Asyiknya wisata ke Kawasan Mandeh di pesisir selatan, provinsi Sumatera Barat.

Kawasan Mandeh

Inilah salah satu pulau yang masih belum banyak dikunjungi wisatawan. Pulau ini disebut ‘Raja Ampat’ nya Sumatera Barat. Karena di kelilingi oleh bukit-bukit kecil seperti di Raja Ampat.

Mandeh

Sungguh indah, walaupun merupakan laut lepas, tetapi perairan di Kawasan Mandeh ini tenang, tidak berombak besar karena dikelilingi oleh bukit-bukit kecil tersebut.

Dari kota Padang, banyak kendaraan yang bisa di gunakan untuk sampai ke tempatini.

Saya menggunakan mobil pribadi, perjalanan ditempuh kurang lebih 1 sampai 2 jam. Sebelum sampai ke pelabuhan, kami berhenti sejenak di tempat peristirahatan ‘Puncak Panorama Satu’.

Tempat ini merupakan tempat peristirahatan sambil melihat bukit-bukit yang ada di Kawasan Mandeh ini.
Sayangnya ketika saya sedang di Panorama Satu ini sedang mendung jadi terlihatgelap.
Setelah berhenti sejenak di Panorama Satu, kita melanjutkan perjalanan ke Pelabuhan Carocok Terusan untuk menyebrang ke berbagai tempat.

(Pelabuhan Carocok Terusan)

Setelah menyebrang menggunakan perahu motor sewaan, tempat yang pertama kami kunjungi adalah Hutan Mangroove,


Indah bukan? Tidak hanya pantai yang ada di Kawasan Mandeh ini, tetapi juga ada Hutan Mangrove.

Setelah melewati hutan mangrove, kami berhenti untuk makan siang.

Tetapi kami harus berjalan sekitar 3-4 menit untuk sampai ke sisi lain pulau, melalui jalan darat. Kami makan siang di pinggir pantai,

Selesai makan siang, kami melanjutkan perjalanan melewati Cliff Jumping di Pulau Sironjong Gadang, tempat ini merupakan tempat melompat dari bukit atau bebatuan yang tinggi ke laut.

Tetapi karena saya tidak berenang di laut, jadi kami hanya melewatinya saja dan melihat sekilas pengunjung lain melompat dari atas.

Perjalanan berlanjut untuk ke tempat diving, tempat diving ini di tandai oleh rumah terapung. Di bawah rumah terapung inilah, adabangkai Kapal MV Boelongan Nederland. Tetapi saya tidak menyelam, hanya singgah sejenak untuk mengambil foto dan mendengarkan cerita dari sang Tour Guide.

(Rumah terapung penanda bangkai Kapal)

Setelah itu saya kembali ke Padang, hanya satu hari perjalanan di Kawasan Mandeh ini kurang puas setidaknya harus mencoba menginap di tempat ini dan melakukan cliff jumping juga diving untuk melihat bangkai kapal bersejarah dari Belanda itu.

Tapi sayangnya di Kawasan Mandeh ini belum ada penginapan seperti hotel atau cottage, hanya ada beberapa homestay yang harus di booking sebelum datang ke sini.

(Liputan oleh: Vinnesa Indy)

Tinggalkan Balasan