Setiap pasangan pengantin tentu ingin hari pernikahan mereka menjadi acara khidmat yang penuh memory, dan kenangan indah untuk keluarga dan teman-teman mereka.


Ini adalah hari untuk bersama-sama mengajak kerabat, dan relasi untuk menyaksikan serta merayakan hubungan cinta pasangan yang berlanjut pada jenjang pernikahan.

Bicarakan Antar Keluarga

Sebelum terjadi akad atau ijab qabul dan resepsi pernikahan, lazimnya di negeri Nusantara ini adat ketimuran selalu mengutamakan musyawarah untuk mufakat.

Intinya komunikasi yang terbuka antar keluarga akan melancarkan acara pernikahan pasangan.

Bicarakan segala rencana, budget atau anggaran serta maksud keinginan Anda dan pasangan pada keluarga, orang tua kedua mempelai secara bersama-sama.

Penting untuk saling mendiskusikan permasalahan biaya dalam pernikahan, mulai dari akad sampai resepsi.

Juga telah mengetahui dan sama-sama dibicarakan pada keluarga masing-masing orang tua mempelai, bagaimana gambaran kehidupan berumah tangga setelah menikah.

Apakah langsung tinggal bersama orang tua, atau menyewa atau telah memiliki tempat tinggal sendiri.
Dengan membicarakan semua A sampai Z secara transparan, logis dan terbuka akan menimbulkan kebaikan dalam pelaksanaan pernikahan pasangan.

Menikah ini intinya adalah ibadah, terutama bagi ummat Muslim.
Untuk memperoleh kesuksesan pelaksanaan pernikahan, pasangan bisa membuat checklist yang berisi acara serta gagasan, termasuk juga didalamnya beberapa langkah paling utama yang perlu diambil.

Pasangan yang bakal menikah lazimnya telah mempersiapkan segala sesuatunya, minimal 3 bulan sebelum pernikahan.
Karena kita semua tentu tahu bahwa resepsi tidak perlu berujung pada resesi.

Paling penting adalah pernikahan telah dilaksanakan atas dasar ibadah Agama dan iman serta takwa pada Tuhan Yang Maha Esa.
Dasar saling mencintai dan rela berkomitmen untuk hidup berumah tangga.
Berikut ini hal-hal yang bisa jadi acuan saat persiapan pernikahan

1.Persiapan Surat-surat dan Dokumen Pernikahan

buku-nikah

Di Indonesia, setiap pasangan yang hendak menikah, maka lazimnya terlebih dahulu melaporkan diri ke Kantor Urusan Agama (KUA) di Kecamatan setempat, mengurus surat dan dokumen agar aspek legalitas terjamin. Terutama bagi pasangan Muslim, pastikan surat-surat dan persiapan dokumen untuk pelaksanaan akad nikah / ijab qabul telah siap.
Biasanya KUA menyediakan petugas penghulu yang akan hadir di hari akad nikah. Penghulu biasanya akan menanyakan apakah hendak dinikahkan sendiri oleh orang tua / wali mempelai wanita, atau diwakikan pada penghulu/ modin.
Pada saat akad nikah atau ijab qabul ini, biasanya sudah siap buku nikah untuk pasangan suami-istri yang akan ditandatangani pasangan sebagai bukti keabsahan pernikahan.

2. Acara Akad Nikah

nikah-2

Setelah surat menyurat lengkap, maka biasanya dipersiapkan untuk acara akad nikah. Pasangan Muslim yang ingin acara akad nikah menjadi sakral, sederhana dan berkesan, biasanya akan melangsungkan akad nikah di Masjid, Musholla, atau bisa juga di rumah mempelai wanita.

Dalam akad nikah ini biasanya yang perlu dipersiapkan untuk mengantisipasi tamu hadirin terbatas, adalah suguhan makanan minuman ringan untuk para hadirin yang biasanya adalah tetangga, kerabat dekat dan kawan-kawan dekat.

Akad nikah ini lazimnya berlangsung singkat, namun sakral dan penuh makna serta doa-doa.

Sebelum melakukan akad nikah ini pastikan para aparat RT/RW dan para kawan-kawan karang taruna serta pihak aparatur desa, mengetahui adanya akad nikah yang akan dilaksanakan di masjid atau musholla.

Jika memungkinkan, halaman masjid bisa dipasanga tenda sekadar untuk menerima kerabat yang hadir menyaksikan ijab-qabul. Waktu ijab qabul ini biasanya pagi-pagi atau sore dan berlangsung paling lama 2-3 jam, mengingat Masjid atau Musholla akan segera dipakai untuk ibadah Sholat lima waktu.

3. Acara Resepsi

Meski banyak pasangan yang menunda resepsi mereka karena alasan ekonomi.
Namun resepsi ini penting pula dilaksanakan karena untuk menerima ucapan selamat dari para kerabat, handai-tolan, keluarga, dan relasi, atas terlaksananya pernikahan.

Acara resepsi ini menyangkut tiga hal pokok yakni : tempat, makanan, dan pakaian untuk pengantin dan orang tua/besan juga set pakaian jika ada pagar bagus dan pagar ayu.

a. Tempat
Tempat resepsi kini bisa bervariasi, karena acara akad nikah atau ijab-qabul yang utama telah terlaksana.
Tinggal resepsi atau menerima tamu undangan pesta pernikahan. Jangan sampai hanya karena memburu gengsi, maka resepsi bisa berujung resesi.
Komunikasi antar keluarga memegang peranan penting.
Tempat bisa secara sederhana di rumah/lingkungan tempat tinggal mempelai wanita, atau menyewa gedung. Bisa pula di taman dengan tenda-tenda.
Karena inti resepsi adakah menerima kehadiran para tamu kerabat yang khusus datang hadir untuk memberikan ucapan selamat sebagai sesama manusia yang berbudi luhur, berbudaya dan beradab.

b. Sajian hidangan

makanan
Sebuah pernikahan dengan makanan selalu menjadi hal yang paling penting setelah tempat resepsi. Sajikan menu makanan yang unik-unik serta halal, karena hal ini tentu saja akan membuat hari pernikahan anda mendapat kesan dari para tamu undangan. Agar sinkron dengan jasa katering, tetapkan perkiraan jumlah undangan yang akan hadir.

c. Pakaian.
Pakaian untuk pengantin ini kini bisa menyewa agar lebih hemat. Termasuk pakaian untuk orang tua-besan juga jajaran pagar ayu dan pagar bagus-bila ada- bisa menyewa dengan mudah.
Untuk tata rias atau make up, buat kesepakatan dengan hair dresser, beautician, atau make-up artist untuk mendandani Anda di hari H.

Saat ini telah banyak sanggar rias pengantin atau salon Muslimah yang sediakan layanan lengkap paket pengantin.

Saat sebelum mengambil keputusan menggunakan layanan dekorasi siapa, dokumentasi siapa, sanggar rias atau salon yang mana, sebaiknya lakukan perbandingan atau minta saran pada kerabat atau kawan yang telah berpengalaman.

d. Cincin Kawin

cincin-nikah-unik

Untuk cincin kawin maknanya adalah sebuah simbolisasi komitmen yang indah yang dibuat antara dua orang dan cincin adalah simbolisme ikatan itu.
Bagi pasangan Muslim, model cincin kawin biasanya adalah dominan selera wanita, karena lelaki Muslim lazimnya tidak memakai perhiasan emas.

Mempelai lelaki Muslim akan lebih memilih logam mulia non emas untuk dipakai. Sedangkan mempelai wanita Muslim bisa bebas memilih cincin yang sesuai modelnya.

Untuk pengantin Muslim, pembelian cincin kawin tidak perlu kembar satu set. Tidak mematok pula harus berlian atau diamond.
Pengantin Muslim bebas memilih cincin nikah mereka dengan aneka model dan bahan yang berbeda antara pria dan wanita.

Karena terkadang lucu juga jika modelnya kembar, sama-sama dihaisi batu berlian. Karena lelaki Muslim jarang yang memakai cincin kawin dengan berlian – meski hanya dihiasi berlian kecil. Jadi untuk cincin kawin, bisa berbeda disain untuk wanita dan pria.
Tidak ada kententuan yang mengikat. Berbeda dengan budaya yang lainnya.

e. Foto Pre wedding

Foto Pre wedding sebenarnya dalam budaya tertentu adalah bertujuan memamerkan perjalanan kisah cinta pasangan kepada para tamu undangan.

Untuk pengantin Muslim, tidak ada keharusan untuk memajang foto pre-weddingnya, serta merubah suasana tempat resepsi menjadi ‘gallery foto pre wedding’.

Cara termudah untuk membuat hari pernikahan Anda lebih unik adalah untuk berbagi kenangan khusus bersama-sama melalui foto bersama para kerabat dan hadirin undangan.

Dengan kecanggihan smart phone kini adakanlah sesi berfoto bersama sebanyak-banyaknya, karena masing-masing rekan dan kerabat anda -setelah foto bersama mempelai- akan ada yang ingin langsung mengunggahnya di media sosial.

Hal ini tentu saja baik, karena akan menjadi media pengumuman yang lebih luas jika anda berdua telah resmi menjadi pasangan suami istri.

Jadi untuk fotograger pernikahan, yang biasanya memakai DSLR, maka tentu hasilnya hanya untuk dinikmati pihak mempelai berdua.

Sedangkan untuk foto selfie atau grufie bersama para undangan dengan kamera smartphone masing-masing kerabat, ini hasilnya untuk kepentingan sosial yang lebih luas lagi.

Jadi tidak mengapa dalam resepsi, di pelaminan -seusai ramah tamah-, menjadi ajang foto selfie bersama.

Jalau jaman dulu belum ada smartphone, pelaminan biasanya akan secara tradisional menjadi ajang ‘ pose barisan keluarga’, juga ‘ pose barisan kerabat’ untuk berpose dan berfoto oleh para fotografer profesional dengan DSLR nya.

Kini, -sekarang jaman teknologi virtual- anda bisa leluasa memberikan kesempatan bagi kerabat dan rekan-rekan untuk berfoto selfie dan grufie di pelaminan, demi mengabarkan kabar bahagia ini ke media yang lebih luas dari sekeda album foto tebal-yang biasanya hanya disimpan di lemari kaca, yang dibuka kadang cuma setahun sekali.

Karena inti menjadi suami istri adalah : diakui sebagai pasangan yang sah dan legal di dalam tatanan masyarakat sosial.
Berfoto selfie bersama para kawan mempelai juga mengingatkan para tamu akan kenangan tertentu yang telah mereka lewati bersama.

f. Undangan

undangan

Pastikan undangan terkirim minimal dua minggu sebelum tanggal resepsi permikahan. Pastikan kesan pertama undangan ini melekat pada benak dan tidak dilupakan oleh undangan.
Bisa tambahkan sentuhan pribadi untuk undangan Anda dengan cat air, ilustrasi, motif, kutipan yang signifikan atau grafis monogram untuk kesan mudah diingat bagi penerima undangan.

g. Suvenir

suvenir
Untuk suvenir, -meski hal ini tidaklah wajib ada- biasanya pasangan akan memilih suvenir yang unik untuk diberikan pada tamu undangan yang hadir.

Suvenir ini bermakna bahwa mempelai memberikan tanda yang bisa diingat bahwa pasangan mempelai telah sampai pada tahapan kehidupan berupa pernikahan.
Suvenir yang lucu dan unik akan dapat menjadi koleksi hadirin, juga pendorong semangat bagi para rekan yang masih belum menikah.

Menikah memang perlu persiapan mental dan juga semangat antuisiasme yang luar biasa besar untuk menjalaninya. Karena pada jaman yang semakin canggih ini -bagi sebagian orang- mungkin sebuah ikatan pernikahan adalah sebuah hal yang menjadi semakin kurang signifikan untuk dijalani.

Mengapa ? karena gejala dan gaya kehidupan moderen yang serba materialistis ini, juga serba hedonis ini, semakin banyak pasangan cinta yang memilih hidup bersama tanpa ikatan nikah, terutama bagi mereka yang tinggal di metropolitan,- yang merasa mandiri-, semakin banyak memilih hidup bersama bertahun-tahun di apartemen tanpa ikatan apa-apa.
Maka itu dalam tuntunan Agama Islam, menikah adalah ibadah, yang tidak harus dibuat rumit. Rukun Nikah dalam Islam ada 5 (lima) yakni :
1. Laki-laki sebagai calon suami
2. Perempuan untuk menjadi istri
3. Wali
Wali ini biasanya adalah ayah dari mempelai wanita atau bisa juga paman dari mempelai wanita apabila ayahnya tidak bisa hadir untuk menikahkan anak perempuannya,bisa juga saudara laki-laki atau (bisa juga lainnya yang sah menurut agama)
4. Dua orang saksi yang adil
Saksi ini diperlukan untuk menentukan sah atau tidaknya sebuah pernikahan ini, jika masih belum ada saksi di dalam pernikahan maka sudah bisa dipastikan kalau pernikahan ini tidak sah.
5. Ijab Dan Qabul
Setelah mengucapkan Ijab Qabul dan disahkan oleh saksi maka pernikahan ini sudah sah mempelai sebagai suami- istri
Dan itulah 5 Rukun Nikah dalam Agama Islam.
Menikah secara sah dan sederhana dengan itikad baik Lillahi Ta’Alaa, maka hal ini lebih baik serta menimbulkan ketentraman bagi ummat manusia.
(Puteri)

2 Comments

  1. Pingback: Persiapan Pernikahan Pasangan Muslim - puteriputeri.com

  2. Pingback: Kapan Nikah ? - puteriputeri.com

Tinggalkan Balasan