Berikut pengalaman saya di Ora Island atau Pulau Ora, Maluku Tengah, Indonesia.

Sebagai negara kepulauan, Indonesia dianugerahi banyak pantai indah dan menunggu saya untuk menyambanginya. Salah satu pantai di Maluku Tengah yang patut saya kunjungi adalah Pantai Ora.

Saya beserta 9 orang teman traveling dari perusahaan yang berbeda merencanakan untuk pergi ke Pulau Ora 5 bulan sebelum hari H. kami membuat itinerary dengan sangat matang.

Kami memesan tiket 5 (lima) bulan sebelumnya untuk mendapatkan tiket promo. Di samping itu kami bisa menabung untuk budget selama di Maluku.

Tepatnya di musim liburan akhir tahun, pada hari Jumat pukul 00.30 kami berangkat dari bandara Soekarno Hatta dengan menggunakan Batik Air. Perjalanan dari Jakarta ke Maluku membutuhkan waktu 4 jam. Tepat pukul 05.30  kami mendarat di Bandara Pattimura.

Udara segar khas Maluku menyambut kedatangan kami. Kami pun sangat antusias menginjakkan kaki di tanah Maluku untuk pertama kalinya. Rasa bahagia dan kekaguman terpancar dari wajah kami, walau kami terlihat sedikit jetlag karena perjalanan udara selama 4 jam yang kami tempuh.

Kami pun bergegas menuju 2 mobil yang kami rental untuk menuju Pelabuhan Tulehu dari Bandara Patimura Ambon.Setelah sampai pelabuhan Tulehu, kita naik kapal cepat menuju Pelabuhan Amahai (Masohi). Tarif kapal ini ongkosnya Rp.150.000,- untuk VIP dan Rp. 92.000,- untuk ekonomi.

Kami memutuskan untuk menggunakan yang ekonomi. Waktu yang dibutuhkan untuk mencapai Pelabuhan Amahai dari Pelabuhan Tulehu sekira dua jam.

Selama perjalanan kami dihibur dengan nyanyian khas Maluku, hamparan laut nan indah, langit yang biru, serta orang orang pribumi yang ramah. Setibanya di Pelabuhan Amahai, perjalanan dilanjutkan menggunakan travel yang kami pesan via online.

Lagi lagi membutuhkan waktu perjalanan selama dua jam untuk menuju Desa Sawai di Kabupaten Maluku Tengah.

Karena harus melewati hutan yang lebat, jalan yang berliku. Setibanya di Desa Sawai,kami istirahat sebentar untuk sekedar meregangkan otot yang pegal akibat perjalanan yang begitu lama.

Ada yang berfoto ria, ada yang makan, ada yang mempersiapkan perbekalan selama di resort. Setelah beberapa menit istirahat, kami menyeberang dengan kapal motor saja selama 10 menit.

Sejauh mata memandang, pesona keindahan pantai ini layak disejajarkan dengan pantai-pantai indah lainnya seperti Pantai Boracay di Filipina atau Pantai Bora-Bora di Samudera Pasifik.Pantai Ora berada di Desa Saleman, Kecamatan Seram Utara, Maluku Tengah.

Di pantai ini terdapat sebuah resort bernama Ora Beach Resort yang memiliki 6 buah cottage dan semuanya terbuat dari kayu beratap jerami.

Setiap cottagenya bisa memuat sampai 3 orang Ora Beach Resort merupakan satu-satunya penginapan yang berdiri tepat di atas perairan Pantai Ora. Istimewanya dari resort ini adalah latar belakang cottage yang merupakan Perbukitan Taman Nasional Manusela.

Perpaduan cottage kayu yang berdiri di atas air jernih berwarna hijau kebiruan dan latar belakang perbukitan hijau menjadikan pemandangan di Pantai Ora begitu fantastis.

Setelah sampai di Ora Resort, benar saja menurut info yang saya cari bahwa Tidak tersedia warung atau restoran di Ora Beach Resort, yang ada hanya fasilitas makan dari pihak Ora Beach Resort sendiri.

Makanya untuk perbekalan, kami sudah persiapkan sendiri untuk extra makanan. Karena lokasinya yang terpencil atau jauh dari keramain, pantai ini sangat cocok bagi mereka yang mendamba ketenangan dari kesibukkan, jauh dari hiruk pikuk perkotaan. Bagi pengantin baru maka pastinya pantai ini bisa menjadi tempat sempurna untuk berbulan madu.

Ketika cuaca cerah pemandangan di Pantai Ora sangat indah bahkan saat malam hari. Kami sangat beruntung karena kami datang di saat yang tepat. Ketika malam hari, kami duduk di dermaga dan menikmati kerlap kerlip bintang di langit yang bersinar layaknya mutiara.

Kami juga tidak lupa membawa kamera untuk mengabadikan keindahan langit malam di Pantai Ora ini. Ini anugerah Tuhan yang tidak ternilai.Tempat yang indah bagaikan di surga.

Esok harinya pukul 08.00 kami sarapan pagi yang telah di sediakan oleh pihak resort.

Setelah itu kami di ajak tur snorkeling di tebing batu. Tebing nya sangat indah dan menjulang tinggi. Bukan buatan manusia tapi karena proses alam sehingga begitu indah. Setelah melakukan snorkeling beberapa jam, kami kembali ke resort untuk makan siang.

Setelah makan siang, kami di ajak lagi melanjutkan tur snorkeling ke ‘Mata Air Belanda’. Kenapa di sebut Mata Air Belanda ?, karena dahulu kala tempat ini adalah tempat persembunyian bangsa Belanda ketika masa penjajahan. Kembali ke cerita stelah beberapa jam mengunjungi Mata Air Belanda tak terasa matahari sudah semakin turun.

Kami pun bergegas menuju Resort untuk menikmati indahnya matahari terbenam sambil minum kopi dan snack sore. Malam hari setelah makan malam kami mengisi acara dengan sharing ngobrol santai berbagi pengalaman masing masing tiap orang. Sambil ditemani teh manis hangat dan beberapa makanan ringan khas maluku yang di sediakan oleh pihak resort.

Canda tawa mengiringi keceriaan kami. Sampai tak terasa malam sudah semakin larut. Akhirnya kami pun sepakat untuk istirahat guna memulihkan tenaga untuk esok hari.

Tak terasa tibalah adalah hari terakhir di Ora Beach Eco Resort. Pukul 5 pagi kami sudah bangun dan mengemas barang bawaan kami untuk bersiap kembali ke Ambon.Setelah menyebrang ke desa saleman kami sarapan sekedarnya. Kami sudah di jemput travel yang akan membawa kami menuju Ambon. Pukul 13.30 Tiba di pelabuhan Amahai dan naik kapal cepat menuju pelabuhan Tulehu. Setelah sampai Ambon kota, kami di ajak ke monumen perjuangan wanita maluku yaitu Patung Martha Tiahahu.

Martha Tiahahu adalah bukti nyata perjuangan kaum hawa di masanya. Setelah cukup lama berada di monumen itu, kami pergi ke sebuah tempat makan. Di rumah makan ini menyajikan makanan khas Ambon. Bagi saya ini adalah pengalaman berharga karena bisa mencicipi makanan yang jarang saya temui. Setelah itu kami pergi ke pusat oleh oleh di Ambon, untuk membeli oleh oleh untuk keluarga di jakarta. Minyak kayu putih khas Pulau Buru paling dominan di sana.

Pukul 17.00 kami sudah berada di bandara pattimura. Kami sengaja datang lebih awal untuk menghindari hal yang tidak di inginkan, selama 2 jam kami menunggu di bandara sembari minum kopi dan sebagainya. Pukul 19.00 kami masuk ke pesawat untuk kembali ke Jakarta. Perjalanan menuju Jakarta memerlukan waktu 2 jam saja karena perbedaan waktu antara maluku dan Jakarta lebih cepat Maluku.

Pukul 21.00 akhirnya kami menginjakan kaki di jakarta. Rasannya masih ingin berlama lamaan di maluku. Banyak kenangan indah yang masih tertinggal di sana. Tapi suatu saat saya akan kembali ke sana dengan cerita yang berbeda.
Indonesia begitu Indah,
Tidak cukup umur kita untuk mengexplore semua keindahan yang ada di Indonesia. Best regard dan salam wisata khas puteriputeri.com pada para pembaca semua.

(Liputan Oleh :Aris Leo Wahono)

Tinggalkan Balasan