-Seringkah anda merasa stres dan lelah dalam mendidik anak?
-Seringkah anda menggunakan kekerasan berupa ancaman maupun kekerasan fisik dalam mendidik anak-anak?
-Seringkah anda frustrasi karena anak anda tidak mau mendengarkan arahan anda?
-Seringkah ketika anda memberikan nasehat, anak anda membantahnya?
-Maukah anda dapat mendidik anak dengan mudah tanpa stres?
-Maukah anda dapat mengasuh anak dengan pola pengasuhan yang tepat dan efektif?
-Apakah anda ingin menemukan diri anda menjadi nyaman dan bahagia ketika mengasuh anak?

Meski sudah berstatus ibu, ternyata masih banyak wanita yang belum mengetahui tentang bagaimana memberi asuhan terbaik untuk anak. Mini Workshop Consciusness Parenting ini akan diadakan pada hari Minggu tanggal 11 Desember 2016.

 Parenting merupakan jawaban bagi para ibu yang baru saja mempunyai momongan maupun yang sudah lama mempunyai momongan. Karena, parenting yang menjadi pegangan dan penting dalam mendidik dan membesarkan anak dan balita agar tumbuh besar menjadi yang diharapkan para ibu.

Kata “Parenting” mempunyai kata dasar yaitu parent yang dalam bahasa inggris berarti orang tua. Jika dalam kata dasar bahasa inggris dibelakangnya ditambah “Ing” maka orang itu sedang melakukan pekerjaaan.

Parenting adalah proses membesarkan dan mendukung perkembangan fisik dan mental yang juga meliputi emosional, sosial, spiritual dan intelektual anak dari bayi hingga dewasa. Tentu saja tujuannya untuk menghasilkan generasi muda atau anak-anak yang cerdas, tidak hanya cerdas intelektual tetapi juga cerdas emosional dan spiritualnya. Gaya pengasuhan anak pun memiliki peranan penting, anak yang mendapatkan pengasuhan yang baik, biasanya juga memiliki budi pekerti dan sopan santun yang baik dalam masyarakat.

Orang tua kandung biasanya memiliki peran paling penting dalam parenting, meskipun mungkin peran itu bisa dilakukan oleh kakak, nenek, bibi, paman atau anggota keluarga lainnya, atau bahkan seorang pengasuh atau asisten rumah tangga. Dalam kasus tertentu, seperti anak yatim piatu atau anak-anak yang ditinggalkan oleh orangtuanya menerima pengasuhan dari orang tua asuh. Ada yang diadopsi, diangangkat sebagai anak asuh, atau ditempatkan di panti asuhan.

Dalam proses parenting, gaya orangtua dalam mengasuh anak memilki banyak perbedaan. Gaya dalam pengasuhan anak itu akan terlihat dalam kehidupan sehari-hari anak, sikap dan perilaku anak merupakan hasil dari sistem pengasuhan yang diterapkan orangtua. Kelas sosial, tingkat kesejahteraan, budaya orangtua dan lingkungan sekitar memiliki pengaruh yang kuat pada metode parenting seperti apa yang diterapkan oleh orang tua. Berikut ini beberapa metode pengasuhan yang biasanya berkembang di masyarakat:

– Gaya pengasuhan anak yang Otoriter, Gaya pengasuhan anak seperti ini sangat kaku karena memiliki segudang aturan ketat yang harus dituruti anak. Gaya parenting ini ada karena sikap orangtua yang otoriter. Mereka memberikan tuntutan yang tingi kepada anak danitu harus dipenuhi, disamping itu mereka sama sekali tidak peka terhadap kebutuhan emosional dan kasih sayang anak. Jika aturan mereka dilanggar, biasanya akan ada hukuman bagi anak. Hukumannya mungkin biasa, tapi secara psikologis anak terluka, karena biasanya tidak ada penjelasan logis bagi anak tentang mengapa ia bersalah, pokoknya “Karena saya bilang begitu, kamu harus mengikuti” atau “Kalau saya bilang salah, ya salah!” Anak-anak yang dibesarkan dalam keluarga atau lingkungan rumah bergaya otoriter, biasanya tampil kurang ceria, selalu murung, dan lebih rentan stres.

– Gaya pengasuhan anak yang Permisif, Gaya pengasuhan anak yang permisif cenderung memanjakan anak. Anak lebih bebas menetukan keinginannya dan mengemukakan pendapatnya. Dalam gaya parenting ini, peraturan orangtua sangat ringan bahkan cenderung memiliki pengawasan yang tidak ketat. Semua keinginan anak hampir semuanya dituruti dengan mudah, yang penting anak tidak mengalami kesulitan dan kesusahan. Anak-anak dari orangtua yang permisif pada umumnya anak-anak bahagia, tetapi mereka memiliki kontrol yang rendah terhadap diri sendiri dan tidak memiliki kemandirian yang baik.

– Gaya pengasuhan anak yang Otoritatif, Mengenai gaya pengasuhan anak otoritatif, banyak psikolog terkenal yang mengatakan gaya ini adalah gaya yang tepat dalam metode parenting. Orangtua yang otoritatif lebih mengedepankan logika dan pikiran positif dan jarang menggunakan hukuman. Orang tua lebih bisa membaca perasaan dan kemampuan anak, dan orang tua juga mendukung perkembangan anak dalam banyak hal. Orangtua dan anak menjalin komunikasi yang sangat baik dengan kontrol dan dukungan yang seimbang. Dalam berhubungan dan mejalin kedekatan dengan anak, orang tua otoritatif melibatkan emosi, melibatkan hati. Penelitian menunjukkan bahwa gaya ini lebih menguntungkan daripada gaya otoriter yang terlalu keras atau gaya permisif yang terlalu lembut.
Dari 3 metode pengasuhan anak diatas, AyahBunda tergolong orangtua yang otoritatif, otoriter atau permisif? Pola asuh yang seperti apa yang terbaik menurut anda?

pernting-event

Temukan jawabanya & kiat jitu mengatasinya di MINI WORKSHOP“Consciousness Parenting”workshop ini diselenggarakan oleh Aldana MarCom pada hari Mingu 11 Desember 2016 yang merupakan Organizer yang berpengalaman dan sukses dalam membuat event-event seminar maupun workshopdi beberapa kota besar di indonesia. Fasilitator dari workshop ini adalah orang-orang berpengalaman dalam dunia pengasuhan anak, diantaranya :

1. Sahening Dian Ardini
Psikolog Anak & Keluarga, dan Founder Rumah Terapi & Tumbuh Kembang Anak.

2. Veronica Kristiyani
Psikolog, Hypnotherapist, Konselor Keluarga.

Pengalaman merupakan guru terbaik, dan anak adalah invertasi paling berharga dan tidak ada habisnya. Oleh karena itu jangan ragu-ragu dan segera daftar di MINI WORKSHOP“Consciousness Parenting”.

(Liputan oleh : Achmad Radian Amin)

Tinggalkan Balasan