Iya ya… Kapan Nikah ?

Sebenarnya Menikah itu sama dengan menjemput kenikmatan yang diberikan oleh Tuhan Sang Maha Pencipta.

Kenikmatan itu utamanya adalah ketenteraman batin, dan rasa melengkapi dan terlengkapi sebagai fitrah manusia.

Namun kadangkala pertanyaan “kapan nikah?” ini bagi sebagian orang akan sulit dijawab.
Terutama bagi mereka yang memang belum punya calon pasangan pendamping hidup.

Bagi mereka yang sudah punya calon pasangan pendamping hidup mungkin jawaban kapan nikah adalah ketika telah memiliki cukup kesiapan finansial.

Sebenarnya kesiapan finansial ini juga relatif, artinya : Khususnya dalam agama Islam, untuk menjalankan pernikahan sebagai ibadah syarat nya tidak terlampau sulit. Baca 5 rukun Pernikahan.

Kemampuan finansial acapkali menjadi perhitungan ketika seeorang hendak menikah.

1. Tingginya Ekspektasi

wedding-ring

Bagi beberapa orang yang membayangkan kehidupan pernikahan adalah sebuah kehidupan mirip kehidupan perusahaan yang berbasis fiansial pengeluaran dan pemasukan keuangan, maka dalam bayangan benak orang ini kadang dihadang dengan tingginya tingkat ekspektasi atau harapan dan target : bahwa kelak harus mencapai ini dan itu, sebagai pencapaian keuangan finasial material.
Jika ekspektasi ini meleset dan jauh dari harapan maka, dia akan langsung berpikir untuk menutup saja perusahaan ‘pernikahan’ yang sedang dijalaninya.
Hal ini sangat disayangkan karena halangan pemikiran ekspektasi yang tinggi sehingga menghalangi meraih pernikahan yang : Sakinah (tentram).

2. Membayangkan Kesulitan

kapan-nikah-2

Ada seoarang yang sudah cukup finansial, namun dia membayangkan kesulitan-kesulitan dalam kehidupan pernikahan kelak, sehingga mindset atau pola pikirnya sudah terbentuk jika pernikahan itu bakalan ribet, dan akan memakan kehidupan pribadinya yang sudah keenakan dengan ‘me-time’ nya setiap waktu. Sangat disayangkan, karena sebenarnya dalam setiap kesulitan itu pasti ada kemudahan, seperti yang telah dijelaskan dalam firman Tuhan Yang Maha Esa. Maka kehidupan pernikaha anda akan mencapai : Mawaddah.

3. Terbayang Resiko

nikah-cincin

Selalu terbayang resiko dalam kehidupan pernikahan. Dan langsung menjadi bingung tatkala tak ada asuransi atau penjamin yang menjamin bahwa kehidupan pernikahan akan “happily ever after”. Dia berpikir jangan-jangan malah “happily never after?”

Sama seperti di atas, seseorang yang hanya terbayang akan resiko kehidupan setelah menikah kelak menganggap bahwa kehidupan membujang akan lebih baik daripada menikah. Maka seseorang yang senantiasa dihantui adanya resiko dalam pernikahan akan sedapat mungkin memperlama masa pacarannya, sehingga dia menganggap akan lebih mudah membaca resiko-resiko yang kelak timbul ketika menikah. Padahal beda jauh antara kehidupan pacaran dan kehidupan pernikahan.
Kehidupan pacaran adalah kehidupan yang memburu kesenangan semata, sementara pernikahan adalah laksana mengarungi kehidupan bak kita berlayar mengarungi samudera kehidupan, yang kadang menghadang badai, gelombang atau kadang pula laut tenang.
Seperti Laut, itulah kehidupan pernikahan yang sesungguhnya. Setelah Anda menikah, maka sebagai nahkoda berdua pasangan anda selalu meminta petunjuk, bimbingan dan ridha dari Sang Maha Pencipta maka Insya Allah mendapat : Rahmah.
Ada baiknya kita menyimak pula artikel tentang persiapan pernikahan di puteri puteri.com yang sudah teredia di sini, juga di sini. Terimakasih, Selamat Menikah.(Oleh : Dara/Zarrah/ Puteri)

1 Comment

  1. Pingback: Cincin Nikah yang Unik & Tak Biasa - puteriputeri.com

Tinggalkan Balasan