Puteriputeri – Jakarta Indonesia patut berbangga, salah satu anak Indonesia berhasil mengharumkan nama Indonesa di sebuah ajang kompetisi menyanyi berskala internasional. Lyodra (13 tahun) berhasil meraih juara pertama (kategori 13 – 15 tahun) dalam Festival Sanremo Junior di Ital. Lyodra juga mendapat penghargaan istimewa dari Komite Sanremo Junior dengan gelar “Prix of Sanremo Junior’s Committee”.
Lyodra yang berasal dari Medan, merupakan salah satu anggota Di Atas Rata-Rata generasi ke 2 (DARR2), sebuah project yang dikelola oleh Erwin Gutawa dan Gita Gutawa yang berusaha mencari dan menampilkan kehebatan anak Indonesia di bidang musik.
 
Gita yang pernah menjuarai festival serupa, International Nile Song di negara Mesir, kini menjadi mentor bagi Lyodra. Gita juga dipercaya oleh panitia festival untuk menjadi ketua delegasi Indonesia dan membawa wakil anak dari Indonesia.
Sanremo Junior Festival 2017 merupakan sebuah kompetisi menyanyi internasional untuk soloist anak umur 6 – 15 tahun yang diselenggarakan di kota Sanremo. Sanremo sebuah kota terkenal sebagai pusat festival musik dan budaya di Italia. Di Sanremo Junior Festival edisi ke 8 ini, terdapat 24 peserta dari 18 negara seperti Italia, Rusia, Perancis, Yunani, Malta, Romania, Hungaria, Cina dan Filiphina.
 
Lyodra merupakan kontestan satu-satunya Indonesia. Ia menyanyikan lagu “Dear Dream” (cipt. Erwin Gutawa, Gita Gutawa & Ria Leimena) diiringi oleh Sanremo Symphonic Orchestra live di Teatro Ariston.
Lagu “Dear Dream’ ini diadaptasi dari salah satu lagu dalam album Di Atas Rata-Rata 2 berjudul “Janji Untuk Mimpi” yang kemudian dibuat dalam versi bahasa Inggris. Demi kebutuhan festival inipun, aransemen musiknya diubah dan disesuaikan kembali oleh Erwin Gutawa untuk menampilkan yang terbaik dari Lyodra dalam waktu kurang dari 3 menit 30 detik.
 
Keikutsertaan Lyodra dalam ajang inipun tak lepas dari dukungan GUT records dan Badan Ekonomi Kreatif Indonesia (BEKRAF). Semoga lewat seni budaya, Indonesia semakin berjaya di mata dunia.
 
“Tentu saja, saya bangga dengan Lyodra. Dan bangga dengan project DARR2, sebuah project mencari anak-anak berbakat di bidang nyanyi, Lyodra salah satunya yang sudah membuktikan hasil dari bakatnya, melalui DARR2,” kata Erwin Gutawa.
 
“Sanremo sebuah rangkaian, sanremo kota festival musik paling besar di Italy yang banyak diikuti anak-anak di seluruh dunia. Tidak mudah masuk Sanremo, harus menang seleksi dulu, baru bisa diterima di Sanremo. Saya sudah incar Sanremo dari tahun lalu, saya diberi kesempatan masuk Sanremo tahun ini, mengikutkan Lyodra, melalui proses seleksi, dan Alhamdulillah Lyodra lulus seleksi dan diterima serta bertemu dengan anak-anak lain dariberbagai negara di dunia, yang juga lolos seleksi nasional sanremo,” papar Gita Gutawa.  
 
Sementara itu pihak Bekraf menjelaskan, dukungan terhadap Lyodra merupakan wujud dukungan Bekraf lewat ekonomi kreatif di sektor musik. Ada 3 target Bekraf yaitu meningkatkan kontribusi GDB, serapan tenaga kerja, dan ekspor. Dukungan Bekraf terhadap Lyodra, salah satu realisasi Bekraf di sektor ekonomi kreatif pada musik dan film untuk bidang ekspor jasa.
 
“Kemenangan Lyodra ini, bukan kemenangan volling, tapi pyur benar-benar hasil penilaian, mutu, kualitas dan teknik menyanyi untuk kategori anak-anak. Karena di Sanremo, peserta tidak boleh bawa microfon sendiri, tidak boleh bawa ini itu. Bahkan diberi kesempatan latihan sekali, untuk waktu 10 menit dan tidak boleh diulang. Maka itu saya bangga pada Lyodra,” tutup Gita Gutawa.(Puteriputeri – Lrd Viga 801 / Riri MU).

Tinggalkan Balasan