Puteriputeri – Jakarta, Penyanyi Legendaris Minang Era 70an ELLY KASIM untuk kali pertama melaksanakan Konser “Menjulang Bintang 57 Tahun Elly Kasim Berdendang”, demi untuk menyapa penggemarnya, di Teater Jakarta Taman Ismail Marzuki, di kawasan Cikini Menteng Jakarta Pusat, 29 Juli 2017.

Bicara mengenai artis dan penyanyi di Indonesia, tentu saja banyak talent-talent berbakat yang memiliki suara emas dan mumpuni di ranah musik tanah air. Namun, tidak banyak yang masih eksis dan bertahan bahkan menjadi legend hingga masa kini.

Salah satu diantara sekian banyak penyanyi di Indonesia adalah Elly Kasim yang merupakan penyanyi wanita Minang Legend yang bertahan hingga kini dengan tembang karya-karya yang pernah dibawakan dan direkam yang berjumlah ratusan serta tidak sedikit pula yang menjadi hits di Indonesia pada jamannya.

Bagi orang minang kebanyakan tentu saja mengenal sosok beliau yaitu Elly Kasim yang merupakan penyanyi wanita yang berkarir di bidang tarik suara yang hingga kini masih tetap eksis, bahkan menjaddi legenda di ranah musik Indonesia. Tembang-tembang tenar seperti Dindin Badindin, Ayam Den Lapeh, Bapisah Bukannyo Bacarai, Malam Bainai dan masih banyak lagi yang tidak bisa disebutkan satu persatu, tentu saja menjadi bukti bahwa suara khas Uni Elly, sapaan akrab beliau tetap ada di hati penggemarnya.

Pelantun lagu-lagu daerah Minangkabau yang kini berusia 73 tahun ini pun masih eksis bernyanyi hingga saat ini tampil dalam berbagai acara di setiap kesempatan. Tidak hanya bermain saja “Uni Elly pun melestarikan kebudayaan dan adat istiadat Minangkabau melalui sanggar tari bentukannya yaitu Sangrina Bunda yang banyak menampilkan tari-tarian khas Minangkabau dan memperkenalkannya di dunia Internasional baik melalui event-event pariwisata dan juga pertukaran budaya dengan negara luar.

Tentu saja hal ini membanggakan karena ikut mengharumkan nama Indonesia melalui kebudayaannya di negeri luar. Sebagai Duta Seni, Elly Kasim telah mengharumkan nama bangsa di banyak negara dengan misi kesenian yang dipimpinnya.

Tidak mengherankan bila segala pencapaian prestasinya itu, Elly Kasim kemudian mendapatkan berbagai penghargaan yang menjadi bukti pengakuan dan apresiasi atas dedikasinya dalam berkesenian.

Ia mendapat penghargaan Adikarya dari Kementerian Pariwisata pada tahun 1974, Citra Adikarya Budaya dari RCTI bahkan dia dianugerahi AMI AWARD dari Yayasan Anugerah Musik Indonesia pada tahun 2005.

Banyak sekali penghargaan lainnya baik dari pemerintah maupun swasta, seperti dari Walikota Bukittinggi, dari para Duta Besar Korea, Polandia, Kanada, Argentina, Belgia, Amerika Serikat, Inggris, Spanyol dan lain-lain. Ia juga mendapat penghargaan “Bintang Seniman” dari Persatuan Seniman Malaysia. Penghargaan “Kartini Award” dari majalah Kartini, “Lifetime Achievement” dari Semen Padang dan lain-lain.

Tahun 2017 pada saat ini Elly Kasim menginjak usia ke-73 tahun, Gebu Minang dan Indo Jalito Peduli mempersembahkan sebuah konser bertajuk “Menjulang Bintang 57 Tahun Elly Kasim Berdendang” yang akan diselenggarakan di Teater Jakarta Taman Ismail Marzuki, 29 Juli 2017 mendatang. Dan siap menghadirkan Titiek Puspa, Be3, Judika dan Rancak Voice. Dengan team kreatif; Rama Soeprapto sebagai Artistic Director, Tom Ibnur sebagai koreografer dan Hendi Lamiri sebagai Music Director.

Konser “Menjulang Bintang 57 tahun Elly Kasim Berdendang” ini akan mengangkat dan mengolah lagu-lagu yang pernah dipopulerkan oleh Elly Kasim menjadi sebuah pertunjukan bergaya musikal berbasis kebudayaan Minangkabau. Ditengah industri hiburan yang kini semarak di Jakarta, Konser Musika Minang menjadi sebuah usaha untuk menghasilkan sebuah konser yang tidak saja megah dan indah, tetapi memiliki akar tradisi kuat.

Pertunjukan ini tidak semata-mata memanggungkan dan menyanyikan lagu-lagu seperti Ayam Den Lapeh, Minangkabau, Kasiah Tak Sampai, Barpisah Bukannyo Bacarai, Tinggalah Kampuang, Kelok 44, Bareh Solok, Si Nona, Ampun Mandeh, Ginyang Mak Tacih, Cang Bakutencang, Lansek Manih dan lain lain.

Tapi lagu-lagu tersebut menjadi kerangka dasar alur pertunjukan musikal. Lagu-lagu itu disusun dan diaransemen ulang menjadi sebuah satu kesatuan alur pertunjukkan musikal hingga menjadi sebuah pertunjukkan yang lengkap dengan berbagai elemen artistik yang dramatis, penuh spectacle dan gimmick pemanggungan. Unsur-unsur pertunjukan modern, seperti tata lampu, multimedia dan orkestra, siap membuat musikal ini menjadi karya yang megah.

Konser “Menjulang Bintang 57 Tahun Elly Kasim Berdendang” ini akan menjadi sebuah mahakarya dengan seluruh elemen seni Budaya Minang. Inilah sebuah upaya untuk terus mengaktualkan kekuatan estetik dan artistik karya seni budaya Minangkabau, menjadi sebuah pertunjukan yang lebih modern.

Sebagai sebuah karya musikal, maka pertunjukan ini akan menjadi semakin dekat dengan masyarakat penonton di Jakarta. Dengan bentuk pertunjukan musikal ini pula, musikal Minang bisa menjadi satu duta seni untuk dipentaskan keliling ke banyak-banyak kota di dunia.

“Menjulang Bintang 57 Tahun Elly Kasim Berdendang” merupakan suatu cara untuk memperkenalkan lagu-lagu Minangkabau popular menjadi lebih bisa diterima dalam khasanah musik dunia dalam bentuk orkestra musik, dimana lagu-lagu itu nantinya muncul dalam beragam nuansa musikal, seperti rock n roll, blues, Jazz, hip hop dan lain lain. (Puteriputeri – Lrd Viga 801 / Riri MU).

Tinggalkan Balasan