Meski Film The Conjuring 2 ini film tahun lalu, namun masih enak ditonton, terutama saat kita sendirian saja menghabiskan malam mingguan 🙂

The Conjuring awal dirilis pada tahun 2013, film arahan James Wan tumbuh menjadi salah satu box office yang sukses di Hollywood. Kisah The Conjuring disusun oleh Chad Hayes & Carey Hayes yang diangkat dari kisah nyata pasangan suami istri Lorraine & Ed Warren, penyelidik paranormal Amerika Serikat di era 1970, yang kerap di mintai bantuan untuk mengatasi berbagai kasus gangguan supernatural.

Film The Conjuring 2 dimulai dari Lorraine (Vera Farmiga) dan Ed (Patrick Wilson), yang baru saja menangani kasus di Amityville. Dari sanalah Lorraine di terror oleh roh jahat yang penampakannya seperti biarawati, Lorraine yang juga memiliki indra keenam melihat penglihatan mengenai kematian suaminya, Lorraine menganggap itu sebagai pertanda sehingga ia dan Juga Ed akhirnya memutuskan untuk berhenti menerima kasus lagi.

Di waktu yang sama sebuah keluarga miskin atau tepatnya seorang Ibu tunggal Peggy Hodgson (Frances O’Connor)dengan 4 anak yang tinggal di kawasan Enfield kota London, Inggris terusik kehidupannya dengan banyaknya gangguan – gangguana yang datang dari roh jahat. Gangguan ini berawal dari anaknya perempuannya Margaret (Lauren Esposito) dan Janet (Madison Wolfe) yang bermain dengan alat “pemanggil roh” atau yang di Indonesia dikenal dengan “Jaelangkung”. Sejak mereka bermain alat pemanggil roh itulah terror supranatural mulai berdatangan terutama menghantui Janet,mulai dari tidur sambil jalan, mendengarkan suara misterius di malam hari, sampai akhirnya kesurupan oleh roh yang belakangan diketahui itu adalah roh seorang kakek yang bernama Bill Wilkins.

Teror yang dialami keluarga ini semakin mengganggu sehingga akhirmya mereka pindah ke rumah tetangga dan memanggil bantuan polisi. Dari situlah eorang penyelidik paranormal Maurice Grosse (Simon McBurney) memutuskan untuk membantu keluarga ini, menghubungkan mereka dengan Lorraine dan Ed, yang bersedia memeriksa kasus ini walau awalnya enggan. Lorraine dan Ed mendatangi keluarga Hodgson, khususnya Janet yang seperti ‘terpilih’ untuk jadi alat sang arwah. Anehnya, terlepas dari berbagai kejadian supernatural yang terjadi di rumah itu, Lorraine dan Ed justru kesulitan untuk membuktikan bahwa arwah ini benar-benar ada, membuat mereka juga kebingungan bagaimana harus menolong keluarga malang ini.Terlebih saat tengah melakukan aksinya Ed & Lorraine diberi sebuah video yang membuat mereka menghentikan penyelidikan, dan hal ini membuat Peggy menjadi sedih dan kecewa.

James Wan selaku sutradara, cukup sukses menciptaka efek tegang yang tiada henti. Tak Cuma mengandalkan sosok hantu dengan wujud menyeramkan, tamun efek tegang juga berhasil didapatkan dari benda – benda yang tiba- tiba bergerak dan juga suara yang bisa membuat penonton berdegup kencang, selain itu segi romantic juga di sisipkan di film ini, tergambar dari hubungan Lorraine and Ed, bagaimana Lorraine sangat tidak mau kehilangan sosok Ed, itu semua dirasakan oleh penonton. Selain itu film ini juga memberi porsi yang cukup besar untuk keluarga Hodgson sebagai korban dalam kasus ini. Mulai dari situasi keluarga yang sulit—Peggy harus mengurus keempat anaknya sendirian setelah bercerai, ditambah anak bungsu mereka yang bicaranya gagap, sampai keputusasaan mereka menghadapi gangguan yang makin menjadi-jadi di rumah mereka sendiri.

Film The Conjuring 2 berhasil menghadirkan sebuah film horor yang tak hanya sekadar menakut-nakuti, tetapi juga bercerita. Ada kengerian yang memberi efek maksimal, tetapi juga ada keheranan dan kehangatan, dan diterjemahkan dengan baik dan rapi dalam adegan-adegannya. Ketika tak banyak film horor yang menyajikan semua itu dalam satu tontonan, The Conjuring 2 justru mampu menunjukkannya dalam ramuan yang relatif memuaskan. Dan film ini menurut saya cukup bagus untuk di tonton. Bagi teman – teman yang belum menonton film ini, siapkan mental karena efek takut akan terbawa- bawa sampai setelah movie selesai di tonton.

Untuk trailer bisa di chcek di link berikut

(Resensi Film oleh : Tanty Ayu Sumanty)

 

Tinggalkan Balasan