang pernah ke Indonesia tapi untuk masalah menjajah saya kurang tau detailnya karena di Negara kami tidak begitu diajarkan Negara mana yang pernah dijajah Jepang”.Ya sejujurnya saya takut menanyakan hal ini, karena takut menyinggung tapi mau gimana lagi, saat itu saya benar benar penasaran.

kotu-6
Saat di dalam ada pemajangan mengenai Batik, mereka bilang warga jepang juga suka menyukai batik, karena motifnya banyak dan indah. Tentunya kita sebagai warga Negara Indonesia harus bangga dengan batik yang diakui kecantikan di seluruh dunia.

kotu-7

Ya tadinya banyak yang ingin kami kunjungi tapi waktu cepat berlalu tidak terasa sudah sore, jadi kami harus pulang. Tapi dari perjalanan saya dengan Sensei banyak hal yang dapat dipelajari.

Salah satunya adalah Tetap menjaga apa yang sudah baik yang kita punya di Negara ini, karena mempertahankan jauh lebih sulit daripada mendapatkan.

Dan jika orang asing saja menghargai budaya yang kita punya, seharusnya kita jauh lebih bisa menghargai budaya sendiri dan melestarikannya, dan mempertahankan apa saja yang sudah menjadi ciri khas bangsa Indonesia.

(Liputan oleh :Fitri Ramadani)

Tinggalkan Balasan