Puteriputeri – Jakarta, Panglima Komando Armada RI Kawasan Barat (Pangarmabar), Laksamana Muda TNI Aan Kurnia S.Sos dihadapan sejumlah awak media menjelaskan tidak ada kompromi bagi para pelanggar hukum di kawasan laut wilayah kerja Koarmabar.
 
Hal tersebut disampaikannya selepas acara tatap muka mengevaluasi kinerja jajaran Koarmabar berserta seluruh jajarannya di Markas Komando Koarmabar, di kawasan Gunung Sahari Jakarta, Senin (31/10/2016), yang didampingi Kepala Staf Komando Armada RI Kawasan Barat (Kasarmabar) Laksamana Pertama TNI Yudo Margono SE, Komandan Gugur Tempur Laut Koarmabar (Danguspurlaarmabar) Laksamana Pertama TNI T.S.N.B Hutabarat MMS, dan Asisten Operasi Pangarmabar (ASOPS Pangarmabar) Kolonel Laut (P) I Gusti Kompiang Aribawa.  
 
Tidak adanya kompromi tersebut dilakukan dalam upaya penindakan dan penegakan hukum di laut yang menjadi program prioritas Koarmabar yang sudah dilakukan selama dirinya menjabat sebagai Pangarmabar.
 30-img-20161031-05036
Selama 2 bulan masa kepemimpinannya, Pangarmabar mengaku tidak menemukan pelanggaran yang dilakukan personilnya termasuk juga kesalahan-kesalahan yang menimbulkan kecelakaan alutsista. Oleh sebab itu sebagai pemimpin tertinggi di Koarmabar, acara tersebut dilakukan dalam rangka mengevaluasi kembali kinerja dari kesatuan-kesatuannya yang ada di daerah.
 
“Saya bergembira dan berterimakasih kepada seluruh jajaran saya, karena 2 bulan kepemimpinan saya, saya tidak menemukan adanya pelanggaran personil maupun kesalahan-kesalahan kecelakaan alutsista,” jelas Pangarmabar..
 
Menurutnya, ke depannya ia memprioritaskan memerintahkan keseluruhan jajaran Koarmabar, baik Lantamal 1 sampai dengan Lantanal 12 untuk lebih giat lagi, serta lebih serius lagi dalam melaksanakan kegiatan dan penegakkan kedaulatan di laut baik itu terhadap pencurian ikan oleh kapal-kapal illegal maupun penegakkan kedaulatan.
 26-img-20161031-05032
“Jadi tidak ada kompromi bagi para pelanggar hukum yang dilakukan kapal-kapal pencuri ikan. Semua yang illegal dan melanggar kedaulatan hukum akan ditindak sesuai dengan yang sudah digariskan oleh pemerintah, oleh panglima TNI maupun Bapak Kasal,” tegasnya.
 
Sebagai Pangarmabar, ia menginstruksikan kepada seluruh jajarannya, ke depan untuk lebih tegas menindak siapapun yang melanggar hukum dan kedaulatan. Seperti yang sudah dilakukan sebelumnya, dan merupakan beberapa elemen yang menjadi prioritas utama Koarmabar ke depan, yaitu penegakan kedaulatan dan penegakan hukum terhadap illegal fishing dan penyelundupan-penyelundupan yang ada di wilayah kerja Koarmabar.
45-img-20161031-05052 
Tindakan yang dilakukan adalah dengan memberikan hukuman terberat sesuai aturan yang ada dipemerintah. Hukuman berat itu juga diberikan kepada pelaku pungli di jajarannya, dalam rangka mengatasi pungli di laut.
 
“Itu sudah saya instruksikan ke jajaran saya, Lantamal – Lantanal – Posmal – Posmad. Apabila ada yang terbukti, ada anak buah saya, akan saya tindak berat, saya copot jabatannya,” kata Pangarmabar.
 
Terkait penegakan hukum dan penindakakan pelanggaran hukum di laut ini, menurutnya sudah banyak yang diproses di pengadilan. Untuk itu sangat diperlukan kerjasama dari instansi dan kementerian terkait untuk mendukung penindakan proses hukum yang sudah dilaksanakan oleh Koarmabar.Bahkan ke depan akan dilakukan penanganan lebih keras.
 
“Instruksi tersebut sudah disampaikan ke seluruh jajarannya, mulai dari intelegen kemudian patroli laut, agar penegakan hukum dan penindakan ini menjadi prioritas,” ulasnya
 
Diharapakan dengan menjadikan program penegakan hukum dan penindakan hukum sebagai prioritas, diharapankan dirinya dan jajaran Koarmabar, dapat membantu pemerintah untuk meng-Nol-kan pelanggaran di laut.
 
“Kami akan lakukan sesuai dengan kapasitas saya, dan kapasitas seluruh jajaran saya, dan tanpa kompromi. Ini sudah saya instruksikan langsung,” kata Pangarmabar tegas.
 
Terkait masalah menjelang pilkada DKI, Pangarmabar juga mengaku sudah mengistruksikan kepada jajarannya untuk bersikap netral. Oleh sebab itu ia melarang keras jajarannya untuk ikut dalam salah satu golongan atau ikut dalam salah satu partai atau ikut dalam salah satu calon.
 
“Tidak ada satu pun jajaran yang boleh ikut, kita TNI netral,” ucapnya.
 
Disinggung tentang issue adanya demo massa besar-besaran tanggal 4 November 2016. Aan mengaku belum ada siaga satu. Namun demikian jajaran Koarmabar siap dan standby jika sewaktu-waktu dibutuhkan oleh Polri atau diperintahkan oleh Panglima TNI atau Kasal.
 
“Sampai saat ini belum ada perintah, kita berdoa, semoga tidak ada apa-apa. Tapi kita siap dan standby, pasukan kita sudah siap, kita ada Marinir, Kopaska kita semua sudah siap. Kita siap mendukung  dan membantu Polri, atas perintah Panglima TNI atau Bapak Kasal,” tegas Pangarmabar.
 
“Perintah itu untuk kebaikan karena kan yang kita hadapi adalah saudara-saudara kita sendiri, kita akan bantu. Tapi kalau mereka buat masalah atau rusuh, itu ranahnya Polri, Kita AL Koarmabar hanya mensupport saja, kita berdoa semoga tidak terjadi apa-apa,” tambahnya. (Puteriputeri – Lrd Viga-801/Riri).

Tinggalkan Balasan