Yupp Kue ini dinamakan Kue Rangi, as known as  Kue Rangin simak hal ihwal dan cara buatnya 🙂

Apa yang terlintas di benak kalian apabila mendengar kota Jakarta disebut? Banjirnya kah ? Macetz ? Polusi ?

Ya, kota ini memang selalu menarik untuk dibahas. Bukan hanya tentang sejarahnya, asal-usulnya, mobilitas penduduknya, tempat wisatanya, bahkan juga makanan serta cemilankhas dari kota ini.

Sebut saja gado-gado dan kerak telor yg jadi primadona di kota ini. Selain itu, ada beberapa makanan yang sudah jarang ditemui. Salah satunya, KueRangi!

Untuk sebagian orang, pasti tahu dan kenal dengan kue khas Betawi ini. Namun bagi sebagian lainnya tidak mengenal kudapan ini karna memang sudah menipis penjualnya.

Kue Rangi ini adalah kudapan khas dari Jakarta yang bisa dibilang Legendaris. Kenapa legendaris? Karena kue ini dari dulu sudah ada, bahkan ketika saya belum lahir ke dunia ini atau sekitar era tahun 90-an, kue ini sudah ada.

Apa itu kue Rangi ?

Kue Rangi adalah jenis kue tradisional khas Betawi yang memiliki rasa legit percampuran antara manis dan asin.

Kue basah tradisional ini disajikan bersama dengan pasta gula Jawa. Rasa asli kue rangi adalah gurih dengan sedikit asin, namun karena dilengkapi dengan pasta gula Jawa, maka rasa asinnya akan bercampur dengan manis lekat khas gula Jawa.

Biasanya kue rangi ini dijajakan di jalan-jalan. Jadi penjual kue rangi ini biasanya berkeliling dari rumah ke rumah dengan cara didorong pakai gerobak. Dulu, penjual kue rangi ini ada pada siang,sore, juga malam hari dan terkadang lewat di depan rumah-rumah warga.

Saya sempat bertanya-tanya kepada salah seorang penjual kue rangi ini, beliau bilang “Kue Rangi sekarang memang sudah sulit ditemui, karena bagi para penjual kue ini sudah tidak banyak peminatnya dan susah untuk dibuat. Seperti saus gula merah yang tidak boleh gosong, kelapa yang harus cepat-cepat diolesi oleh saus gula setelah matang agar tidak keras saat dimakan”


Untuk cetakan, kue rangi memiliki cetakan yang sama seperti kue pancong. Perbedaannya, untuk kue rangi ceruk cetakan lebih dangkal. Bahan-bahan kue disimpan dalam laci, dan saus gula merah ditempatkan terpisah di wadah sebelahnya.
Bahan bakar untuk memasaknya pun masih memakai kayu bakar, bukan memakai kompor gas pada umumnya. Alasannya supaya api tidak terlalu besar sehingga tidak mudah gosong hasil kuenya nanti.
Adapun bahan baku pembuatan kue rangi ini terbilang cukup simple dan banyak kita jumpai:

Bahan:
– 200 gr kelapa tua, diparut
– 400 gr tepung sagu tani
– 1 sdt garam
– 125 ml air


Bahan saus:
– 150 gr gula merah
– 200 ml air
– 5 sdt tepung sagu tani, dilarutkan dengan 5 sdt air

Langkah pembuatannya adalah sebagai berikut:
• Uleni adonan kue rangi, caranya adalah mencampur rata tepung sagu tani, garam, dan parutan kelapa sambil dituang air sedikit demi sedikit. Proses pengulenan ini berlangsung sampai adonan tampak berbutir.
• Cara mencetak kue rangi cukup sederhana, siapkan cetakan panas di atas api sedang, kemudian tuang adonan ke dalamnya. Tutup dan tunggu sampai matang, kira-kira lima menit saja.
• Angkat kue rangi yang sudah matang dari cetakan, kemudian lakukan hal yang sama dengan sisa adonan kue rangi sampai sisa adonan habis.
• Nah, kue rangi Anda matang. Sisihkan dahulu kue rangi ini di atas wadah, sementara Anda menunggu kue agak mendingin Anda bisa membuat pasta gula Jawanya.

Kue Rangi a.k.a (as known as) Kue Rangin

Cara membuat sausnya tidak kalah mudah dengan membuat adonan kue. Anda hanya perlu menyisir gula merah kemudian rebus dalam air sampai larut. Untuk mendapatkan efek mengental pada saus, caranya dengan mencampurkan kira-kira satu sendok makan tepung sagu yang dilarutkan dengan seperempat gelas air dingin.

Campurkan larutan sagu ke dalam saus gula merah yang masih mendidih. Aduk-aduk sampai merata dan tekstur saus gula jawa menjadi kental. Dan jadilah kue rangi. Mudah bukan? Sekarang siapapun bisa membuat dan melestarikan kudapan khas Betawi ini

(Liputan oleh : Andhika Raka)

1 Comment

  1. Pingback: Enak Kue Ape - puteriputeri.com

Tinggalkan Balasan