Pada hari senin tanggal 12-12-2016 pada waktu itu ketika liburan panjang salah satu wisata yang saya kunjungi adalah Curug Cigamea.

Saya dan keluarga saya pergi menuju curug cigamea letaknya di di desa Gunungsari, Kecamatan Pamijihan, Kabupaten Bogor.

Jarak yang saya tempuh tidak terlalu jauh dari ibukota jakarta juga lokasinya yang masih cenderung jauh dari hiruk pikuk keramaian seperti di kota dan kemacetan karena lokasinya ini berada lereng kaki gunung salak, lokasi air terjun ini menjadi salah satu pilihan kunjungan bagi wisatawan, sangat lah beda dengan kawasan Puncak, Bogor yang sangat ramai sekali dan macet.

Setelah sampai pintu masuk gerbang yang pertama dikenakan biaya sebesar 10.000 karna saya membawa kendaraan beroda 4 dan dihitung pula dengan orangnya per orang 10.000 juga, lalu setelah itu saya parkirkan mobil saya dikenakan biaya 10.000, saya memasuki jalan menuju curugnya dan dikenakan biaya juga perorang 5000, lalu di perjalanan itu sangatlah jauh untuk menempuh kecurugnya jalannya pun berbatu batu sangat cape jika jalan pulangnya karna jalannya menananjak.

Jalan menuju Curug Cigamea
Lalu disana itu banyak sekali hutan-hutan hijau yang pohonnya tinggi-tinggik etika berjalan meuju curug ini.

Kondisi hutan hijau

Setaeah itu sudah beberapa menit melewati jalan yang extrim dan lumayan jauh itu sampai lah saya di curug tersebut, ketika saya sampai saya hawa curug itu angat lah dingin dan banyak sekali yang bermain air disana walaupu airnya dingin tetap asik untuk bermain air, air terjunnya sangat tinggi dan banyak sekali juga yang berfoto-foto mengambil momentum di curug tersebut seperti di foto ini adik saya yang sangat eksis untuk berfoto di air terjun itu dan untuk mengambil foto ditengah-tengan seperti adik saya ini menunggu orang yang sudah berfoto agar fotonya terlihat bagus

Air terjun Curug Cigamea

Di foto tersebut ada dua foto yang berbeda karna di Curug Cigamea ada dua air terjun yang air terjun ke dua itu kenapa ada tali karna itu batas untuk bermain airnya karna lebih dari batas tali itu sudah melebihi kedalaman.

Setelah itu ketka saya dan adik berjalan pulang dan membeli gorengan pisang goreng banyak sekali kera-kera yang keluar bermunculan dari tebing-tebing dijalan tersebut lalu kera itu pun turun dan meminta gorengan pisan itu kepada adik saya kami pun serontak kaget karena si kera pun langsung turun begitu saja.

Kera itu tidak hanya di tebing jalan saja bahkan kera-kera tersebut main di tebing batu sangat membahayakan pengunjung di bawahnya karena batu dari tebing tersebut sering berjatuhan, jadi saat kera banyak beraksi diatas tebing pengunjung diharap menjauh dari lokasi tebing tersebut dan berhati-hati.
Berikut cerita saya saat saya mengunjungi wisata Curug Cigamea buat kalian semua yang belum kesana yuk kunjungi Curug Cigamea di jamin dingin abissssssssss 🙂 🙂

Liputan by : chyntria beharti

Tinggalkan Balasan