Mengingat selalu Momen indah  ‘Aksi 212’, aksi super damai, aksi bela Islam, penuh semangat  yang menyatukan ummat.


Aksi Demo dengan nama “Aksi Super Damai 212′ juga “Aksi Bela Islam Jilid-3”  ini menuntut agar Ahok yang dituding sebagai Sang Penista Agama segera diadili dan diputuskan hukumnya menurut hukum Negara Republik Indonesia.

Aksi tanggal 2 Desember 2016 ini berlangsung penuh kedamaian, penuh doa, serta semangat.

Meski Ahok yang dituding sebagai Sang Penista Agama, rencananya baru akan diadili secara sidang terbuka hari Kamis 8 Desember 2016, kemudian akhirnya terlaksana sidang perdana Ahok pada hari Selasa 13 Desember 2016, yang diisi dengan dakwaan jaksa dan pembacaan nota keberatan Ahok sambil menangis di muka hakim.

Dalam ‘Aksi 212’ ini bahkan Presiden RI, Ir. Joko Widodo atau populer dengan sebutan Presiden Jokowi juga turut mendatangi peserta aksi damai 2 Desember 2016 di Monas, Jakarta Pusat.

Presiden Jokowi yang didampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla, Menko Polhukam Wiranto, dan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin kemudian Salat Jumat bersama massa aksi.

bela-islam-4

Saat Jokowi dan rombongan berjalan keluar dari Istana Merdeka menuju Monas, hujan deras mengguyur area sekitar. Di bawah guyuran hujan, Jokowi sempat berhenti sejenak untuk meminta pendapat, apakah terus berjalan ikut salat Jumat di Monas bersama massa aksi damai 2 Desember atau tidak.

Pertanyaan serupa kembali dilontarkan Jokowi setelah tiba di Monas, dan Presiden Jokowi pun memutuskan salat Jumat di tenda karena hujan yang belum juga reda.

Usai salat Jumat, Jokowi berpidato di hadapan peserta aksi damai 2 Desember, dan meminta massa kembali ke rumah masing-masing.

Namun ummat ingin terus menyuarakan aspirasinya soal rasa keadilan hukum untuk tersangka Ahok, tersangka pelaku penista Agama itu.

bela-islam-6

Karena sudah masuk dalam aksi Bela Islam Jilid-3, maka aksi ratusan ribu orang di lapangan Monas ini dikemas dalam bentuk ‘doa bersama’ yang tertib dan ‘super damai.’

Kendati penuh dengan spanduk, poster, yel dan seruan menuntut Ahok segera diadili.

Keinginan ummat hanya satu yakni keadilan cepat ditegakkan, dan jangan berlarut-larut hingga berbulan-bulan semenjak aksi ummat ‘Aksi Bela Islam Jilid 1’, tanggal 14 Oktober 2016 lalu, dan ‘Aksi Bela Islam Jilid-2’ pada tanggal  4 November 2016 lalu.

Kini kita mengenang selalu aksi Bela Islam Jilid-3 tanggal 2 Desember 2016.

Akankah pegadilan mampu mengadili seadil-adilnya bagi tersangka Basuki Tjahaya Purnama ?

Karena jika pengadilan dirasa tidak adil, maka bukan tak mungkin akan ada Aksi Bela Islam Jilid-4, Jilid-5, Jilid-6 hingga seterusnya ?

bela-islam-4

Seruan  inginkan segera keadilan ditegakkan untuk kasus penistaan agama ini terus berlanjut.

Sesudah acara dinyatakan selesai, Rizieq Shihab pun memimpin massa untuk berarak menuju Bundaran Hotel Indonesia -dengan berbagai ‘mobil komando’ yang memiliki mimbar masing-masing, dengan sistem tata suara dan orator masing-masing.

bela-islam-2
Tentu yang paling menonjol adalah mobil mimbar Rizieq Shihab – yang ‘dijaga’ Munarman, yang pernah aktif di Kontras.

bela-islam-1

Mereka sebetulnya tak diizinkan berunjuk rasa sepanjang jalan ini, namun kata Rizieq Shihab, mereka hanya ingin menghibur mereka yang tak bisa masuk Monas dan ‘menyapa’ warga sekitar -dengan takbir, dan seruan-seruan anti Ahok.

bela-islam-3

Puluhan ribu massa demo 212 membubarkan diri usai salat Jumat di Monumen Nasional (Monas) dan sekitarnya. Namun, mereka tak sekonyong-konyong pulang ke daerah asal.

Massa menyempatkan diri berorasi untuk menyampaikan tuntutan kepada pemerintah di Bundaran Hotel Indonesia (HI).

img_20161104_153255

Mereka mendesak pemerintah menyeret Gubernur nonaktif DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok untuk segera masuk ke ranah pengadilan formal yang terbuka untuk umum.

Beberapa mobil bak terbuka yang dilengkapi pengeras suara menjadi mimbar para orator demo 212.

Secara bergantian, para partisipan yang mengaku berasal dari luar Jakarta mengemukakan kekecewaan mereka karena polisi tidak menahan Ahok. Orasi tersebut menyita perhatian massa lainnya yang hendak pulang sehingga akhirnya mereka berkerumun untuk terus menyuarakan aksinya.

Akibatnya, lalu lintas di Bundaran HI menjadi tersendat. Sebuah bus Transjakarta pun kesulitan saat hendak melintas. Aparat penegak hukum pun tak dapat berbuat banyak ketika menyaksikan orasi usai demo 212 yang juga dikenal sebagai aksi bela Islam Jilid-3 ini.

Ahok menjadi tersangka kasus dugaan penistaan agama oleh Badan Reserse Kriminal Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri beberapa waktu lalu.

Kasus tersebut bermula saat beredar video tentang pidatonya yang mencatut Surat Al Maidah beredar di internet.

Aksi yang disebut sebagai ‘Bela Islam Jilid 3’ dilakukan pagi hingga pukul 13.00 WIB, berpusat di Monas, Jakarta – menuntut Basuki Tjahaja Purnama diadili, diseret ke pengadilan agar mendapat pengadilan yang sempurna akibat kasusnya.

Dalam aksi Super damai atau aksi Bela Islam jilid 3 ini penuh dengan semangat kesukarelawanan yang kental sepanjang Bundaran HI- Thamrin-Monas yang dilalui ummat. Banyak organisasi-organisasi masyarakat yang membagikan air mineral dan makanan dengan cuma-cuma.

Ummat yang hadiri aksi super damai 212 ini diperkirakana mencapai jumlah 3 juta ummat muslim, datang dari berbagai daerah di Indonesia,dengan menggunakan transportasi darat, laut dan udara, bahkan ada pula datang yang berjalan kaki dari luar Jakarta, semuanya demi membela kebenaran Al-Qur’an.

(Liputan oleh : Daya Hatta)

simak juga :

Mengenang Selalu Aksi 4 November 2016, Bela Islam

Tinggalkan Balasan