Puteriputeri – Jakarta, Komando Armada RI Kawasan Barat (Koarmabar) berhasil menyelamatkan kekayaan alam bangsa Indonesia dengan berhasil menangkap dua Kapal Ikan Asing (KIA) Berbendera Vietnam di Perairan Natuna, Kepulauan Riau dan Kapal Penyelundup dari Singapura. Kedua KIA tersebut ditangkap KRI Silaspapare-386 yang sedang melaksnakan patroli.
 
Demikan dijelaskan Panglima Komando Armada RI Kawasan Barat (Pangarmabar), Laksamana Muda TNI Aan Kurnia S.Sos, di Markas Besar Koarmabar di kawasan Gunung Sahari Jakarta, Senin (17/10/2016) yang didampingi Kepala Staf Komando Armada RI Kawasan Barat (Kasarmabar) Laksamana Pertama TNI Yudo Margono SE, Komandan Gugur Tempur Laut Koarmabar (Danguspurlaarmabar) Laksamana Pertama TNI T.S.N.B Hutabarat MMS, dan Asisten Operasi Pangarmabar (ASOPS Pangarmabar) Kolonel Laut (P) I Gusti Kompiang Aribawa.  
34-img-20161017-04309
Kedua kapal tersebut terdeteksi KRI KRI Silaspapare-386 (KRI SRE-386)dari jarak sekitar 5,5 mil. Setelah didekati ternyata kedua kapal ikan asing berbendera Vietnam sedang menarik jarring trawl (pukat).
 
Setelah dilakukan pemeriksaan diketahui dua kapal asing itu bernomor lambung BV 92764 TS berisi 3 orang anak buah kapal (ABK) dengan nahkoda Nguyen Tranh Van dan BV 92765 TS dengan jumlah ABK 12 orang dan dinahkodai  Nguyen Van Nguyui. Kedua kapal itu diamankan KRI SRE-386 karena tidak dilengkapi dengan dokumen penangkapan ikan yang sah.
 
Selanjutnya kedua kapal itu dibawa ke dermaga Posal Sabangmawang Lanal Ranai untuk pemeriksaan lebih lanjut. Perairan Natuna memang seringkali menjadi lokasi kapal-kapal asing yang melakukan penangkapan ikan secara illegal sehingga membutuhkan pengawasan yang lebih insentif.
77-img-20161017-04352
WFQR Western Fleet Quick Response-4 unit Jatanrasla (Kejahatan dan Kekerasan Laut) Lantamal IV pada pukul 00.15 WIB dini hari tadi, menangkap upaya penyelundupan barang bernilai ekonomis tinggi dari Singapura. Sebuah speed boat tanpa nama dan kapal LCT Toll Emperor berbendera Singapura di dermaga PSB (Port Sekupang Batam), pada posisi 01 09 34”LU – 103 54 29”BT.
Pada Tenggat Waktu 10.15 – 23.00 WIB disaat tim WFQR 4/Unit 1 Jatanrasla sedang melaksanakan patroli rutin di perairan Batam, terlihat sebuah speed  boat yang mencurigakan dengan kelebihan muatan (over draft), sehingga dilaksanakan pemeriksaan terhadap speed boat tersebut dan berhasil diamankan Nahkoda dan anak buah kapal speed boat sbb : Sahak, Jurumudi/tekong speed boat dan Zakil Fikri serta Moh. Raziki.
 
Muatan diatas speed boat berupa 1 unit kulkas merk stramten ukuran 2 pintu, 7 buah mena laci warna putih dan hitam berbagai ukuran, 1 buah lemari buffet kaca, 2 buah sofa warna putih dan hitam, 1 buah koper warna merah berisi berbagai macam kain, 6 buah kardus berisi barang pecah belah.
Keterangan dari Jurumudi dan ABK speed boat bahwa barang muatan yang dibawanya dari sebuah kapal LCT yang sandar di dermaga PSB (Port Sekupang Batam ) dan pemilik barang adalah Warga Negara Siangapura.
 
Pada Tenggat Waktu 10.15 – 23.30 WIB, speed boat sandar kembali di kapal LCT Toll Emperor yang sedang sandar di dermaga dan dilaksanakan pengumpulan dan pengembangan terkait muatan yang dibawa oleh speed boat tersebut. Ini kemungkinan modus membawa barang illegal dari kapal besar dengan menggunakan speed boat untuk mengelabui petugas.
 
Data kapal LCT Toll Emperor, bendera Singapura, tonase 835 GT, Pemilik Toll Logistik Singapura, agen PT SKPI Pelayan Jodoh Batam, IMO 9355927, Nahkoda Adrian Esra, ABK 12 orang WNI.
 
Saat tim WFQR 4/Unit 1 Jatanrasla naik ke atas deck kapal LCT Toll Emperor, yang tertua di kapal a.n ELY ANZUNAN GULTOM sebagai Chief Officer LCT Toll Emperor dan 3 orang ABK a.n Hamzah, Budi Setiyawan dan Mahdi. Keterangan dari pihak Chief Officer LCT Toll Emperor bahwa barang muatan tersebut memang benar milik WN Singapura a.n Hasim No. HP+6590125998, yang menitipkan barang dari pelabuhan Jurong Singapura.
 92-img-20161017-04367
Hasil pemeriksaan terhadap dokumen dan surat-surat terkait dengan speed boat, muatan dan kapal LCT Toll Emperor sbb: Speed boat tanpa memiliki surat-surat (tanpa Pas Kecil dan tanpa sertifikat keselamatan, tanpa izin olah gerak, nahkoda tanpa SKK, Surat Keterangan Kecakapan). Muaan barang-barang dari Singapura tidak ada di dalam dari manifest muatan. Pada saat speed boat tersebut diamankan terjadi cuaca buruk hujan angin barat sehingga dapat membahayakan dalam pelayarannya.
 
Selanjutnya LCT beserta speed boat diamankan oleh tim WFQR 4 untuk proses penyelidikan lebih lanjut secara gabungan dengan pihak Bea Cukai Batam. LCT akan diperiksa kemungkinan adanya Narkoba.(Puteriputeri – Lrd Viga-801/Riri).

Tinggalkan Balasan