Menikmati Kopi Luwak Asli di Kintamani Bali, hmmm…

Wilayah Kintamani, Bali memang banyak menyimpan potensi perkebunan Kopi.

Kebetulan puteriputeri.com berkesempatan untuk mengunjungi Perkebunan Kopi dan Pusat pengolahan Kopi Luwak di Kintamani Bali. Perkebunan Kopi di Kintamani Bali berada di ketinggian sekira 1.300 meter di atas permukaan laut.

Perkebunan Kopi di Kintamani ini terletak luas sekurang lebih 15.000 hektar antara wilayah Tampaksiring hingga Singaraja. Kawasan Kintamani sejak tahun 1960-an memang dikenal sebagai sentra perkebunan Kopi. Tanahnya yang subur, ketinggian yang pas, serta memiliki iklim pegunungan sehingga cocok untuk budidaya tanaman Kopi.

Sedangkan bagi para wisatawan yang hendak berkunjung ke Kintamni, jarak dari Pantai Kuta di Denpasar ke Kintamani sekitar 71 kilometer dengan waktu tempuh sekitar 2-3 jam perjalanan dengan kendaraan.

kintamani-kopi-1

Di kawasan Perbukitan Kintamani inilah Kopi Arabika Kintamani tumbuh subur.Wilayah perbukitan Kintamani dengan pengelolalan yang masih tradisional terutama dalam proses roasting yang hanya mengandalkan tungku api dari kayu bakar, membuat wisatawan dapat menyaksikan proses pengolahan Kopi. Yang menjadi daya tarik utama adalah Kopi Luwak Kintamani yang telah ‘Go International’.

Kopi Luwak Kintamani menjadi terkenal karena wilayah Kintamani yang memang memiliki binatang endemik yang disebut Civet Cat atau Luwak.

Luwak adalah binatang sejenis Musang yang gemar makan buah, termasuk Buah Kopi. Kopi Luwak adalah kopi yang terbuat dari biji buah kopi yang telah dimakan oleh Luwak Palm Asia / Asian Palm Civet (Paradoxurus hermaphroditus).

Luwak-luwak ini sangat pandai memilih mana buah Kopi yang warnanya merah tua, rasa dagingnya manis pertanda masak. Luwak gemar makan Buah Kopi masak dengan cara menelannya langsung, dan buah kopi ini yang tercerna oleh Luwak hanyalah dagingnya saja, sementara bijinya akan dikeluarkan lewat feses Luwak.

Di perut Civet atau Luwak ini, enzim proteolitik meresap ke dalam biji kopi, menciptakan rantai peptida yang lebih pendek. Selain Biji Kopi, hewan Luwak juga memakan reptil kecil, serangga, buah-buahan dan biji-biji matang lainnya.

Setelah dimakan Luwak, buah Kopi melewati usus Luwak, dan biji Kopi kemudian ikut terbuang bersama feses. Setelah ditemukan biji-biji sisa pencernaan Luwak ini, maka biji-biji kopi tadi dicuci secara menyeluruh dengan air bersih secara seksama,kemudian dikeringkan di bawah sinar matahari untuk menciptakan pengeringan yang baik, kemudian barulah di roasted atau di sangrai-panggang untuk memperoleh Kopi Luwak yang istimewa.

Karena proses pemilih Biji Kopi nya telah dipilih oleh Sang Luwak sejak awal, maka biji-biji kopi yang telah ditelan Luwak ini menghasilkan kopi aromatik yang luar biasa harum nikmat, dengan lebih lebih sedikit kepahitan dan sedikit keasaman. Kopi Luwak juga tercatat sebagai kopi termahal di dunia.

kintamani-kopi-3

Puteriputeri.com sempat mencicipi rasa Kopi Luwak yang benar-benar nikmat, apalagi diminum di tengah hawa pegunungan Kintamani yang sejuk. Jadi negeri kita benar-benar memiliki ragam potensi yang membuat para wisatawan mancanegara terkesan mendalam akan keindahan juga petualangan wisata negeri Nusantara tercinta ini. (Puteri/Veeka)

Tinggalkan Balasan