Yuk lihat Misteri Di balik Keindahan Keraton Taman Sari Yogyakarta 🙂

Taman Sari adalah salah satu tempat peninggalan yang sangat bersejarah di keraton Yogyakarta.

Sampai saat ini, bangunan tersebut masih berdiri kokoh sejak masa pemerintahan Sri Sultan Hamengkubuwono I, tepatnya pada tahun 1785. Namun, padasaat ini Taman Sari sendiri telah berkembang menjajadi salah satu objek wisata yang menarik, bersejarah dan ramai dikunjungi wisatawan yang penasaran dengan sejarah bangunan ini.

Namun sebelum kami memasuki lokasi wisata Taman Sari, kami dianjurkan untuk membayar tiket seharga Rp.5000,00 per orang dan Rp.2000,00 apabila membawa kamera.

Setelah membeli tiket, kami tidak ingin membuang-buang waktu, dan segera memasuki ke dalam area wisata Taman Sari.

Bangunan utama di Taman Sari ialah bekas tiga kolam air yang berbeda-beda, ada yang hanya khusus untuk keluarga Sultan,untuk putra-putri Sultan dan untuk para selir. Yang diberi nama Umbul Pasiraman, Umbul Kawitan dan Umbul Muncar.

Di sini terdapat mitos-mitos yang tidak dapat kita tangkap dengan logika kita. Yang katanya sang Sultan pernah melempar bunga dari atas  ke dalam kolam para selir yang tengah mandi untuk memilih selir yang ketiban kehormatan akan diajak beliau memadu kasih dan bercinta.

Mitos lainnya yang terdengar adalah barang siapa yang berciuman maka hubungan pasangan tersebut akan langgeng.

Nah kalau berciuman di dalam Taman Sari ini memang yang melakukannya akan nekat dilihat banyak orang 🙂

Di sini yang membuat saya sedikit heran dengan bangunan-bangunan yang terdapat di dalam Taman Sari ini.

Karena disini terdapat sebuah masjid yang tersembunyi yang disebut Sumur Gumuling. Terdapat titik penengah di ujung tangga yang berfungsi sebagai mimbar untuk berdakwah.

Masjid ini memiliki sebuah lorong yang berbentuk melengkung seperti halnya sebuah kubah. Yang katanya ruangan berbentuk seperti ini dapat sebagai pengeras suara akustik pada zaman tersebut.

Bangunan ini memiliki lima buah tangga, di bawahnya terdapat sebuah sumur untuk berwudhu.

Masjid ini memiliki delapan pintu ventilasi yang ada di lantai satu dan empat pintu yang ada di lantai dua.

Pada lantai satu, fungsi dari pintu-pintunya yaitu sebagai penghubung menuju lantai dua dengan menggunakan lima tangga yang tersedia.

Jumlah keseluruhan ventilasi di dalam masjid berjumlah dua belas ventilasi.

Pada saat kami semua ingin pulang, kami dibuat heran oleh sebuah lorong yang jalannya ditutup.

Saya pun menanyakannya ke pada salah seorang pemandu wisata yang berada di tempat tersebut.

“Pak, kenapa jalan ini ditutup ?” tanyaku.
“Oooh, itu jalan yang dapat menghubungkan kita menuju Pantai Selatan.” ujar pemandu wisata itu.

Dengan perasaan yang masih sangat heran, saya pun meminta penjelasan singkat dari pemandu tersebut.

Konon jalur ini merupakan jalur evakuasi menuju Pantai Selatan jika sewaktu-waktu Istana diserang musuh.

Maka dari itu Taman Sari ini juga dikabarkan sebagai tempat bertemunya sang Sultan dengan Nyai Roro Kidul, sang Ratu Jin dari Pantai Selatan.

Di sini yang membuat saya mengakui bahwasanya tempat ini sangatlah bertaut misteri.

Pesan dari saya untuk para pembaca yang ingin mengunjungi wisata keraton Taman Sari Yogyakarta maka cobalah untuk lebih menjaga kebersihan lingkungan Taman Sari dan mematuhi segala peraturan yang tertera di Taman Sari.

Karena peninggalan ini untuk anak cucu kita nanti masih dapat merasakan objek wisata Taman Sari yang penuh sejarah dan peninggalan leluhur-leluhur lainnya.

Silahkan para pemirsa puteriputeri.com melihat tayangan video liputan saya di sini :

 

(Liputan oleh : Arvio de Putra)

Tinggalkan Balasan