Sejak awal tahun ini, saya mulai tertarik dengan olahraga hiking atau trekking gunung. Karena dengan cara mendaki Gunung, kita bisa melihat keindahan alam Indonesia. Dari puncak gunung seperti ada nikmat tersendiri. Jerih payah yang akan kita lalui, hambatan yang ada selama perjalanan merupakan daya tarik tersendiri dalam mencapai puncak gunung.


Gunung Salak, apa yang kalian pikirkan setelah mendengar Gunung Salak ? Gunung yang angker? Perjalanannya yang gokil ? Atau yang lain? Banyak orang awam bilang kalau Gunung Salak mistisnya kuat dan treknya itu gokil.

Gunung Salak ini merupakan Gunung kedua yang saya coba sampai puncaknya. Sebelumnya saya pernah trekking Gunung Prau yang berada di Dieng. Sampai akhirnya saya dan teman-teman saya pun berniat ingin mendaki gunung Salak.

Walaupun harus dengan susah payah untuk mendapatkan izin dari keluarga terutama kedua orang tua. Karena izin dari orang tua sangat penting dalam mendaki gunung.

Hal menarik dalam mendaki gunung, kita jangan berbicara sembarangan seperti omong kotor, menghina alam mistis, atau beranggapan jelek.

Karena banyak yang bilang pamali kalau berbicara seperti itu. Jadi, ya harus dijaga ucapannya kalau naik gunung.

salak-7
Gerbang Pendakian gunung HalimunSalak

Sabtu, 20 Agustus 2016

Saya dan teman-teman pun akhirnya memutuskan untuk pergi hari ini. Kami berangkat pukul 14.00 WIB (pukul 2 siang) dari Bogor. Perjalanan menuju Gunung Salak memakan waktu kurang lebih 1 jam.

Kami sampai di pos pendaftaran Taman Nasional Gunung Halimun Salak pukul 15.30. Sesampainya di pos, kami membayar Rp 7500/orang dan Rp 10.000/motor untuk parkirnya.

Pada saat itu pula saya langsung menuju ke gerbang utama pendakian, dan memulai pendakian bersama teman-teman tepat pada pukul 16.00. Kami sengaja berangkat sore agar tidak terlalu terik. Perjalanan pendakian kami menempuh jarak hingga 9 km.

Sebelum sampai ke pos satu kami masih menemukan jalan yang belum terlalu terjal dan masih sangat landai,

Setibanya di pos satu yaitu pos Bajuri kami beristirahat sejenak untuk sekedar meminum secangkir kopi, setelah kami menikmati kopi sampai habis, kami segera meneruskan perjalanan.

Kami menuju puncak bayangan dan di sinilah kami merasakan lelahnya pendakian ini, yang kami agak merasa tegang adalah beragam kisah mistis yang sering kami dengar dari orang lain.

salak-5
Habitat macan tutul

Salah satu yang bikin saya kaget adalah dengan adanya papan pemberitahuan ‘HABITAT MACAN TUTUL’.

Kami pun saling bertanya apakah ini benar atau hanya sekedar menakut-nakuti kami.

Namun ketua kelompok kami mengatakan bahwa kami tidak boleh berfikiran yang tidak-tidak pada saat mendaki, apalagi di Halimun Salak 1 ini. Tak terasa perjalanan sudah semakin melelahkan dan sedikit lembab,

Tak terbayang apabila disini sedang hujan, untungnya belum mulai musim hujan pada saat itu,  dan tak terasa waktu telah menunjukan pukul 20.00 WIB dan kami pun memutuskan untuk istirahat sebentar dan membersihkan kaki yang terkena lumpur pada perjalanan tadi, 30 menit kami beristirahat dengan secangkir kopi dan akhirnya kami meneruskan perjalanan menuju puncak bayangan.

Dalam sepanjang perjalanan kami cukup merasa tegang dengan suara-suara yang terdengar, seperti ada orang berjalan di samping kanan-kiri, namun tak ada orang sama sekali.

Jalan pun semakin licin karena akar-akar tumbuhan yang menjalar dan ditambah dengan embun yang mulai membasahi.

Setelah satu jam perjalanan, kami pun memutuskan untuk mendirikan tenda, tetapi belum menemukan tempat yang pas untuk memasang tenda, lalu pemimpin kelompok kami memutuskan untuk meneruskan perjalanan sambil mencari tempat yang tepat untuk memasang tenda.

Di tengah perjalanan saya melihat ada cahaya tepat di depan saya. Saya pun langsung menuju tempat itu,yang saya kira itu adalah puncak bayangan. Pada saat sampai ternyata hanya ada dua tenda yang berdiri di sana.

Ternyata ini bukanlah puncak bayangan, melainkan hanya sekedar jalan yang cukup untuk dua tenda dan telah dimanfaatkan oleh pendaki lain.

Kami pun meneruskan perjalanan kami. Tidak jauh dari tempat tadi, kami menemukan lahan yang baik untuk memasang tenda dan langsung bergegas memasang tenda. Setelah tenda terpasang, kami bergegas merapikan tempat untuk tidur masing-masing.

Tak terasa hari pun telah pagi, tepat pukul 07.00WIB kami terbangun dan ternyata tanpa disadari ketua kelompok kami telah bangun sebelum kami terbangun dan Ia pun membuatkan kami secangkir kopi untuk menemani pagi itu.

Sebelum kami meneruskan perjalanan, ketua kelompok menyarankan untuk membuat bahan masakan agar tidak repot lagi pada saat ingin makan.

Ketua kelompok sengaja tidak menyuruh saya dan tim untuk makan terlebih dahulu, karena hanya membuat perut kami kekenyangan dan badan menjadi berat.

salak-4
Tanjakan akar
salak-3
Tanjakan sangat terjal dan licin

Pukul 07.30 saya dan yang lain meneruskan menuju puncak Halimun Salak 1. Perjalanan menuju puncak sangatlah terjal. Kami harus mendaki dengan seikat tali yang dijulurkan. dan kami memerlukan tenaga yang kuat agar mampu melewati jalan ini.

salak-2

Karena harus berpegangan kepada tali dengan kuat, dan tidak hanya itu, kami pun harus berhati-hati.
Karena jalan tersebut sangatlah licin dan sangat sempit dan perjalanan yang kami tempuh kurang lebih selama satu jam.

salak-1
Puncak Manik Salak 1

Setibanya di puncak, rasa penat pun hilang seketika. Karena kami semua sangat kagum dan senang.

Karena dapat sampai di puncak Halimun Salak dan dapat melihat indahnya Indonesia dari atas Gunung Salak.
Puncak Halimun Salak ini diberi nama PUNCAK MANIK SALAK 1 dengan ketinggian 2211 mdpl.

Di atas puncak ini saya dapat melihat indahnya Kota Bogor dan Sukabumi.

Saya senang dengan foto-foto saya inilah saya dapat membuktikan kepada semua teman-teman saya dan kepada para pembaca semuanya bahwa Indonesia kita kaya akan keindahan alamnya.

Kita tidak perlu mengeluarkan uang jutaan rupiah hanya untuk berbelanja hura-hura di luar negeri, hanya untuk menyenangkan perasaan.

Di Indonesia pun tidak kalah indahnya dengan Negara lainnya. Saya juga dapat membuktikan bahwa Gunung Salak tidaklah se-angker seperti yang banyak orang perkirakan.

Kalau faktor mistis ya pasti ada di semua Gunung, Namun di atas itu semua saya yakin bahwa Gunung Salak ciptaan Tuhan Yang Maha Esa ini sama indahnya dengan Gunung-gunung yang lainnya di Indonesia.

Maka mendaki atau trekking Gunung untuk Cinta Indonesia.

(Liputan oleh Arvio)

Tinggalkan Balasan