Hai para pembaca puteriputeri.com, kita semua (mayoritas) pasti suka ngopi.
Kopi membuat hidup kita makin ‘hidup’ dan makin semangat.


Minum Kopi juga bagus untuk para wanita, karena kafein mampu menstimulan otak agar lebih cekatan, gesit, dan cerdas, karena kita wanita biasanya penuh dengan multi-tasking tugas pekerjaan sehari-hari.
Budaya minum kopi sudah ada sejak beberapa abad silam.

Bahkan, di Timur Tengah sebagai tempat lahir minuman kopi yang disebut sebagai kahfah, minum kopi sudah di anggap sebagai tradisi turun temurun.

Kini minum kopi sudah menjadi gaya hidup. Cinta Kopi Indonesia sama dengan cinta Indonesia, cinta NKRI.

Tidak hanya identik dengan dunia para pekerja, tapi juga sudah merambah di kalangan remaja.

Aktifitas remaja yang sering kali mencari tempat kumpul bersama teman menjadi sebuah peluang bagi para pengusaha, mulai dari membuka restoran, café hingga yang sedang booming saat ini adalah coffee shop.

Sekarang ini kita bisa dengan mudah menemukan coffee shop dengan konsep unik, fasilitas mendukung dan harga yang terjangkau.

Inilah yang membuat coffee shop menjadi salah satu destinasi wajib yang dipilih oleh para remaja.

Tentunya kesempatan itu juga dilihat oleh para pengusaha muda ini yang kreatif ini.

Artikel bertujuan sebagai inspirasi bagi kita semua pembaca puteriputeri.com, agar berani berwirausaha, serta mengembangkan potensi diri masing masing.

Para wirausahawan muda yang penulis temui adalah : Abdul Majid Kurniawan (22) dan Arief Novanda Zulvan (23) dua dari tujuh founder DIKOPIKITA.

dikopikita-3

(Foto Founder DIKOPIKITA kiri ke kanan (Reynaldi, Aditia, Arief, Dewa, Majid)

Berangkat dari passion, kopi telah menjadi jati diri mereka.
“Dengan kopi saya bisa mencapai apa yang saya inginkan secara emosional dan finansial, tidak hanya itu di dalamnya terdapat sebuah seni yang dirasakan secara berbeda”ungkap Majid.

DIKOPIKITA terbentuk pada akhir Maret 2016, usia yang bisa dibilang masih seumur jagung ini tidak bisa dipandang sebelah mata.

Terbukti mereka telah mendapatkan investor besar untuk menyokong usaha mereka.

Berdirinya DIKOPIKITA dipelopori oleh Majid yang mengawali perkenalannya dengan kopi di awal Januari 2016, lalu kecintaannya terhadap kopi ia sebarkan kepada teman dekatnya yakni Arief.

Merasa memiliki visi yang sama yakni ingin memajukan kopi indonesia akhirnya pun mereka memutuskan untuk membangun usaha kopi.

Setelah itu, mereka mengajak rekan-rekan yang lain untuk turut berkecimpung dalam usaha kopi tersebut. Sebelum dipilihnya “DIKOPIKITA” sebagai brand resmi mereka, nama awalnya ialah DikopiMajid, namun dirasa terlalu individualis maka nama itu pun dirubah menjadi DIKOPIKITA.

“Kami mencari nama yang cocok dengan tema Indonesia, akhirnya diputuskan menjadi Dikopikita, kerena kami ingin ketika orang-orang yang menikmati kopi dari DIKOPIKITA mereka akan merasa ini kopi kita, inilah rasa kopi Indonesia”ujar Arief.

Kecerdasan mereka dalam membaca sebuah peluang memang patut diapresiasi.

Meskipun saat ini mereka belum membuka sebuah coffee shop namun mereka terus mengembangkan usaha kopi mereka seperti coffee tourism (wisata kebun kopi), menjual biji kopi hasil roasting atau greenbean (biji kopi yang belum di roasting) dalam kemasan, pelatihan roasting, pelatihan manajemen food and beverage hingga pelatihan barista.

dikopikita-2

(Foto : Founder DIKOPIKITA meeting with Investor)
Langkah ini dilakukan tidak hanya untuk menjaga eksistensi mereka namun agar kopi Indonesia bisa menjadi raja di negaranya sendiri. Indonesia memiliki kualitas kopi-kopi terbaik.
Seperti “7 Single origin Indonesian Coffee” yang terkenal yaitu : Aceh Gayo, Toraja, Java Preanger, Java Ijen , Bali Kintamani, Flores Bajawa, dan Papua Mena. Tujub varian jagoan tanaman Kopi khas Indonesia ini tentu menjadi kekayaan luar biasa Bumi Nusatara.

dikopikita-4
(Foto : Salah satu mesin peracik kopi DIKOPIKITA)

Dampak yang dirasa dalam usaha kopi ini tentu tidak hanya untuk kalangan pengusaha itu sendiri, namun juga untuk masyarakat, sehingga lebih mengenal Kopi Indonesia.
Memberikan edukasi mulai dari pembibitan hingga didapati hasil Kopi dengan kualitas terbaik. Menaikkan nilai kopi di mata dunia Internasional, menaikkan nilai ekonomi baik untuk petani kopi maupun negara.

dikopikita-4(Foto : Kopi DIKOPIKITA dalam kemasan yang siap dipasarkan)

Harus diketahui nilai ekonomi Kopi dengan kualitas terbaik bisa di ekspor dengan harga yang tinggi. Perjuangan mereka dalam membangun usaha ini tentunya tidak mudah.

Seperti yang diungkapkan oleh Majid, “Hal terberat dalam membangun bisnis adalah team work, komunikasi, dan komitmen. Karena kalau dalam tim tidak memiliki visi yang sama itu bakal susah”.

Hal serupa juga dilontarkan oleh Arief, “Yang paling berat ya menyatukan tim itu sendiri. Disini kan kita punya 7 kepala, pasti dari tiap kepala punya ide masing-masing. Bagaimana caranya kita harus menyatukannya hingga sesuai dengan visi dan misi dari DIKOPIKITA.”

Untuk menggatasi hal tersebut, mereka memiliki cara yang bisa dibilang menarik, yakin dengan sebuah simulasi.
Simulasi dilakukan ketika ada salah satu anggota yang dirasa mulai “melenceng” dari aturan.

Caranya ialah dengan simulasi yang dinamakan bawang merah & bawang putih, yaitu satu orang menjadi “penyudut (bawang merah), satu orang lagi menjadi “pereda (bawang putih)” sementara yang lain menjadi “penenang”. Tetapi rintangan itu tidak pernah mematahkan semangat mereka, justru mereka melihat ini sebagai tantangan untuk meningkatkan kualitas diri dan DIKOPIKITA tentunya.

Begitulah liputan tentang semangat, kreatifitas dan inspirasi wirausaha, salam inspirasi wirausaha khas puteriputeri.com.

(Liputan oleh : Puspita Nusa Lina)

Tinggalkan Balasan