Puteriputeri – Jakarta, Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksmana TNI Ade Supandi SE MAP, meresmikan Komplek Satuan Koramabar I Pondok Dayung, yang berlokasi di Dermaga Pondok Dayung Tanjung Priok Jakarta Utara, Selasa (29/11/2016), dihadapan sejumlah prajurit satuan Koarmabar dan jajaran TNI Angkatan Laut Republik Indonesia, serta sejumlah undangan. 112-img_20161129_083018
Peresmian Penggunaan Komplek Satuan Koarmabar I Pondok Dayung tersebut, dibuka dengan ditandai penandatanganan prasasti oleh Kepala Staf TNI AL, didampingi, Jajaran TNI AL yaitu Asrenal KSAL, Asops KSAL, Pangarmabar, dan dilanjutkan dengan penanaman pohon di lapangan Komplek Satuan Koarmabar I Pondok Dayung yang disaksikan oleh seluruh Korps dan prajurit TNI angkatan laut dan juga tamu undangan yang hadir.
 
Dalam sambutannya di acara peresmian komplek satuan Koarmabar 1 Pondok Dayung itu, KSAL Laksamana TNI Ade Supandi, mengatakan , bahwa sejak adanya pemisahan armada RI menjadi dua armada kawasan, yaitu Armada Kawasan Barat dan Armada Kawasan Timur pada tahun 1985.
 23-img-20161129-06402
Pada saat itu, TNI AL lebih banyak memberikan perhatian pada tuntutan operasional, tetapi untuk kebutuhan-kebutuhan infrastruktur, tidak mengikuti tuntutan operasional itu sendiri. Sehingga perlu menunggu 13 tahun, untuk terwujudnya Dermaga Pondok Dayung ini, sebagaimana dilaporkan Kadispenal.
 
Pembangunan Komplek Satuan Koarmabar I Pondok Dayung ini, sudah di mulai tahun 2003, dan sebagai satu kenyataan bahwa keterbatasan anggaran mengharuskan, pemabangunan secara bertahap.
 24-img-20161129-06403
“…dan Alhamdulillah 2016 ini, Pondok Dayung dan Dermaga itu sudah dapat kita realisasikan dan tentunya juga dapat kita menfaatkan untuk mendukung proyeksi kekuatan dan perlengkapannya,” kata KSAL.
 
System penjagaan armada terpadu yang dimulai dari kapal satu dermaga marinir pangkalan akan tetap membutuhkan infrastruktur pangkalan dermaga dalam rangka posisi kekuatan.
 
Oleh sebab itu, ke depan secara bertahap, semua elemen dari pada azas savety ini akan dipenuhi. Mengingat, dalam perencanaan di masa lalu, lebih banyak mengedepankan beli alutsita, sementara infrastrukturnya tidak di siapkan.
 
Dengan demikian, dari Bidang pengadaan, dalam perencanaan ke depan, akan mempersiapkan pangkalan menjadi selaras dengan pengadaan alutsista itu sendiri. Mengingat perkembangan, perekonomian, mengharuskan para perwira Angkatan Laut yang dilahirkan sejak mulai tahun 80-an, di lapangan, lebih ekstrimnya dalam mengusir kapal dagang, untuk tidak menjarah di bumi pertiwi ini.
 
Itu sebab, keberadaan kepemilikan pangkalan yang kokoh lebih dikedepankan dan menjadi kebutuhan yang prioritas diprioritaskan, dalam rangka memenuhi kebutuhan 5 R.  Oleh sebab itu, ke depan proyeksi pembangunan pangkalan diharapkan bisa mendukung operasi dari kapal laut, di seluruh perairan di RI, diharapkan setiap 300 mil, diantara pangkalan itu, paling tidak memiliki pangkalan dermaga yang panjangnya 150 meter, yang bisa menampung sampai 5 kapal.
 
Hal itu, untuk mendukung operasi di wilayah tersebut. Dan nantinya beberapa unsur patroli akan bisa disaksikan disetiap pangkalan. Dalam rangka mendukung proyeksi pertahanan wilayah pangkalan laut.
 
Beberapa pembanguna Dermaga pangkalan laut, sudah dilakukan diantaranya Tahun 2009, dilakukan Pembangunan Dermaga Perwira Lantamal 962. Tahun 2010, Pembangunan Dermaga Perwira Lantamal 363. Tahun 2011, Pembangunan Dermaga Breakwater Berdayung Pantai dari Lantamal. Tahun 2012, Pembangunan Breakwater Berdayung 45. Tahun 2013, Perpanjangan dan Pengerukan Dermaga Pondok Dayung.
 
Beberapa kegiatan selanjutnya dilakukan pada tahun 2014 meliputi, tahap pertama, pembangunan Dermaga Berapi-api, untuk melengkapi Pondok Dayung tahap satu, milik kodim, pembangunan gedung lantai 3, untuk kantor satuan, Perbaikan sedang hanggar pasar ikan dan pembangunan mester 364, pembangunan gudang amunisi, expolsive pembangunan jaringan jalur pada setiap gedung dan Pembnagunan gedung 3 lantai untuk kantor satuan.
 
Tahap kedua, Pembnagunan Satpas komplek dilanjutkan dengan kegiatan tahun 2015 yang meliputi, rehabilitas komplek Pondok Dayung tahap III meliputi yaitu Pembangunan kembali mekanik perbaikan listrik dan kantor pasar ikan, pembangunan mess tentara tamtama 3 lantai. Pembangunan kantor Satkamla Satma, Sahal dan PP Dualan, BP Balai Pengobatan 3 lantai, pembangunan gudang Bistek dan gudang Satma. Pembangunan kantor dan gudang bistek 3 lantai, perbaikan sedang hanggar 2, perbaikan komplek Satkopaska dan perbaikan jaringan dan penelistik, pembangunan gedung serba guna dan pembangunan sarana wanpress.
 
Tahap tiga, di lanjutkan dengan pembangunan Breakwater Dermaga Pondok Dayung tahap 6, yaitu Kegiatan tahun 2011, meliputi Penyusunan masterplan, Pengerukan kolam Breakwater, Pembangunan Breakwater tahap 7, Revitalisasi listrik dermaga, pengerjaan dan penerapan jaringan lingkungan.
 
Dari kegiatan tersebut di atas, total biaya pembangunan telah digunakan sebesar 528 milyar 500 juta. Dan seluruh fasilitas yang di bangun telah siap digunakan sebagimana mestinya. (Puteriputeri – Lrd Viga-801/Riri).

Tinggalkan Balasan