Misteri Jembatan Merah Kebun Raya Bogor ini telah lama tersebar dan menjadi mitos tersendiri.

Jika Anda berencana ingin liburan ke Bogor, tentu Kebun Raya Bogor lah menjadi pilihan yang tepat. Anda bisa berkunjung bersama keluarga atau bahkan dengan kekasih anda. Kebun Raya Bogor mempunyai lebih dari 15.000 koleksi jenis tanaman dan luas wilayah 8,6 hektare.

Akan tetapi di balik keindahan dan sejuknya Kebun Raya Bogor, ternyata mempunyai satu mitos yang beredar luas di kalangan masyarakat Bogor yaitu tentang Misteri Jembatan Merah Kebun Raya Bogor.

jembatan-merah-kebun-raya-bogor-2

Jembatan gantung dengan material besi berwarna merah ini terletak di sebelah selatan Kebun Raya Bogor.

Mitos yang beredar yaitu jika ada sepasang kekasih yang melewati Jembatan Merah Kebun Raya Bogor ini secara bersama-sama, maka kisah cintanya akan kandas 🙂

jembatan-merah-kebun-raya-bogor-3

Tentu saja mitos Misteri Jembatan Merah Kebun Raya Bogor ini -tak pelak- menjadi ‘kambing hitam’ penyebab putusnya kisah cinta  beberapa pasang kekasih yang pernah berfoto di Jembatan Merah ini.

Kalau dipikir-pikir enak juga menyalahkan Jembatan Merah Gantung ini sebagai sebuah benda mati penyebab putusnya jalinan ikatan cinta 🙂

Tapi… kalau dipikir lebih jauh lagi…, daripada saling menyalahkan kemudian saling berkelahi, yang ujung-ujungnya jadi putus tali silaturahmi, dari awalnya temenan, kemudian sahabatan, jatuh cinta, dan pacaran, lalu putus, daripada menjadi musuhan, memang lebih baik kita salahkan saja Jembatan Merah nan cantik ini.

Aman untuk hubungan antar manusia.

Toh penyebab utama putus pacaran adalah karena berfoto dan jalan bareng di tengah Jembatan Merah ini he…he… he… sungguh alibi yang cerdas untuk tetap bersahabat dengan mantan pacar 🙂

Jadi kira-kira dialognya begini : “Kita putus karena kita berfoto di Jembatan Merah Kebun Raya Bogor, jadi kita putus sekarang ini bukan salah kamu atau salahku….” beres sudah.

Lebih lucu lagi, ada yang mengajak kekasihnya lewat jembatan merah ini, karena ya memang salah satu pasangan itu memang ingin putus he… he… he…  🙂

Tapi… sebentar…. memang kalau dipikir lebih bijaksana lagi, maka : Berfotolah kalian wahai para pasangan kekasih di Jembatan Merah Kebun Raya Bogor ini, karena jika kalian putus atau berpisah cinta kelak, maka kalian tidak akan berani menyalahkan satu sama lain, atau menyalahkan adanya pihak ketiga, : pria idaman lain atau wanita idaman lain, yang pastinya lebih tampan, lebih pintar, lebih kaya dan sukses, atau lebih cantik dan lebih seksi plus penurut.

Dengan hanya menyalahkan Jembatan Merah yang diam saja ini, kalian tidak akan berubah jadi saling membenci apalagi berkembang menjadi musuh abadi, karena putusnya cinta kalian adalah karena Jembatan Merah Kebun Raya Bogor 🙂

Mungkin secara psikologis hal ini akan menghindarkan diri dari trauma berkepanjangan, karena ditinggal putus kekasih….

Anehnya sebagian dari masyarakat Bogor yang mempercayai, dan tidak sedikit juga yang beranggapan bahwa itu hanya isapan jempol belaka.

Terlepas dari mitos tentang Jembatan merah tersebut, Kebun Raya Bogor tetap ramai dikunjungi oleh wisatawan lokal maupun mancanegara setiap harinya. Jika anda yang belum pernah mengunjungi dan penasaran dengan Kebun Raya Bogor, segeralah berkunjung dan anda bisa membuktikan bahwa mitos tentang Jembatan Merah Kebun Raya Bogor benar atau tidak.

Kebun Raya Bogor

Kebun Raya Bogor pada awalnya adalah bagian dari ‘samida’ (hutan buatan atau taman buatan) yang setidaknya sudah ada sejak pemerintahan Sri Baduga Maharaja Sunda (Prabu Siliwangi, 1474-1513) yang berasal dari Kerajaan Sunda, sebagaimana yang sudah tertulis di dalam prasasti Batutulis.

Hutan buatan itu dibuat dengan tujuan untuk keperluan menjaga kelestarian alam dan lingkungan sebagai sebuah tempat untuk memelihara benih benih kayu yang langka.

Untuk  berkunjung ke Kebun Raya Bogor, jika Anda Datang dari jakarta, Bekasi atau Tangerang, maka alat transportasi yang mudah untuk mengunjungi Kebun Raya Bogor adalah dengan menggunakan Kereta api dan turun di stasiun bogor, karena lebih praktis dan lebih dekat dengan tempat wisata Kebun Raya Bogor.

Setelah sampai di Stasiun Bogor bisa menggunakan angkot atau bisa juga berjalan kaki ke tempat Kebun Raya Bogor karena jaraknya yang tidak begitu jauh dari Stasiun Bogor kira kira sekitar 100 meter.

Di luar Stasiun Bogor banyak kita jumpai makanan khas yang bisa kita jumpai seperti asinan, banyak macam asinan yang bisa kita temui di sana, banyak juga makanan makanan lainnya

Harga Tiket di Kebun Raya Bogor adalah
Tiket Masuk Rp. 15.000,- / orang.
Tiket Khusus Wisatawan Asing Rp. 25.000,- / orang.
Kendaraan Keliling Roda 4 Rp. 30.000,-.
Parkir Kendaraan Roda 2 Rp. 5.000,-.
Tiket Sepeda Keliling Rp. 5.000,-.
Setelah masuk kita akan melihat pemandangan dan suasana yang begitu indah dengan udara yang begitu segar, jalanan yang begitu bersih, dan pepohonan yang begitu rindang.

Beda sekali dengan suasana di Jakarta yang begitu banyak gedung gedung dan sudah jarang sekali
ada pepohonan dan juga asap yang merajalela.

Di dalam Kebun Raya Bogor Kita bisa memilih tempat yang mau kita lihat karena ada denah yang menunjukan jalan di dalamnya.

Banyak koleksi pohon yang ada disana yang masih ada dan belum punah sampai sekarang contohnya :

Bunga bangkai (Amorphophalus titanum) merupakan salah satu daya tarik utama dari Kebun Raya Bogor karena ketika mendekati waktu mekarnya akan mengeluarkan bau bangkai yang menyengat. Bunga ini mempu mencapai ketinggian hingga 2m dan juga merupakan bunga majemuk yang terbesar di
dunia tumbuhan. Pohon kelapa sawit yang tertua di Asia Tenggara dan masih hidup sampai sekarang.

Misteri Jembatan Merah Kebun Raya Bogor

jembatan-merah-kebun-raya-bogor-1

Serta yang menjadi daya tarik utama adalah Jembatan Merah yang menjadi daya tarik pengunjung untuk berfoto.

Sudah banyak pasangan nekat yang ingin menantang mitos Misteri Jembatan Merah Kebun Raya Bogor dengan sengaja berfoto berdua kekasih, hanya untuk membuktikan bahwa hal ini hanya sekedar tahayul belaka.

Lebih uniknya lagi beberapa pasangan pengantin juga nekat melaksanakan foto pre-wedding di Jembatan Merah Bogor ini 🙂

Karena kalau dipikir dengan sangat filosofis, bukankah semua kisah cinta atau pernikahan itu pasti putus di dunia yang fana ini ?

Baik diputus oleh maut sebagaimana maut memisahkan secara alamiah, atau memang putus oleh alur kisah yang sudah tak sejalan pada dua hati yang menjalani, sehingga berganti menjalin kisah-kasih baru, juga secara alamiah.

Jadi buat apa susah kita berpikir untuk berani atau tidak foto di Jembatan merah Kebun Raya ?

Foto saja dengan kekasih Anda di Jembatan merah Kebun Raya, bila perlu adakan lomba Foto Pasangan Cinta di  Jembatan Merah kebun Raya Bogor.

Namun ingat, ketika kita lewat di jembatan gantung warna merah ini, jembatan gantung tersebut hanya memuat maksimal 10 orang, tidak boleh lebih.

Karena, kalau jembatan gantung kecil ini dibebani dengan misalkan 50 orang yang berbadan besar secara bersamaan,  maka yang putus bukan cintanya, tapi….

Jembatan yang cantik dan sungai di bawahnya yang begitu bersih yang membuat pengunjung betah lama lama di sekitar jembatan tersebut.

Kebersihan Kebun Raya Bogor

Jalanan yang begitu bersih dan udara yang begitu sejuk yang membuat para pengunjung tidak bosan menelusuri jalanan disana walaupun begitu luas dan sebenarnya bisa membuat kaki kita cukup pegal setelah berjalan di sana.

Disana juga terdapat danau yang berukuran besar dan kecil ada juga yang di tengah tengah danau yang ada air mancurnya, pemandangan danau sangatlah indah dihiasi dengan bunga teratai dan tanaman tanaman di
sekitar danau yang membuat pemandangan danau tersebut makin cantik dilihatnya.

Hanya saja harap diingat di Kebun Raya Bogor tidak boleh duduk-duduk dibawah pohon besar, karena pohon tersebut sudah tidak muda lagi.

Karena sudah ada kejadian pohon tumbang dan menimpa sekelompok wisata yang sedang duduk-duduk di bawahnya.

(Liputan Foto oleh : Laurentyas Aldi,  editing narasi : Imung)

 

Tinggalkan Balasan