Puteriputeri – Jakarta, Melukis adalah seni! Melukis adalah salah satu aliran karya seni seperti halnya bernyanyi, menari dan menulis yang sama-sama punya bobot nilai seragam. Jika penyanyi bermain bersama melodi dan lirik, maka pelukis menata kekacauan kreativitasnya dalam berbagai media.
 
Desiree Sitompoel, seorang pelukis wanita kelahiran Medan 55 tahun yang lalu merupakan salah seorang kolektor cangkir teh lebih dari 10 tahun. Mencintai seni lukis membuat Desiree kagum pada detail lukisan pada permukaan cangkir kuno.
Ibu dari mantan vokalis ‘Samsons’ Bams ini pun berhasil meluncurkan buku bertajuk “sophisteacation”, An Anthology of Porcelain Teacup Collecting’ yang di luncurkan di London Book Fair, tahun 2015.
 
Melukis merupakan hobby yang ditekuni Desiree Sitompoel selama 10 tahun belakangan. Ia mencoba melukis dengan berbagai macam gaya lukis secara otodidak. Dan di tahun 2017 Desiree berbekal dukungan dari keluarga dan banyak teman, Desiree memberanikan diri membuat Pameran Tunggal pertama setelah 15 tahun berkarya yang  di gelar di Padang Room – The westin Hotel Jakarta, Jl. Rasuna Said Kav. C-22A Jakarta, Senin (15/05/2017).
 
Selain menampilkan karya-karya istimewanya Desiree Sitompoel, dalam pameran ini juga ia berkolaborasi dengan anaknya Bambang Reguna atau yang akrab di sapa Bams. Dalam pameran tunggalnya tersebut Desiree juga  menampilkan karya-karyanya dan siap dituangkan dalam barang-barang milik sang anak, seperti sepatu, gitar, jaket yang kemudian akan digunakan Bams pada saat show dan tampil dalam berbagai acara.
 
Dalam kesempatan ini pula Desiree meluncurkan Desiree Tea. Sebagai kolektor cangkir teh vintage, Desiree mencoba meracik teh nya sendiri yang sesuai dengan kepribadiannya. Didampingi oleh tea master dari  Vancouver, Desiree berhasil membuat 4 macam teh dan di kemas dalam kotak cantik dan semuanya diambil dari lukisan  Desiree bertemakan bunga-bunga cantik.
 
Desiree juga meluncurkan buku keduanya bertajuk “101 Painting” berkolaborasi dengan Tamara Geraldine sebagai penulis. Buku ini terbagi dalam tiga tema lukisan utama yang terdiri dari Faith, Hope and Love. Faith, adalah dasar dari pengharapan, bukti dari yang tak terlihat.
 
Lukisan bertema Faith diwujudkan dalam bentuk kumpulan lukisan keindahan berbagai setting seperti alam yang sarat emosi, dinamis dalam gerak dan ekspresi. Lukisan bertajuk Hope menampilkan cerita dan kisah kehidupan sehari-hari, menyatu antara sesama obyek, semua yang terdapat dalam satu lukisan. Sedangkan lukisan berkonsep Love menggunakan keselarasan warna, bentuk hingga komposisi, dimana warna yang digunakan adalah salah satu titik terkuat dalam memahami jenis emosi yang dimiliki pelukisnya. Desiree berharap pameran serta buku “101 Painting” bisa dinikmati khalayak ramai sebagai karya seni persembahan dirinya.
 
“Lukisan bagi saya bukan sekedar pajangan, bukan pula sebatas elemen atau bagian dari dekorasi ruangan. Lukisan memiliki nilai yang kadang menjadi dasar sebuah keyakinan, “ tutup Desiree Sitompoel. Puteriputeri – Lrd Viga 801 / Riri MU).

Tinggalkan Balasan