Daripada resolusi melulu, mending sekali-kali kontemplasi Awal Tahun, di pantai.

Baik resolusi maupun kontemplasi dua-duanya bisa dilakukan setiap hari.

Namun di awal tahun ini di tengah liburan kita yang happening di pantai yang tenang dan damai.

 

Rasa hening memenuhi kalbu.

Untuk merasakan semilir rasa syukur atas kehidupan ini.

Rasa sakit fisik atau sakit batin akan mereda ketika melakukan kontemplasi.

Kontemplasi  atau merefleksikan kembali corak dan jalan hidup setahun ini untuk retrospeksi.

Guna membuka kemungkinan jalan yang lebih lurus di tahun depan.

Buat apa setiap hari kita minta ditunjukkan jalan yang lurus, namun yang kita pilih justru jalan yang bengkok melulu ?

Sudah ditunjukkan jalan yang lurus, namun yang sering kita pilih adalah jalan yang bengkok.

Setelah menuai konsekuensi menempuh jalan yang bengkok yang tentunya lebih rumit karena tidak lempang, jadi mengeluh sendiri.

Ketika kontemplasi di pantai di awal tahun ini,

jalan yang lurus selalu menjadi visi.

Berguna bagi kehidupan sebagai misi.

Maka kedamaian menaungi jalan kita sepanjang tahun ini.

Amin.

Mengapa  Perlu Liburan di  Pantai 

Liburan pantai melepaskan stres karena Pantai dapat membasuh stres.

Memang telah dikenal untuk waktu yang lama bahwa pantai melambangkan relaksasi.

Institut Kebersihan dan Kesehatan Masyarakat, yang berbasis di Bonn, Jerman, menerbitkan sebuah laporan pada bulan Juni yang mengatakan jika orang mendatangi lanskap yang mengandung kaya akan air, maka bisa memetik manfaat lingkungan dan manfaat secara psikologi secara langsung.

Hubungan antara air – yang para peneliti menjuluki “ruang biru”,-  dan kesehatan mental sangat besar.

Perenungan bersama air, baik bagi jiwa,

Manfaat jangka panjang dari berlibur di  pantai juga besar, simak :

  • Liburan di Pantai Laut untuk kesejahteraan mental.

Luas pemandangan air laut, sering disebut sebagai “ruang biru” oleh psikolog, sebenarnya menenangkan pikiran kita.

Jika Anda pernah duduk menatap samudra dan menemukan bahwa masalah Anda tampaknya mencair sebagaimana rasa damai mengatasi Anda, Anda tidak sendirian.

Kita manusia secara biologis terprogram untuk mengagumi pantai.

  • Pemandangan Air yang Biru dan Segar

Sebagian besar dari kita bekerja dalam suasana kantor dengan lampu neon. Baik itu pagi-siang dan malam, kadang nonstop.

Setidaknya setengah dari kita tidak pernah jauh dari meja kerja bahkan sampai saat makan siang.

Untuk mereduksi akibat jangka panjang sinar dari gas neon yang dipanaskan,  maka Anda membutuhkan  pantai sejuk dengan pantulan cahaya air laut yang luas,  aroma pantai yang asin-manis, udara yang mengandung garam, angin sejuk dan sinar matahari pantai yang dapat mengganti paparan sinar neon.

  • Relaksasi Total

Relaksasi total dapat dipenuhi ketika memanfaatkan waktu liburan di pantai. Kita orang Indonesia bersyukur bahwa pantai mudah dicapai dari mana saja tempat tinggal kita. Untuk itu melakukan liburan di pantai secara psikologis akan memberikan manfaat kesejahteraan mental bagi kita. Ini semua karena ‘ruang biru’ yang luas dan segar.

(imung)

 

Tinggalkan Balasan