Puteriputeri – Jakarta, Trinity Optima Production mempersembahkan album Melati – “Melayu Tak Pernah Mati”- dengan mengkolaborasikan beberapa band seperti TRIO GAB, Bagindas, Gamma1, dan Adipati, bagi pencinta musik bergenre melayu.

29-img-20161214-07757
Trend musik Pop Melayu pernah merajai industri musik Indonesia di awal tahun 2000-an. Musik ini mendapat tempat di hati pencinta musik tanah air, dengan hadirnya band-band bergenre Pop Melayu yang bermunculan seiring dengan naiknya genre musik ini.
 
Lagu-lagu Pop Melayu lahir dari kondisi social dan budaya masyarakat Indonesia. Lirik lagu yang menggambarkan kehidupan dan kondisi sehari-hari, dikemas dengan format musik yang riang atau kadang mellow, dengan mudah diterima oleh masyarakat Indonesia.
16-img-20161214-07743
Maraknya musik ‘urban’ dan lagu-lagu Barat yang merajai radio-radio di Indonesia, membuat Pop Melayu mulai surut bersama naiknya musik genre lain. Genre yang pernah menjadi “Acuan” bagi semua band industri pada masanya, saat ini berusaha mendapat tempat di tengah pergeseran selera musik masyarakat Indonesia.
 
Atas dasar itulah , beberapa band melayu seperti Bagindas, Gamma1, dan Adipati membuat campaign album yang mengajak kembali masyarakat Indonesia untuk selalu mencintai musik tanah air yaitu musik Pop Melayu.
 
Bersama label Trinity Optima Production, Texas Fried Chicken dan Qdawang Musik, mereka me-release sebuah proyek dalam album kompilasi yang bertujuan untuk menaikkan kembali genre pop melayu dibelantika musik tanah air dan album ini diberi judul “Melati”. Tak tanggung-tanggung, pengerjaan mastring album ini, bahkan dilakukan di Nashville, Texas – Amerika Serikat.
 
Nama Melati sendiri dipilih sebagai judul album karena melati adalah bunga yang mewakili Indonesia. Selain itu, kata Melati memiliki banyak arti yang menggambarkan tujuan dari album kompilasi ini bahwa bagi semua orang yang mencintai musik melayu, sampai kapanpun “Melayu selalu dihati”.
 
Daya tarik album “MELATI” trek demi trek dari grup band seperti “TRIO GAB” – Sebut Saja Dia Melati, “Bagindas” – Bila Benar Sayang, “Gamma1” – Dari Hati ke Hati dan “Adipati” – Tuhan Tidak Tidur
 
Trio GAB adalah kolaborasi tiga vokalis (Andra Bagindas, Heri Gamma1 & Angga Adipati) yang membawakan lagu ‘theme song’ dari album Melati. Secara konsep menyatukan 3 karakter suara yang berbeda dari masing-masing frontman band-band yang tergabung di album Melati ini, ke dalam satu lagu.
 
Andra dengan ciri khas seraknya, Heri yang lembut mendayu dan Angga dengan range vokalnya yang luas. Lagu “Sebut Saja Dia Melati” ini bertempo meddle, diciptakan oleh Dudi Adipati, bercerita mengenai hubungan cinta rahasia yang tidak mungkin bisa dilanjutkan.
 
Bagindas dengan lagu “Bila Benar Sayang” yang diciptakan Mike, motor dan satu-satunya personil yang tersisa dari formasi orisinil Bagindas ini, bercerita mengenai pernyataan seseorang yang mulai mempertanyakan kesetiaan pasangannya kepada dirinya.
 
Di lagu terbaru Bagindas ini, Andra sebagai vokalis mulai menemukan ‘zona’-nya dalam mengeksplor kemampuan dan ciri khas vokalnya. Genre lagu yang sedikit lebih pop dibandingkan lagu-lagu Bagindas terdahulu, membuat vocal Andra lebih ‘keluar’, ketika tidak harus ‘mengejar’ dan dibandingkan dengan vokalis Bagindas yang terdahulu.
 
Gamma1 dengan “Dari Hati ke Hati”-nya, sebuah lagu yang diciptakan oleh Heri ini bercerita tentang kekecewaan seseorang pada pasangannya yang begitu mudah berpindah hati ke lain hati.
 
Lirik yang sederhana, tepat sasaran, serta nada lagu yang melodius menjadi kekuatan lagu terbaru dari Gamma1. Sudah hampir bisa dipastikan akan menjadi track yang relate dengan kehidupan cinta orang banyak.
 
Karya terbaru dari Adipati, satu band yang mulai diperhitungkan keberadaannya di industri musik Indonesia, berjudul “Tuhan Tidak Tidur”. Judul yang catchy dan mudah diingat, nada dan lirik yang mudah masuk ke semua kalangan, serta diperkaya dengan choir di bagian belakang lagu yang menjadikan lagu ini istimewa. Vocal Angga yang memiliki range lebar juga semakin memanjakan telinga.
 
Album Melati yang dilaunching Kamis, (14/12/2016) ini, bisa di dapat di Texas Fried Chiken di seluruh Indonesia. (Puteriputeri – Lrd Viga-801/Riri).

Tinggalkan Balasan