Hanya satu kata Bromo, berjuta pesona Indonesia di dalamnya…

gunung-bromo-4
Mengulas tentang wisata Gunung Bromo ini setiap orang pasti memiliki kesannya masing-masing. Gunung Bromo adalah sebuah Gunung Volcano aktif yang terletak membentang luas mencakup di empat wilayah di Jawa Timur, yakni meliputi sebagian Kabupaten Malang, Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Probolinggo dan Kabupaten Lumajang.
Gunung Bromo ini termasuk dalam sebuah wilayah taman nasional dinamakan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru.
Pembaca tentunya sudah sama mengerti jika suku yang mendiami seputar wilayah Bromo adalah Suku Tengger yang merupakan suku asli penduduk Gunung Bromo.
bromo-7
Bromo yang cantik, oleh Model: Faika Putri
Karena desa-desa sekitar Bromo termasuk lahan subur akibat abu vulkanis, maka Suku Tengger banyak bertanam sayuran dan bertani untuk mata pencaharian sehari-hari.
Setahun sekali di Gunung Bromo ini juga diadakan upacara Kasadha dengan pusat upacara di sebuah Pura Hindhu di tengah gurun pasir Bromo ini.
gunung-bromo-2
Dengan jarak tempuh 4 jam perjalanan dari Surabaya, ibukota Jawa Timur, Gunung Bromo merupakan bagian dari Taman Nasional BromoTengger Semeru yang mencakup area besar 800 kilometer persegi. Meskipun mungkin kecil bila dibandingkan gunung berapi lainnya di Indonesia, namun kemegahan Gunung Bromo tidak akan mengecewakan dengan pemandangan spektakuler dan pemandangan yang dramatis. Pada ketinggian 2392 meter dpl, Gunung Bromo bukan merupakan salah satu tertinggi dari pegunungan di Indonesia, tapi keindahan yang menakjubkan terletak pada lanskap alam yang luar biasa megah.
Dari sudut pandang di Gunung Penanjakan (2770 meter di atas permukaan laut), sekitar 2,5 jam dari Malang, maka pengunjung dari seluruh dunia datang untuk melihat matahari terbit di atas Gunung Bromo. Dari tempat ini kamera pengunjung dapat menangkap adegan yang luar biasa dari Gunung Bromo di latar depan dengan Gunung Semeru  di kejauhan, dan matahari bersinar terang. Sungguh lanskap yang luar biasa indah
Gunung Bromo memiliki makna khusus bagi orang-orang Tengger yang percaya bahwa ini adalah situs di mana pasangan pangeran Joko Seger dan Puteri Roro Anteng  yang berani mengorbankan hidupnya untuk keluarganya.
gunung-bromo-3
Dalam festival Kasadha tahunan, Suku tengger menggelar sesaji di Gunung Bromo di mana korban sayuran, ayam dan uang yang dilemparkan ke dalam kawah gunung berapi.
Terdapat anak tangga untuk naik ke Kawah Gunung Bromo ini jumlah anak tangganya antara 150 hingga 200 anak tangga. Pengunjung harus berjalan kaki sekurang 2.5 km sebelum naik ke Puncak Gunung Bromo untuk melihat kaldera.
Saat Puteriputeri.com berkunjung ke Bromo yang  dirasakan pertama adalah hawa dingin Bromo yang  mencapai kisaran 5 derajat celcius bahkan kurang di pagi hari, dan antara  22 derajat celcius siangnya. Wisata di Gunung  Bromo ini para pengunjung juga dapat menyewa toyota hardtop untuk turun ke lautan pasirnya. Malam hari di Bromo juga tak terlupakan dengan pemandangan langit malam yang indah. Memang sebaiknya pada musim kering kemarau untuk mengunjungi Bromo karena langit akan cerah dan cuaca benar-benar dingin menusuk tulang.
Keistimewaan gunung Bromo antara lain adalah ;
1. Pemandangannya sangat eksotis dan tak terlupakan, dengan jalanan naik berkelok-kelok. Harus cukup hati-hati dalam mengemudikan melintasi tanjakan, kelokan tajam dan turunan menuju Gunung Bromo. Ada beberapa rute yang bisa dilewati mulai dari jalur Probolinggo, atau jalur Malang. Sunset dan sunrise di Gunung Bromo merupakan pemandangan yang indah sehingga wisatawan ingin melihat keindahan sunset dan sunrise di Bromo ini.
2. Penginapan yang terjangkau dengan akomodasi yang standar juga marak tersedia di sekitar lokasi Gunung Bromo.
3. Ikon wisata Jawa Timur, belum lengkap berkunjung ke Jawa Timur bila belum mampir melihat kemegahan Gunung Brom, karena Gunung Bromo inilah ikon wisata Jawa Timur.
Begitulah para pembaca oleh-oleh puteriputeri.com ketika mengunjungi Bromo Jawa Timur baru-baru ini. Semoga pembaca dapat segara berkunjung ke Bromo untuk berwisata guna men-charge ulang energi alam kita yang telah lama dipakai bekerja dan rutinitas sehari-hari.
(Oleh : Puteri/Veeka)
Bromo Sejuta Pesona

Bromo yang berasal dari kata Brahma yang merupakan dewa Hindu adalah salah satu gunung berapi yang masih aktif di Indonesia yang sudah terkenal sebagai objek wisata yang menjadi bagian dari Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Meskipun bukan gunung api terbesar di Indonesia, namun Gunung Bromo mempunyai panorama alam yang menakjubkan dan view yang begitu spektakuler. Terkenal dengan kaldera atau lautan pasir dan kawah yang eksotis, serta pemandangan matahari terbit yang sangat indah.

image4-1

Kawasan wisata Bromo terletak pada ketinggian 2.392 meter di atas permukaan laut, dan di apit oleh empat kabupaten bagian dari pemerintahan Pripinsi Jawa Timur yakni Kabupaten Malang, Probolinggo, Pasuruan, dan Lumajang.

Gunung Bromo menawarkan pemandangan alam yang sangat menakjubkan serta memiliki keunikan yang sulit didapatkan di objek wisata lainnya. Tak heran kalau wisatawan yang datang ke tempat ini tidak hanya dari dalam negeri, tapi banyak pula turis asing dari berbagai negara datang ke gunung ini untuk menyaksikan sunrise dan keindahan alam yang mengagumkan.

Kawasan Wisata Gunung Bromo sudah di dukung dengan sarana dan prasarana yang memadai, misal penginapan, hotel, homestay serta transportasi yang mudah di temukan untuk mengunjungi Gunung Bromo.

image2-5

Bagi wisatawan, liburan ke gunung Bromo sangatlah istimewa karena lautan pasirnya yang luas sekitar10 kilometer persegi mengelilingi kawah Bromo yang mengepulkan asap putih.

Dari puncak gunung Penanjakan wisatawan bisa menikmati matahari terbit (sunrise) dan hamparan lautan pasir luas dan pemandangan latar belakang yang indah yaitu gunung Semeru, gunung Bromo dan Gunung Batok. Untuk mencapai puncak Penanjakan para pengunjung biasanya memakai kendaraan mobil Jeep, namun adapula yang nekat mendaki dengan berjalan kaki, dan tentu saja medannya pun tidak mudah.

image3-1

Ketika sampai di puncak penanjakan rasa lelah dan mengantuk pun jadi hilang (untuk ke penanjakan biasanya start jam 4 pagi dari Hotel sekitar Cemoro Lawang), terbayar dengan pemandangan yang menakjubkan ketika matahari mulai menampakkan sinarnya dari ufuk timur. Ditemani minuman hangat (kopi dan teh), serta jajanan ringan yang di jual di sekitar puncak penanjakan, menikmati indahnya pemandangan di puncak penanjakan terasa sangat lengkap dan tak terlupakan.

(Oleh :Febi Amelia) 

 

Mendengar Pasir Berbisik di Bromo

Tak pernah kubayangkan sebelumnya, jika aku bisa mendengar suara ‘pasir berbisik’ di Bromo. Hai… para pembaca setia puteriputeri.com semua, ijinkan aku Titin Aryani menceritakan pengalamanku yang ‘stunning’ alias aku terkagum akan keindahan Bromo, Jawa Timur.

Bromo adalah tempat yang selalu di cari-cari sebagian orang yang suka traveling, mengapa ?

Karena di Bromo banyak yang bisa kita lihat sebagai keindahan dunia yang sungguh menakjubkan. Perjalanan ke Bromo juga cukup menantang karena letaknya di dalam rangkaian pegunungan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru Jawa Timur.

Pada pengalamanku kali ini sebelum sampai di Bromo, cukup banyak rintangan-rintangannya, terutama dari sisi transportasi bagi aku yang bakc packer dan tak ikut paket wisata, hanya modal nekat saja.

Menuju ke Bromo bisa di tempuh dengan banyak transportasi, tetapi transportasi yang lebih seru untuk dipergunakan yaitu kereta api. Maklumlah aku berangkat dari kota asalku di Jakarta. Jadi dari Jakarta ke Jawa Timur transportasi yang paling seru hanya satu : Kereta Api.

Naik kereta Api di Tahun 2015 ini sangat seru dan mengasyikan ? kenapa ? Karena pelayanannya meningkat dari tahun ke tahun, dan mungkin karena Menteri Perhubungan Jonan dari Dirut PT KAI dulunya,

Jadi, walalupun kita harus menempuh perjalanan dengan waktu 12 jam, pula waktu itu saya menggunakan kereta ekonomi, namun kereta Ekonomi ini juga bersih, toilet bersih, perjalanan lancar serta tidak tersendat lama sepanjang perjalanan. Ini namanya benar-benar memanusiakan manusia, terimakasih PT KAI yang memperhatikan penumpang kelas ekonomi, dan tidak lagi dipandang sebagai ‘kelas kambing’ seperti jaman dahulu, jadi kini Kelas Ekonomi telah memanusiakan manusia.

Jadi bagi anda para pengirit perjalanan, para back packer yang hemat, jangan khawatir di kereta ekonomi yang saya gunakan itu hampir sama dengan kereta bisnis loh, karena di kereta itu hampir semuanya baru, saya merasakan kenyamanan keretanya.

Awalnya saya sempat kaget karena ini pertama kalinya saya menggunakan kereta api lebih dari 8 jam. Indahnya pemandangan persawahan di sepanjang jalur, dan kita juga bisa melihat pantai saat kita berada di dalam kereta.

Selama di perjalanan kami merasa bergembira karena banyak sekali ibu-ibu dan bapak-bapak yang bertujuan ke Bromo juga. Jadi bukan hanya turis mancanegara saja, tapi warga negara senior kita pun ingin juga tahu Bromo.

Saat malam hari tiba tepatnya di malam Jum’at kami sama sekali tidak memikirkan akan Shalat dan Yasinan di dalam kereta, namun hati saya seketika tersentuh ketika ibu-ibu tua yang duduk di samping Adik saya Si Ade mengingatkan kita agar selalu shalat di manapun kita berada.
Saat ibu Tua ini mengaji dalam Kereta Api yang sedang melaju dari Jakarta ke Jawa Timur.

Sesampainya saya di Stasiun Kota Malang Jawa Timur, kami mengakhiri perjalanan dari Jakata-Malang Jawa Timur. Singgahlah kami di rumah family di Malang, dan perjalanan ke Gunung Bromo kami tempuh pada pukul 01.00WIB (pagi) udaranya pun masih dingin.

Kami berangkat dari Malang ke Bromo menggunakan mobil Jeep terbuka,dalam 1 Jeep diisi oleh 10 orang dan rombongan kami berangkat dengan menggunakan 4 Jeep dari Malang.

Di dalam perjalanan tidak hanya kami yang berangkat waktu itu tetapi juga beberapa wisatawan yang menempuh trek jalur Malang-Bromo.

Dalam perjalanan ini kabutnya sangat tebal dan jarak pandang pun terbatas.
Saat lelah tetap terbayar dengan keindahannya cobaan pelangi.

bromo-6
cobaan pelangi.

Jadi bilang ingin ke Bromo diharapkan menggunakan sarung tangan, jaket tebal, penutup kuping, yang di butuhkan untuk menghangatkan badan selama di Bromo yang suhunya bisa drop hingga 5 derajat celcius kurang.

Karena memang udara di sana sangat dingin. setelah kami sampai di Bromo, hanya ada satu kata yang bisa digambarkan “Bromo itu indah “.

Sesampai di Lautan Pasir Bromo, dekat dengan Gunung Batok, saya sempat fokuskan diri untuk mendengar sendiri bagaimana suara ‘pasir berbisik’…
Wahh…sungguh pengalaman auditif tersendiri.

bromo-5

ini waktu menunggu matahari muncul,ternyata mataharnya terhalang dengan awan 🙁

indah ya..

bromo-1

ini bukti teletubbies.

bromo-4

waktu di bukit teletubbies.

bromo-2
Inilah pasir berbisik, di lautan Pasir Bromo

bromo-3
Melihat bromo dari atasTaman Nasional Bromo Tengger Semeru

Pembaca jika pembaca hendak membuat foto yang ‘epic’ saran saya pertama berfotolah di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru saat berkabut, kedua berfotolah di Lautan Pasir Bromo saat pagi hari, dan senja hari.
Hmm… pokoknya para pembaca tidak rugi jika membawa kamera SLR atau memang kamera handhone para pembaca sudah bagus resolusi pixelnya. Karena foto di lautan pasir Bromo ini sungguh ‘epik (epic)’ .

Saya dengar turis bule pun bilang “Its so teriffic, just great, great…” saat para turis Bule ini tercengang melihat Lautan Pasir Bromo dengan kepulan asap putih dari kaldera Gunung Bromo.

Begitu indah Bromo ini sepulangnya dari Bromo saya sempat mampir ke Cobaan (air terjun) Pelang saja, tapi itu sudah cukup terbayarkan dengan semua yang kita hadapi saat ingin berada di tempat ini, untuk mendengar pasir berbisik di Lautan Pasir Bromo. Salam wisata khas puteriputeri.com.

(Oleh : Titin Aryani)

Tinggalkan Balasan