Assalamualaikum sahabat puteriputeri.com semua. Saya ingin bercerita singkat tentang perjalanan saya pada akhir pekan liburan lalu ke Kawah Putih Ciwidey.

Untuk mengisi akhir pekan, saya dan keluarga saya pergi bertamasya ke ciwidey, Bandung selatan. Saya pilih untuk liburan ke daerah ini karna disini cukup tenang, jauh dari kota, suasana yang sejuk serasa memanjakan saya dan keluarga untuk melepas penat selama beraktifitas di kota.

Saya berangkat pada pagi hari jam 9:00, tiba di Ciwidey jam 4 sore. Ya, 7 jam, waktu yang tidak biasa untuk jarak Bekasi-Bandung.

Dikarenakan pada saat itu jembatan Cisomang (Cipularang) yang menjadi penghubung jalan tol Jakarta Bandung mengalami masalah.

Setelah saya sampai di Ciwidey pada pukul 4 sore saya dan keluarga seakan tidak ingin melewatkan waktu di Ciwidey ini. Kami check in di salah satu hotel di sana dan bergegas melanjutkan perjalanan menuju Danau Situ Patenggang.

Setelah membayar karcis, mendaki bukit dan melalui turunan, terlihat lah pemandangan danau Situ Patenggang yang sangat ‘stunning’.

Sungguh indah dan damai, bisa dibilang ini Danau Toba nya jawa barat. Namun sayang saya tidak sempat mengabadikan momet tersebut karna mengejar waktu. Suhu di danau Situ Patenggang ini luar biasa dingin, yah, untuk ukuran saya yang biasa hidup di Bekasi, buat saya suhu disana ‘lumayan’ menusuk tulang apalagi saat mendung, terlebih lagi saat hujan. Lalu saya menyempatkan untuk mengabadikan momen sunset di danau Situ Patenggang

Esok harinya, setelah mengistirahatkan mata pikiran dan mengisi tenaga alias tidur makan dan mandi, saya dan keluarga melanjutkan perjalanan menuju Kawah Putih. Yah, salah satu wisata legendaris dari Ciwidey ini terasa sayang untuk dilewatkan.

Perjalanan menuju Kawah Putih ini cukup menantang, melewati banyak tanjakan terjal dan jalan jelek. Jadi buat kalian yang ingin ke Kawah Putih menggunakan mobil pribadi, ga ada salahnya untuk memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima. Setelah melalui perjalanan yang menantang sekaligus disuguhi pemandangan yang indah di sepanjang perjalanan, sampailah saya di tujuan.


Siang yang panas ya tetaplah panas di sini, saya menyarankan apabila berkunjung ke Kawah Putih di siang hari ada baiknya menggunakan sun block atau baju lengan panjang agar kulit tidak terbakar 🙂

Saya menyempatkan diri untuk mengabadikan momen di Kawah Putih ini.

Pemandangan di atas sini tidak kalah menarik dibanding di perjalanan. Namun saya tidak bisa berlama-lama di pusat Kawah Putih ini karna kawah ini mengeluarkan asap belerang yang tidak baik untuk kesehatan, jadi saya hanya bisa 15 menit dikawah baiknya. Sebelum pulang saya menyempatkan untuk mengabadikan momen di Kawah Putih


Kawah Putih akibat Letusan Gunung Patuha

 

Kawah Putih adalah tempat wisata di Bandung yang paling terkenal. Berlokasi di Ciwidey, Jawa Barat, kurang lebih sekitar 50 KM arah selatan kota Bandung, Kawah Putih adalah sebuah danau yang terbentuk akibat dari letusan Gunung Patuha.

Sesuai dengan namanya, tanah yang ada di kawasan ini berwarna putih akibat dari pencampuran unsur belerang. Selain tanahnya yang berwarna putih, air danau kawasan Kawah Putih juga mempunyai warna yang putih kehijauan dan dapat berubah warna sesuai dengan kadar belerang yang terkandung, suhu, dan cuaca.

Kawah Putih Ciwidey berada di kawasan pegunungan yang mempunyai ketinggian lebih dari 2.400 meter di atas permukaan laut. Dengan ketinggian tersebut, suhu udara di kawasan Kawah Putih tentu saja dingin dengan suhu 8 derajat Celsius sampai dengan 22 derajat Celsius, oleh karena itu jangan lupa membawa jaket atau memakai pakaian yang tebal.


Selain untuk dinikmati keindahannya oleh para wisatawan, Kawah Putih Ciwidey juga sering kali menjadi tempat kegiatan lain, misalnya pengambilan gambar film, melukis, foto pengantin, sampai dengan kegiatan mendaki dan berkuda.

Cerita mengenai Kawah Putih bermula pada abad ke 10 di mana terjadi sebuah letusan hebat oleh Gunung Patuha. Setelah letusan ini, banyak orang beranggapan bahwa lokasi ini adalah kawasan angker karena setiap burung yang terbang melewati kawasan tersebut akan mati.

Seiring dengan berjalannya waktu, kepercayaan mengenai angkernya tempat ini mulai pudar, sampai akhirnya pada tahun 1837 ada seorang ahli botani dengan kebangsaan Jerman datang ke kawasan ini untuk melakukan penelitian. Peneliti yang bernama Dr. Franz Wilhelm Junghuhn tersebut sangat tertarik dengan kawasan pegunungan sunyi yang bahkan tidak ada burung yang terbang di atasnya sehingga ia berkeliling desa untuk mencari informasi.

Pada saat itu, seluruh informasi yang ia dapatkan adalah bahwa kasawan tersebut angker dan dihuni oleh mahluk halus.

Bagi Dr. Franz Wilhelm Junghuhn, pernyataan masyarakat setempat tersebut tidaklah masuk akal. Karena tidak percaya dengan cerita-cerita tersebut, ia pergi ke dalam hutan rimba untuk mencari tahu apa yang ada di sana. Singkat cerita, akhirnya Dr. Franz Wilhelm Junghuhn berhasil mencapai puncak gunung, dan dari sana ia melihat keberadaan sebuah danau indah berwarna putih dengan bau belerang yang menyengat.

Sejak itu, keberadaan Kawah Putih Ciwidey menjadi terkenal dan mulai dari tahun 1987 pemerintah mengembangkan kawasan ini sebagai tempat wisata yang menawarkan pengalaman unik melihat danau yang dapat berubah warna.

Kawah Putih yang beralamat di Jalan Raya Soreang Ciwidey KM 25 berlokasi tidak jauh dari tempat wisata Situ Patenggang dan dapat dicapai dengan mudah bila Anda membawa kendaraan pribadi karena terdapat banyak penunjuk jalan. Dari Jakarta, Anda hanya perlu menggunakan jalur tol Cipularang dan keluar melalui pintu tol Kopo. Dari sana Anda harus menuju ke Soreang dan berkendara ke bagian selatan Ciwidey.

Bila menggunakan kendaraan umum, Anda dapat naik angkot dari terminal Leuwi Panjang yang menuju ke terminal Ciwidey. Dari terminal Ciwidey, Anda dapat menggunakan angkot yang menuju Situ Patenggang dan turun di depan gerbang Kawah Putih.

kendaraan Ontang-anting menuju Kawah Putih Ciwidey

Bila anda tidak ingin mengendarai mobil keatas anda bisa menumpang angkutan khusus ke kawah putih yaitu “ontang-anting”, sejenis mobil pick up terbuka yang telah dimodifikasi sedemikian rupa agar dapat mengangkut penumpang menuju puncak kawah putih.

Karena telah dikembangkan sebagai kawasan wisata, Kawah Putih mempunyai fasilitas penunjang kenyamanan berwisata yang memadai, yaitu:
• Area parkir yang luas
• Mushola
• Transportasi dari gerbang depan sampai dengan kawah (ontang-anting)
• Pusat informasi
• Restoran dan warung makanan
• Toilet

Untuk dapat masuk ke wisata kawah putih, anda harus membayar tiket yang telah ditentukan pengelola wisata. Yaitu :

• Tiket masuk Rp. Rp.18.000/org
• Ontang-anting RP.15.000/org
• Parkir bus Rp.25.000,-
• Parkir mobil Rp.15.000,-
• Parkir motor Rp.10.000,-
• Penitipan helm Rp.5000/helm,-

Kawah Putih Ciwidey

Wisata ini buka mulai pukul 07.00 WIB dan tutup pukul 17.00 WIB. Tetapi wisata ini juga tidak selalu buka setiap hari. Namun sesuai dengan kondisi cuaca, bila suhu air dan kadar belerang di kawah sedang naik. Kawasan wisata ini ditutup untuk umum sampai batas waktu yang belum ditentukan.

Silahkan lihat video ini :

 

Sekian laporan singkat perjalanan Kawah Putih ini.
Wasalamualaikum 🙂

(Liputan oleh : Doni Rendi / Ikbar Rozak Gunsila/ Video : Nissa Mardhiana )

Tinggalkan Balasan