Sahabat puteriputeri.com, tak perlu jauh-jauh ke luar negeri dulu untuk berlibur jika belum mendatangi wisata-wisata di tanah air yang luar biasa indahnya. Bila kita ke Kawah Putih, Ciwidey, Jawa Barat, kita akan melihat pesona alam Indonesia yang sangat memukau sehingga kami semakin berucap syukur terhadap ciptaan-Nya saat mendatangi tempat wisata alam ini.

Kawah Putih adalah sebuah danau kawah dari Gunung Patuha dengan ketinggian 2.434 meter di atas permukaan laut dengan suhu antara 8-22°C. Di puncak Gunung Patuha itulah terdapat Kawah Saat, saat berarti surut dalam Bahasa Sunda, yang berada di bagian barat dan di bawahnya Kawah Putih dengan ketinggian 2.194 meter di atas permukaan laut.

Kawah putih, Ciwidey

Kawah Putih terletak di kawasan wisata Ciwidey, sekitar 46 km sebelah selatan kota Bandung atau sekitar 2.5 jam perjalanan dari pusat kota. Setelah melalui perjalanan yang berliku-liku dan kontur yang menanjak kami sampai di kawasan hutan gunung Patuha. Di sana kami menemukan pintu gerbang untuk menuju kawasan Kawah Putih.

Kawah putih terbentuk akibat letusan yang terjadi pada sekitar abad X dan XII silam. Kawah Putih ini terletak sekitar 46 km dari Kota Bandung atau 35 km dari ibukota Kabupaten Bandung, Soreang, menuju Ciwidey.

Kawah putih yang beralamat di Jalan Raya soreang Ciwidey KM 25 berlokasi  tidak jauh dari tempat wisata situ patenggang dan dapat dicapai dengan mudah bila anda membawa kendaraan pribadi karena terdapat banyak penunjuk jalan. Dari Jakarta ,Anda hanya perlu menggunakan jalur  tol Cipularang dan keluar melalui pintu tol Kopo. Dari sana Anda harus menuju ke soreang dan berkendara ke bagian selatan Ciwidey.
Menurut cerita legenda, gunung Patuha konon berasal dari nama Pak Tua atau ”Patua”. Masyarakat setempat sering menyebutnya dengan Gunung Sepuh. Dahulu masyarakat setempat menganggap kawasan Gunung Patuha dan Kawah Putih ini sebagai daerah yang angker, tidak seorang pun yang berani menjamah atau menuju ke sana. Konon karena angkernya, burung pun yang terbang melintas di atas kawah akan mati.

Mitos ini kemudian terpatahkan oleh Dr. Franz Wilhelm Junghuhn pada tahun 1837 yang mulai mengeksplorasi kawasan ini dengan membuat tambang belerang di sekitar kawah putih. Matinya burung-burung yang terbang di atas kawah ternyata disebabkan karena uap belerang yang mereka hirup.

Saat ia melakukan perjalanan penelitiannya menembus hutan belantara Gunung Patuha, akhirnya ia menemukan sebuah danau kawah yang indah. Sebagaimana halnya sebuah kawah gunung, dari dalam danau keluar semburan aliran lava belerang beserta gas dan baunya yang menusuk hidung. Dari hal tersebut terungkap bahwa kandungan belerang yang sangat tinggi itulah yang menyebabkan burung enggan untuk terbang melintas di atas permukaan danau Kawah Putih.

Karena kandungan belerang di danau kawah tersebut sangat tinggi, pada zaman pemerintahan Belanda sempat dibangun pabrik belerang dengan nama Zwavel Ontgining ‘Kawah Putih’. Kemudian pada zaman Jepang, usaha tersebut dilanjutkan dengan nama Kawah Putih Kenzanka Gokoya Ciwidey yang langsung berada di bawah penguasaan militer Jepang.

Salah satu puncak Gunung Patuha yakni Puncak Kapuk, konon merupakan tempat pertemuan para leluhur yang dipimpin oleh Eyang Jaga Satru. Konon, di tempat ini terkadang secara gaib terlihat sekumpulan domba berbulu putih yang oleh masyarakat disebut domba lukutan.

Danau Kawah Putih memiliki ciri khas dan keunikan tersendiri. Air di danau kawahnya dapat berubah warna, kadangkala berwarna hijau apel kebiru-biruan bila terik matahari dan cuaca terang, terkadang pula berwarna coklat susu.

Paling sering terlihat airnya berwarna putih disertai kabut tebal di atas permukaan kawah. Selain permukaan kawah yang berwarna putih, pasir dan bebatuan di sekitarnya pun didominasi warna putih, oleh karena itu kawah tersebut dinamakan Kawah Putih.

Wisata ini menjadi tempat wisata terfavorit bukan hanya wisatawan lokal, wisatawan mancanegara juga banyak yang penasaran ingin mendatangi tempat ini. Terbukti dengan datangnya sahabat kami dari manca negara yang sangat senang dan takjub akan keindahan wisata alam Indonesia.

Sebelumnya kami menginap di Hotel Ciwidey Valley yang jaraknya kurang lebih 2 Km dari wisata Kawah Putih. Hotel bernuansa pedesaan yang masih asri dengan alunan musik khas Jawa dan suasana yang dingin sekali sampai membuat kami menggigil. Daerah Kawah Putih memang terletak di daerah dataran tinggi dengan udara yang sejuk dengan pemandangan yang indah tiada tara, sangat cocok bagi yang suka melakukan fotografi alam.

Wisata Kawah Putih buka mulai 07.00 sampai 17.00. Harga tiket masuk / htm Kawah Putih Bandung Ciwidey tahun 2015, yaitu Turis lokal Rp. 18.000,- Turis Asing / Wisata Mancanegara [Wisman] Rp. 50.000,- ditambah angkutan Ontang Anting Rp. 15.000,-. Sedangkan untuk tiket parkir bawah di Kawah Putih Ciwidey untuk kendaraan roda 2 Rp. 3.000,-, untuk kendaraan roda 4/minibus Rp. 6.000,- dan untuk bis/bus Rp. 25.000,-. Sedangkan untuk tiket di parkir atas khusus kendaraan roda 4/minibus Rp. 150.000,-.

Penasaran Lihat Kawah Putih Ciwidey

Para pembaca puteriputeri.com, wisata ke Kawah Putih Ciwidey, Bandung merupakan sebuah pengalaman yang menyenangkan. Bagi anda yang gemar berfoto, untuk diunggah ke media sosial, maka lokasi kawah puth Ciwidey ini bisa menjadi destinasi wisata anda yang menarik untuk di -share kepada kerabat dan kawan-kawan semua.

Pada tanggalawal tahun ini, Saya bersama rekan-rekan kerja melakukan perjalanan wisata ke kota Bandung dengan tujuan Kawah Putih Ciwidey. Kami berkumpul di kantor pukul 09.00 WIB menggunakan 1 buah mobil kantor. Kami berangkat pada pukul 10.00 WIB kami beranggotakan delapan orang yang sangat penasaran dengan yang namanya Kawah Putih Ciwidey Bandung, ini karena di antara kami belum ada yang pernah berwisata ke Kawah Putih.

Kawah Putih adalah tempat wisata di Bandung yang paling terkenal dan populer. Berlokasi di Ciwidey, Jawa Barat, kurang lebih sekitar 50 Kilometer ke arah Selatan Kota Bandung.

Di perjalanan kita canda tawa dan sudah tidak sabar ingin segera sampai di tempat tujuan yaitu Kawah Putih. Kami sampai di Kawah Putih pukul 14.00 WIB Begitu sampai ternyata suasananya begitu ramai dan penuh pedagang. Tempat wisata ini menjadi salah satu andalan pariwisata wilayah Bandung, Jawa Barat.

Sebelum kami masuk kami harus membayar tiket terlebih dahulu, tiketnya seharga Rp. 15.000,- untuk satu orang jadi jumlah tiket yang harus kami bayar adalah Rp. 120.000,-.

Kemudian kami masuk dengan membawa mobil, ternyata dari tempat tiket ke Kawah Putih sangatlah jauh karena kami harus masuk ke dalam hutan Kawah Putih Ciwidey tersebut ada di puncak gunung dan jalannya pun naik turun.

Setelah kami melewati hutan-hutan dan akhirnya sampai lah di Kawah Putih, wow ciptaan Tuhan ini begitu menakjubkan indah sekali, kawah yang terlihat berwarna putih, udara yang sejuk, air yang terlihat berwarna biru dan bukit yang keren sekali.

Kemudian kami berpencar dan berfoto-foto disana, kami sangat bahagia dan menikmati keindahan Kawah Putih. tidaklah rugi berwisata ke Kawah Putih, selain biaya wisata yang relatif murah, pemandangannya juga begitu indah dan menakjubkan.
Ternyata Kawah Putih adalah sebuah danau dari Gunung Patuha, sementara Gunung Patuha konon berasal dari nama Pak Tua atau “Patua”. Masyarakat sering menyebutnya gunung sepuh.

Jpeg

Kami tidak berlama-lama disana karena Kawah Putih tersebut mengandung uap belerang itu, sedikit berbahaya untuk pernapasan jika kita berlama-lama di kawasan itu.

Semakin sore bau belerang tersebut semakin menyengat dan akhirnya kami pergi mencari makan. Waktu sudah menunjukkan pukul 17.30 WIB setelah makan kami bergegas untuk pulang ke Jakarta.

Begitulah sekelumit pengalaman saya ke Kawah Putih Ciwidey, Bandung. Lain kali akan saya kirimkan liputan yang lainnya. Salam liputan wisata khas puteriputeri.com.

(Oleh : Veeka/ Lida Lianti/Dedi A )

Tinggalkan Balasan