Pertanyaan ini kerap diajukan oleh beberapa rekan Puteri setelah mereka merasa heran akan banyaknya pembaca yang mengirimkan pengalaman berwisatanya kepada media puteriputeri.com. Ya Mengapa Berwisata itu Penting ?

“Mengapa Berwisata itu Penting ? Apa wisata itu harus Mbak? Nanti malah capek badan karena hari Senin kan harus masuk kerja,”

Kemudian ada pertanyaan juga, “Mbak Puteri, mengapa kok Mbak Puteri suka berwisata sih, kan ngabisin duit tau?”

Atau, “Mbak Puteri, berwisata itu kan cuma untuk sensasi media sosial doang, pamer maunya gitu,” ujar rekan Puteri lainnya.

Tulisan ini adalah sekadar inspirasi bagi kita semua mengapa berwisata itu penting bagi kita semua.

1. Berwisata Itu Mensucikan Tuhan Yang Maha Esa

Pembaca, kita manusia diciptakan oleh Tuhan Yang Maha Esa untuk menjadi Khalifah di muka Bumi. Lha… kalau kita tidak mengenal Bumi kita sendiri Tanah Air tercinta Nusantara bagaimana kita bisa menjadi Khalifah atau Manajer di Bumi kita ini. Paling tidak dengan berwisata maka Kalimat memuji dan mensucikan Tuhan Yang Maha Esa akan kita dengungkan. Kita menjadi sadar akan maksud Tuhan menciptakan Bumi ini bagi manusia untuk dirawat, bukan dirusak.

2. Berwisata Menambah Ilmu Pengetahuan

Ilmu pengetahuan didapat manusia dari mendengar dan melihat dan melakukan perbuatan. Dengan melihat sendiri beberapa tempat yang indah, adat dan budayanya yang unik, juga kehidupan sekitar tempat wisata itu akan makin menambah pengetahuan kita.

3. Berwisata itu Menambah Silaturahmi

Berwisata itu bisa menambah silaturahmi dengan kenalan baru, dan menjalin silaturahmi dengan keluarga dan kerabat menjadi lebih erat lagi. Seperti kita ketahui bersama bahwa keluarga yang kerap menjalankan ‘quality time’ atau waktu berkualitas dengan bepergian bersama, maka akan terbentuk solidaritas tim yang lebih kuat. Apalagi jika berwisata seperti berkemah di alam bebas ini dilakukan oleh sebuah keluarga, maka masing-masing anggota keluarga akan memiliki peran dan berlatih tanggung jawab, bekerja sama serta melindungi satu sama lainnnya di alam bebas.

4. Berwisata Mengurangi Sifat Egois

Sifat egois itu adalah mementingkan diri sendiri di atas kepentingan umum atau kepentingan banyak orang. Yang penting ‘awake dhewe’ atau dirinya sendri. Nah, dengan berwisata kita jadi bisa melatih toleransi, paling tidak toleransi dengan penduduk sekitar dan toleransi yang tinggi antar sesama wisatawan.

5. Berwisata itu Investasi Kesehatan Mental.

Stress apa itu stress? puteriputeri.com pernah menyajikan artikel tentang menangkal stress. Stress secara singkat adalah over burden atau kelebihan benak beban. Otak kita kelebihan muatan negatif akibat pekerjaan, rutinitas dan lain sebagainya urusan kehidupan sehari-hari. Dengan berwisata kita sama dengan menginvestasikan kebaikan ke dalam mental-pikiran dan jiwa kita. Investasi itu akan berbuah ‘return on investment’ berupa inspirasi yang timbul setelah kita berwisata.

6. Berwisata makin Menghargai Waktu

Mengapa Berwisata itu Penting ? Waktu yang kita jalani selama ini seringkali kita anggap sebagai ‘taken for granted’, atau kita terima karena memang sudah seharusnya begitu saja. Padahal jika kita tanya pada orang yang gemar berwisata, pada para back packer, maka orang yang sudah sering berwisata akan paham bagaimana cara manajemen waktu yang lebih efektif di satu tempat. Waktu untuk wisata akan efektif bila ada 3 hal yakni:
a. Sudah bisa memperkirakan berapa lama kita berada di tempat wisata itu.
b. Sudah bisa merencanakan serta melakukan apa yang akan kita perbuat di tempat wisata itu dengan durasi waktu yang terukur.
c. Sudah bisa mendokumentasikan dengan baik segala memory atau kenangan saat berwisata. Dokumentasi yang baik berupa 3 hal pula yakni ada video, foto dan teks yang mengisahkan wisata itu agar kita bisa mengurai kembali kenangan kita. Karena ingatan jangka pendek (short term memory) pada manusia mudah sekali hilang.

7. Berwisata itu Spasi dalam Hidup Kita

Mengapa Berwisata itu Penting ? Kita semua butuh jeda, butuh spasi, dari mungkin yang bekerja 8-12 jam per-hari. Pasti butuh wisata untuk mengedurkan urat syaraf yang tegang. Butuh spasi untuk melanjutkan cerita kehidupan sebelum menemukan bahwa halaman kertas kita sudah habis, dan harus pindah ke akhirat.

Begitulah para pembaca puteriputeri.com mengapa kita perlu untuk sering-sering berwisata, yang bisa kita sesuaikan sendiri dengan investasi uang yang kita keluarkan untuk wisata itu.

(Puteri)

Tinggalkan Balasan