Halo pembaca puteriputeri.com, di sini saya Yosafat Lamhot Prasetyo akan menjelaskan tentang berkebun sayur di pekarangan, sebuah oleh-oleh yang saya dapatkan dari kawasan Puncak, Bogor, Jawa Barat.

Hal yang menarik jika kita wisata ke kawasan  Puncak, Bogor, Jawa Barat itu tidak hanya kita menginap di villa tetapi kita bisa juga bisa belajar berkebun.

Berkebun itu banyak manfaatnya karena selain kita belajar bercocok tanam kita juga bisa pahami cara-cara bercocok tanam baik menanam bunga maupun tumbuhan lainnya,

Media tanam yang baik tentu akan sangat berpengaruh pada pertumbuhan dan perkembangan tanaman nantinya.

Di sini saya akan perjelas tentang jenis tanaman sayuran yang cocok ditanam di pekarangan (halaman), unsur-unsur apa saja yang harus diketahui dan media tanam harus benar.

Jadi tidak perlu bingung untuk bercocok tanam karena kita sudah tahu media tanam yang baik, di sini kebetulan saya ke kebun yang sudah panen yaitu panen sayuran sawi.

kebun-2

Kebetulan daerah Puncak, Jawa Barat iklimnya cocok dengan tanaman sayur-mayur, karena tanah yang bagus tentunya sangat penting dan ideal.

Dalam berkebun, tanahnya perlu mempunyai unsur hara, bila perlu dapat menambahkan pupuk secukupnya. jangan lebih karena tanaman hanya membutuhkan unsur hara yang berimbang.

Berkebun di Pekarangan.

Di Indonesia kini warga masyarakat banyak yang berminat untuk berkebun sayur atau bertanam sayur di pekarangan atau halaman rumah.

Banyak pilihan aneka jenis benih sayuran yang bisa dipilih oleh pekebun rumahan, terpopuler adalah cabe dan tomat. Mungkin karena termasuk kategori tanaman pendek, namun tetap saja berbuah rimbun.

Manfaat Bertanam Sayur Di Rumah

Berkebun sayuran di sekitar rumah ada banyak sekali manfaatnya:

1. Sayur yang kita tanam sendiri lebih dijamin kesehatannya, dan keamanannya lebih terkontrol (misalnya saja bebas pestisida, herbisida, fungisida, atau bakterisida, serta bebas dari pupuk yang mengandung zat kimia yang bisa saja berbahaya bagi tubuh). Malah banyak sekali pekebun yang ingin bertanam dengan teknik hidroponik, yaitu bertanam tanpa tanah.

2. Langsung panen ketika ingin digunakan. Selada, bayam, kangkung, atau bayam yang dipetik langsung dari kebun dan dikonsumsi, rasanya jauh lebih nikmat ketimbang yang dibeli di supermarket atau pasar tradisional.

3. Mengajar anak untuk mencintai lingkungan (bertanam sejak kecil)

4. Menjadi hobi baru yang berguna untuk kesehatan fisik dan pikiran (refreshing).
Bercocoktanam dengan memanfaatkan pekarangan rumah saat ini memang sedang digemari oleh banyak orang. Selain sebagai sarana pemenuhan kebutuhan pangan sehat, bercocoktanam juga bisa menjadi hobi yang dilakukan untuk menghilangkan kejenuhan akibat rutinitas yang monoton setiap harinya.

Menanam sayur di pekarangan rumah juga merupakan contoh nyata untuk keluarga yang ingin belajar menyediakan sayuran sendiri untuk dikonsumsi.

Kaarena sayuran merupakan jenis bahan pangan penting yang harus dipenuhi setiap hari sebagai demi mendapatkan asupan gizi cukup.

Media Tanam Untuk Tanaman Sayuran di Pekarangan

Meski tidak memiliki lahan yang luas, bercocoktanam di pekarangan rumah tetap bisa dilakukan, yaitu hanya dengan memilih jenis media tanam yang hendak digunakan.

Tanah tentu saja menjadi pilihan utama dalam bercocoktanam karena mudah didapatkan dan mudah pengolahannya, sedangkan penggunaan polybag adalah salah satu cara agar tanah tetap bisa digunakan sebagai media tanam meskipun lahan yang dimiliki tak begitu luas.

Selain itu, kebutuhan pupuk guna menumbuh-suburkan tanaman juga bisa kita dapatkan dengan mudah. Sebagai contoh adalah sampah dapur –yang juga merupakan sampah organik dari sisa-sisa bahan pangan, bisa kita manfaatkan sebagai pupuk kompos. Di samping hemat, pupuk kompos juga mempunyai keunggulan bagi tanaman karena tidak mengandung bahan kimia. Dengan begitu jenis tanaman akan terjamin kesehatannya dan aman untuk dikonsumsi.

Hal yang paling penting dalam bercocoktanam adalah pemilihan jenis tanaman, yaitu hendaknya bisa menyesuaikan dengan kemampuan kita dalam hal merawat tanaman tersebut, baik waktu ataupun tenaga.

Misalnya apabila hendak menanam sayuran, bagi Anda yang berkeinginan serba cepat, silakan memilih jenis tanaman sayuran yang mudah dalam perawatannya sehingga panenpun akan cepat. Dengan begitu kita tidak akan terbebani akibat kerja tambahan merawat tanaman tersebut.

Jenis Sayur Mudah Ditanam dan Cepat Panen

1. Sawi Hijau / Caisim

sawi-hijau

Sawi hijau atau juga dikenal dengan nama caisim adalah jenis sayuran yang bisa tumbuh di daerah dataran tinggi maupun dataran rendah, di mana selain akarnya, seluruh bagian tanaman ini tetap bisa dimanfaatkan untuk dikonsumsi.

Untuk pembudidayanya, sawi hijau termasuk jenis sayuran yang mudah, karena pada saat pembibitan yang kita butuhkan hanyalah biji yang berasal dari bunganya. Biji sawi hijau itu disemai hingga tumbuh membentuk 3 sampai 4 daun, kemudian silakan dipindah pada media tanam yang telah disiapkan dengan memperhatikan jarak tanamnya. Biji sawi hijau juga bisa langsung ditanam pada media tanam, dengan catatan tetap memperhatikan jarak antar biji yang akan tumbuh menjadi tanaman.

Mengenai perawatannya juga tak begitu susah, kita hanya perlu mengatur waktu penyiraman tanaman dan pemupukan yang disesuaikan dengan kebutuhan tanaman. Sawi hijau sudah bisa mulai dipanen pada umur 25 – 30 hari dari proses tanam bibit dari proses penyemaian, atau 40 – 50 hari dari tanam biji.

2. Bayam

bayam

Bayam memiliki dua jenis, yaitu bayam hijau dan bayam merah. Namun yang paling banyak dibudidayakan oleh masyarakat Indonesia adalah jenis bayam hijau. Para petani mengenal bayam menjadi dua macam, yaitu bayam petik dan bayam cabut. Bayam petik bisa tumbuh lebih tinggi dan besar, cara panennya dengan memetik daun mudanya. Sementara bayam cabut akan tumbuh pendek dan cara panennya mencabut langsung seluruh tanaman dengan akarnya. Bagian tanaman yang dimanfaatkan sebagai bahan pangan dari tanaman bayam adalah daun dan batang mudanya.

Menanam bayam dimulai dari bijinya, tanam langsung biji bayam pada media tanam. Setelah itu tutupi biji dengan tanah halus secukupnya sampai bijinya tidak terlihat. Cara perawatannya cukup dengan mengatur waktu penyiraman setelah biji tumbuh dan membentuk daun. Bayam sudah mulai bisa dipanen pada umur 25 hari, untuk bayam petik bisa dipanen 4 – 5 hari sekali. Sedangkan bayam cabut hanya bisa satu kali panen, dipanen dengan langsung mencabut seluruh tanaman dengan akarnya.

3. Kangkung

kangkung-1

Kangkung menjadi salah satu sayuran favorit banyak orang, bahkan kangkung menjadi salah satu menu andalan yang disajikan di banyak restoran dan rumah makan. Ada dua jenis kangkung yang dikenal oleh para petani, yaitu kangkung darat dan kangkung air. Selain perbedaan media tanam untuk kangkung air yang ditanam pada media tanam berair, kangkung air memiliki daun yang lebih lebar dan agak membulat dengan bunga berwarna keunguan. Sedangkan kangkung darat, memiliki daun yang lebih runcing dan bunganya berwarna putih.

Jenis kangkung yang paling banyak ditanam di pekarangan rumah adalah jenis kangkung darat. Kangkung darat ditanam dengan menggunakan biji yang yang langsung disebar pada media tanam. Kangkung darat akan tumbuh tegak dan perawatannya cukup dengan mengatur waktu penyiramannya. Kangkung darat dapat dipanen setelah berumur 30 hari sampai 45 hari. Pemanenan dilakukan dengan mencabut seluruh tanaman dengan akarnya.

Kebutuhan biji tanaman sawi hijau, bayam dan kangkung, mudah didapatkan di toko-toko pertanian. Selain perawatan dengan mengatur waktu penyiraman, pemberian pupuk tambahan bisa dilakukan sesuai dengan kebutuhan tanaman.

Setelah panen, tanah di dalam polybag dapat diolah kembali dengan perbaikan unsur hara menggunakan pupuk kompos. Dengan begitu bercocoktanam di pekarangan rumah akan bisa dilakukan secara berkelanjutan.

Jadi…. apa kalian ingin mencoba bercocok tanam  ?

Selamat berkebun Sayur di pekarangan rumah.

(Oleh : Yosafat Lamhot Prasetyo)

Tinggalkan Balasan