Hai para sahabat puteriputeri.com, beberapa waktu lalu saya dan keluarga berlibur ke Pantai Sawarna Beach yang berlokasi di Provinsi Banten. Kami sekeluarga penasaran dengan kisah indahnya Pantai Sawarna, karena itu kami ingin datang untuk membuktikan sendiri.

Saya dan keluarga sudah bersiap-siap dari jam 6:00 WIB pagi hari, dari rumah di Jakarta.

Kenapa kami berangkat pagi, karena untuk menghindari kemacetan di tol.

Kami menempuh perjalan dengan waktu yang cukup lama, sekitar 8 jam perjalanan menuju Pantai Sawarna Sukabumi.

Menuju Pantai Sawarna dari Jakarta atau dari arah Bekasi bisa dilakukan melalui perjalanan dengan 2 rute utama, yaitu :

Rute pertama melalui Serang-Pandeglang-Malingping-Bayah atau

Rute Kedua via Bogor-Ciawi-Pelabuhan Ratu Sukabumi-Cisolok-Sawarna,

Kedua rute ini bisa ditempuh baik dengan menggunakan kendaraan sendiri (Mobil dan Motor) ataupun angkutan umum.

Jika Menuju Sawarna lewat Serang dan Pandeglang, Banten :

Sawarna ada di Lebak Banten, pertimbangan melalui rute ini adalah tidak akan (jarang) terkena macet, tetapi di beberapa titik akan menemukan jalan yang rusak. Rute menuju Sawarna melalui Banten ini, bisa melalui Serang atau melalui Rangkasbitung.

Via Serang ini bisa menjadi pilihan dengan jarak sekitar 300 Km dari Jakarta atau Bekasi dengan menggunakan mobil pribadi / motor bisa memakan waktu sekitar 7-8 jam. Bayangkan saja pembaca puteriputeri.com, 8 jam perjalanan pakai mobil atau motor, ini sama dengan waktu tempuh 8 jam naik kereta api ke Solo atau Jogja.

Untuk Menuju Serang dapat melalui Tol Jakarta – Merak kemudian keluar di pintu Tol Serang Timur.

Dari pintu Tol Serang Timur menuju ke arah terminal Pakupatan. Dari terminal lurus dan di lampu merah pertama dekat pom bensin pertamina belok kiri menuju Palima (perlimaan) Serang Banten. Dari palima ambil yang ke arah Baros dan Pandeglang.

Dari Baros mendekati masuk kota Pandeglang Anda  bisa memiliki dua pilihan, melalui alun-alun Pandeglang atau ke pinggir. Dari Pandeglang Kota atau pinggir Pandeglang kamu ikuti arah menuju Saketi atau Labuan, nanti kalau sampai Saketi terus ambil arah ke kiri. Jalan dari Pandeglang menuju Saketi ini sudah berupa betonisasi.

Jika sudah sampai di Saketi, belok ke kiri ambil yang ke arah Malingping.

Jalan Saketi Malingping inilah yang jalannya agak rusak. Setelah sampai ke Malingping, di pertigaan kota Malimping, ambil arah ke kanan menuju ke Bayah. Sekitar 2.5 Km, ada pertigaan lagi, lurus agak ke kiri ke arah Bayah/ Sawarna dan jika ke kanan menuju ke Binuangeun.

Di sepanjang jalan Malingping – Bayah maupun arah ke Binuangeun inilah banyak terdapat pantai-pantai yang menarik, diantaranya Pantai Bagedur (3 Km dari pertigaan arah Binuangeun), Pantai Cihara, dan Pantai Cibobos.

Kami memilih  Rute Kedua yakni  via Bogor-Ciawi- Pelabuhan Ratu Sukabumi-Cisolok-Sawarna.

Kami sampai di Pantai Sawarna pada pukul 12:00 WIB siang hari, karena di perjalanan kami menemui  kendala yang cukup tidak menyenangkan, dikarenakan kemacetan yang cukup parah di jalan Sukabumi dekat pabrik Pocari dan di sekitarnya terdapat pabrik-pabrik sehingga menambah kemacetan lalu lintas.

Setelah melewati kemacetan, kami harus melewati jalan yang cukup menantang nyali saya, karena rute untuk sampai ke Pantai Sawarna, maka mau tak mau kita harus melewati jalan yang menanjak dan menurun.

Pembaca jangan kaget karena di kiri kanan jalan tersebut adalah jurang yang cukup curam.

Setelah melewati perjalanan yang menantang nyali itu , saya dan sekeluarga merasa senang karena melihat pemandangan hamparan laut yang indah dan luas itu.

Setelah itu saya sampai di tempat pemberhentian mobil , dan kami mermarkir mobil kami di tempat parkiran mobil yang telah disediakan .

Setelah itu kami mengeluarkan barang-barang yang cukup banyak , perjalanan ini tidak selesai begitu saja karena saya dan sekeluarga harus melewati jembatan gantung yang cukup menantang nyali , dan saya harus berjalan cukup jauh sejauh 1 km dari tempat parkiran .

pantai-sawarna-2

Untuk masuk menuju Pantai Sawarna itu saya harus membayar uang masuk sebesar Rp. 5.000,- per orang.

Pada  lokasi ini, di  sepanjang jalan banyak tempat penginapan seperti home stay yang disewakan kepada wisatawan lokal maupun mancanegara.

Tak heran, kami melihat begitu banyak turis yang sedang berlibur ke pantai ini , dan banyak juga dari anggota klub motor yang mengadakan touring konvoi  berlibur ke Pantai Sawarna.

Akhirnya kami sampai di tempat penginapan seperti home stay, dan sore harinya saya dan sekeluarga kami ke pantai untuk melihat sunset yang cukup indah.

Pantai Sawarna mempunyai juga wisata yang dapat kita  kunjungi dengan berjalan kaki seperti wisata Tanjung Layar dan Goa Lalay.

Pantai Sawarna adalah surga yang tersembunyi di Indonesia mengapa pantai ini disebut surga karena pantai ini adalah pantai yang sangat bagus, dengan adanya pasir putih membentang indah, ombak yang sangat besar, dengan dihiasi pemandangan bukit dan pegunungan yang hijau.

Salam wisata khas puteriputeri.com. (Oleh : Feri Ferdinan)

Baca Juga :

Nukilan Swarga di Sawarna

1 Comment

  1. Pingback: Nukilan Swarga di Sawarna - puteriputeri.com

Tinggalkan Balasan