Kalau kita ketikkan kata : Pantai Sabu Indah Ketahun di situs mesin  pencari seperti google, maka hasilnya tidak banyak yang ditampilkan oleh Mbah Google. Alhamdulillah, artikel ini menjadi rangking 1 (satu) di Google dengan kata kunci : Pantai Sabu Indah Ketahun. Sebelum adanya artikel ini, rangking pertama yang ditampilkan oleh Mbah Google bukanlah Pantai Sabu Indah Ketahun di Bengkulu. Ada yang mirip namanya yakni Pantai Sabu di NTT (Nusa Tenggara Timur). Namun bukan di NTT yang akan saya sajikan dalam liputan ini, melainkan Pantai Sabu Indah di Ketahun, Bengkulu.

Pantai Sabu Indah Ketahun atau masyarakat sekitar menyebutnya dengan Pantai Sabu Indah, terletak di Kabupaten Bengkulu Utara, Propinsi Bengkulu, Kecamatan Ketahun, tidak jauh dari pasar yang ke arah hilir sungai, melewati jembatan dan masjid, lalu kurang lebih 1 km sudah sampai di Pantai Sabu indah.

Pantai Sabu Indah Ketahun, Bengkulu merupakan salah satu obyek  wisata yang belum banyak orang mengetahuinya. Buktinya coba pembaca ketik Pantai Sabu Indah Ketahun, maka hasilnya justru banyak yang mengulas pantai sabu di NTT.

Maka dari itu saya tertarik untuk memberitahu pada Mbah Google dan sahabat puteriputeri.com semua tentang Pantai Sabu Indah Ketahun ini.

Walaupun belum banyak yang mengetahuinya, masyarakat setempat sering membuat event–event yang menarik seperti  : balap motor cross, Lomba 17 Agustus-an, serta acara hari penting yang bertujuan untuk menarik para wisatawan agar datang ke tempat wisata tersebut dan mengetahui bahwa pantai tersebut sangat indah.

Awal masuk ke pantai ini tidak dipungut biaya alias gratis.

Bayangkan… ada pantai yang gratis ini saja sudah langka di Indonesia, lihat saja liputan pantai Anyer yang juga pernah diulas di web puteriputeri.com, bahkan biaya parkir di Pantai Anyer saja mengejutkan wisatawan dengan harga parkir mencapai Rp.750.000,- untuk bus, Rp.250.000,- untuk minibus, dan Rp.50.000,- untuk mobil minivan.

Karenanya, Berada di pantai ini saya merasa menikmati benar pantai yang masih alami ini.

Saya suka nuansa dan deburan  ombak yang cepat, kuat dan silih berganti, dan setiap detik ombak tersebut selalu muncul dan membuat siapa saja yang melihatnya akan terpesona.

Karena menurut saya  nuansa deburan ombak yang super cepat, yang datang bergulung memecah karang dan mendarat di pantai ini keren.

Apalagi disertai suara ombak yang sangat kencang dan juga belum terlalu ramai sehingga membuat saya semakin menikmati keindahan Pantai Sabu Ketahun.


Saya ke pantai ini ditemani oleh sepupu saya, dan kami sangat menikmati keindahan pantai ini seperti yang bisa pembaca lihat dalam foto yang saya buat.

 

Selain itu pantai tersebut memiliki  hamparan pasir yang halus, bahkan butiran pasir ini seringkali  terbang tertiup angin pantai yang kencang di pantai Sabu Indah ini.

Saya sendiri berulangkali menutupi wajah dengan tisu dan sapu tangan, karena butiran  pasir ini lumayan kencang menerpa wajah karena tertiup angin yang kencang pula, seperti kita di – sand blasting saja 🙂

Sehingga saran saya,  mungkin pembaca bisa siap membawa masker karena pasir halus yang berterbangan karena di pantai ini anginnya cukup (sangat) kencang.

Ada satu hal yang sangat unik informasi yang sayadapatkan di sana, walaupun keindahan pantai yang mempesona, akan tetapi harus berhati – hati dalam hal sikap serta apabila mau berenang harus dilihat keadaan dan senantiasa waspada akan kencangnya (cepatnya) arus ombak yang datang dan surut silih berganti.

Karena saya perhatikan di pantai ini tidak ada yang berenang satu orang pun, karena memang keadaan arus bawah yang kencang dan dalam.

Seandainya kita tetap mau berenang, maka penduduk sekitar pantai pun akan memperingatkan kita untuk tidak berenang. Tetapi kalau hanya untuk bermain air di tepian pantai saja tidak apa–apa.
Pembaca hal yang luar biasa adalah Pantai Sabu Indah ini  juga merupakan bibir Samudra Indonesia, jadi sangat dalam. Berarti secara geografis termasuk dekat dengan 200 mil laut batas wilayah NKRI menuju ke perairan Internasional.

Maka bayangkan jika kita berenang di Samudera Indonesia :-), karena berenang di pantai Sabu Indah Ketahun ini sudah bisa dibilang berenang di tepian Samudera Indonesia 🙂

Maka bagi sebagian orang apa, -lagi yang tak bisa berenang- maka berenang di sini tidaklah memungkinkan karena cukup berbahaya. Kita bisa dapat menikmati keindahan pantai dengan suasana pantai saja.

Karena mungkin pantai yang eksotis ini masih tergolong belum terlalu terkenal,buktinya Mbah Google saja masih keliru menfasirkan dengan pantai sabu di NTT maka fasilitas di Pantai Sabu Indah ketahun pun juga saya anggap kurang begitu memadai.

Kritik saya : Saya kurang suka dengan tempat untuk beristirahat, tempat jajanan tidak ada, maka saya sarankan sebaiknya warga sekitar membuka usaha kuliner terutama di dekat pinggir pantai misalnya tempat istirahat seperti saung/pondok, atau  juga tempat makan, serta dilengkapi fasilitas untuk toilet umum.

Bukankah semboyan pariwisata kita adalah “Wonderful Indonesia” ? lah kalau toilet saja tidak memadai, bahkan di berbagai tempa wisata bahkan toilet  saja tidak ada, maka bagaimana bisa dibilang sebagai “Wonderful Indonesia ” ?

Sehingga para pendatang atau para pengunjung yang sudah jauh-jauh datang dengan berkendara baik itu menggunakan mobil atau motor, dapat sejenak untuk meluangkan waktunya beristirahat, makan, minum, ke kamar toilet atau ke Musholla untuk beribadah.

Karena dengan adanya fasilitas standar seperti : tempat makan-minum, tempat istirahat, tempat parkir yang luas dan memadai serta Musholla, maka para wisatawan bisa menikmati keindahan Pantai Sabu Indah Ketahun yang Mbah Google saja belum terinput oleh netizen.

Salam wisata khas puteriputeri.com.

(Liputan oleh Ussie Yulia Utami)

Tinggalkan Balasan