Simak Sekilas Info tentang Gunung Batu Jonggol ini dari saya Yuli Yanti 🙂

Jadi, Gunung Batu Jonggol ini, lebih pas kalau disebut bukit atau tebing batu, karena memang tersusun atas bebatuan cadas dan tingginya sekitar 200 meter saja dari titik awal pendakian, tapi jangan sekali-kali meremehkan gunung ini, rasakan dulu tanjakan ekstrimnya baru deh bisa ngomong 🙂

Liburan singkat yang lalu, lebih tepatnya setelah menjalankan ujian, Saya dan lima teman saya berwisata ke Gunung Batu, Jonggol, Bogor kita menuju lokasi menggunakan sepeda motor. Kami berangkat dari Jakarta.

Selama perjalanan motor ke lokasi Gunung Batu Jonggol ini kita sering kali berhenti untuk beristirahat dan makan 5 jam lebih perjalanan, naik turun nikung kanan dan kiri, mulai jalanan alus sampai bebatuan kita lewati dan akhirnya sampai juga di lokasi.

Setelah kita diparkiran kita berjalan dulu, menuju pos 1, yah…. Lumayan agak jauh untuk sampai di pos 1
Dan beberapa menit sampai di pos 1, kita beristirahat terlebih dahulu di warung sebelum mendaki.

Gunung Batu Jonggol

Saat sebelum mendaki, kita berdoa terlebih dahulu agar di beri keselamatan. Karena kabarnya beberapa saat lalu gunung ini sempat memakan korban jiwa yang jatuh tergelincir. Memang sih kalau dilihat gunung batu ini terlihat curam dan licin.

Tak membuang waktu, maka setelah berdoa saya dan temen-teman saya langsung mendaki.

Awal perjalanan mendaki  jalanannya belum terlalu curam ada sebuah aliran air dan wc yang hanya ditutupi dengan bambu, lalu ada salah satu teman saya yang bernama Sulha, kebetulan dia mempunyai kelebihan ,yaitu dia seorang indigo, dia bisa lihat mahluk halus yang emang kita gak bisa lihat, Sulha mulai merasa kalau ada yang memperhatikan kita.

Mungkin karena kita berenam ini ada lima cewe dan satu cowok, jadi agak berisik, mungkin mereka makhluk halus agak terganggu dengan kehadiran kita  🙂

Berjam-jam kita jalan seringkali kita istirahat, apalagi ada salah satu teman saya yang berbadan gemuk, yang tentu saja perlu usaha ekstra untuk mendaki.

Lama –semakin lama trek pendakian yang sulit untuk kita lalui dan dikarenakan saya yang paling kuat fisiknya diantara teman-teman perempuan saya ,jadi saya jalan didepan dan teman laki-laki saya di belakang untuk menjaga teman saya yang berbadan gemuk.

Jalanan yang vertikal dan gunung yang bentuk runcing ini yang membuat saya sulit untuk mendaki dan saya pun harus hati hati karna bebatuan yang menghias trek pendakian yang mudah goyang dan jatuh ini, bisa bisa saja kalau saya salah injak bisa menggelinding kebawah dan kena teman saya yang dibelakang. Tapi di gunung ini ada tali tebbing yang untuk memudahkan kita untuk mendaki


Lepas dari trek pendakian yang ektrem, pemandangan yang disuguhkan dari atas sungguh membuat siapapun yang melihatnya menghela napas dalam dalam saking kerennya.

Saya Yuli Yanti di puncak Gunung Batu Jonggol

Perjuangan ternyata belum selesai sampai sini dan saat turun pun lebih sulit dibandingkan mendaki setelah sampai pos 1, kita diguyur hujan deras, membuat kita buru-buru berteduh di warung.

Karena sudah sore kita pun terpaksa pulang walaupun hujan deras, jadi kita jalan dulu menuju parkiran dan saat menuju parkiran tidak ada orang kecuali kita, suara petir dan gluduknya membuat kita takut terus jalan yang licin membuat kita sering kali jatuh.

Setelah sampai di parkiran kita lanjut pulang dan saat itu sudah adzan magrib.

Waktu d iwarung kita sempat tanya kalau jalan pulang yang lebih cepat dimana?

Kata abang penjaga warung puterin aja gunungnya, entah kita ini lagi bego atau kecapean, jadi kita ngikutin kata abangnya yaitu puterin Gunung Batu ini.

Di perjalanan selama satu jam setengah kita tidak melihat rumah penduduk yang kita lihat hanya hutan dan pabrik kosong, tidak ada penerang jalan cuman mengandalkan lampu motor dan petir jalanan yang setapak, samping udah jurang jalannya ancur trus perjalanannya hanya menghadap kedepan dan baca doa sampai sampai suara serak dan akhirnya kita melihat rumah penduduk dan merasa agak lega.

Setelah 2 jam kemudian kita sampai dirumah kita diceritakan oleh Sulha, temen aku kalau ada, orang tinggi besar yang slalu ngikutin kita semenjak awal pendakian hingga turun Gunung Batu.

Menurutnya sih itu bukan manusia, mungkin makhluk halus bangsa Jin, dan katanya dia mau salah satu dari kita mati 🙂 he hehe ada-ada saja ya si Om Jin, ya manusia pasti mati tapi, Allah berkehendak lain dan akhirnya kita selamat dari kejadian itu.

Ini pengalaman saya yang benar-benar seperti mimpi dan saya gak peduli gimana gembelnya kita saat itu sebenarnyamasih panjang cerita ini Cuma tangan saya cape jadi sekian dari saya

 

Terimakasih telah menyimak sekilas info pendakian Gunung Batu Jonggol dari saya.

(Liputan oleh : Yuli Yanti)

Tinggalkan Balasan