Hiburan Malam di Batam mencirikan sebagai Kota Metropolis Lintas Batas.

Tempat hiburan malam di Batam sebagai kota metropolis juga hampir menyamai Jakarta.
Batam, karena letaknya yang strategis, maka pengunjung hiburan malamnya, tidak hanya dari Jakarta, atau kota besar dari Indonesia saja, namun justru kebanyakan juga para wisatawan Singapura, yang mencari tempat hiburan yang lebih murah dari di negaranya.
Simbol wisata hiburan malam sangat melekat di kota Batam. Tidak dipungkiri jika di pusat prekonomian di kota Batam seperti Nagoya dan Jodoh tidak sulit menemukan wanita wanita cantik nan seksi yang memamerkan belahan dada maupun belahan paha.
Pemandangan cuci mata bagi kaum pria ini dapat ditemui di jalanan pusat kota maupun di Malll yang bertebaran di kota Batam.
Wisata hiburan malam di kota Batam sangat digandrungi para kakek-kakek warga Singapore maupun Malaysia.
Maklum negeri tetangga itu dapat ditempuh dengan jarak tempuh sekitar kurang dari 30 menit saja. Jadi, para kakek Singapora dan Malaysia berwisata hanya sehari saja yaitu pergi pagi pulang petang.
Matahari baru saja tenggelam di Pulau Batam. Namun, ini bukanlah akhir hiruk-pikuk kehidupan di pulau yang langsung berbatasan dengan Singapura tersebut. Kegelapan malah menjadi awal mengais rezeki bagi ‘kupu-kupu malam’ di Batam.
Kehidupan malam terasa eksotis di pulau ini. Nampak lampu warna warni berkelap-kelip di beberapa bangunan berwarna cerah dengan plang bertuliskan massages, pub, dan karaoke. Ketiga tempat itu dihuni bidadari berbedak tebal dengan baju mini sembari menghisap sebatang rokok mentol di bibir merahnya.
Distrik Nagoya merupakan salah satu tempat hiburan di Batam yang masyhur akan dunia malam. Tergantung ‘kekuatan ekonomi’ yang kita miliki, ada kualitas kelas elite dan kelas ekonomi tersedia lengkap di sana.
Orang menyebut daerah ini, Nagoya. Sebuah pusat hiburan elit yang sangat akrab di telinga wisatawan yang gemar mengunjungi Pulau Batam. Hampir semua lokasi hiburan di Nagoya menyediakan perempuan sintal dan cantik.
Salah satu wisatawan asal Singapura menyatakan rutin berwisata ke Batam pada akhir pekan. Selain karena jarak antara Singapura dan Batam yang relatif dekat, bersama beberapa rekan kerjanya sengaja ingin melepas penat dari suasana kerja.
“Ke Batam cuma buat refreshing. Ya sambil jalan-jalan ini kan lagi liburan” kata  seorang turis lelaki saat berbincang di sebuah Hotel di  Batam.
Lelaki keturunan Tionghoa ini tak mengelak jika kebanyakan wisatawan dari Singapura suka mendekati perempuan di Batam. Mereka mengenal pulau ini sebagai surga dunia malam dari kolega kerja yang pernah menyambangi sebelumnya. Kunjungan ke Batam pun rutin dilakukan.
“Sebagian lelaki pebisnis pasti butuh hiburan, dari manapun asal negaranya, hiburan tak mengenal batas negara kan? Untuk pereda stress, lagipula dimana ada demand ya pasti ada supply, dunia hiburan malam juga demikian, kalau ditemani wanita cantik… ya semua lelaki pasti suka perempuan cantik dan seksi kan ?” tukasnya seraya tersenyum simpul.
Seorang wanita yang kami temui juga mengungkapkan banyak wisatawan Singapura datang tak hanya piknik atau mencari pemuas nafsu sesaat.
Ada pula yang karena ingin mapan dan tenteram hidupnya, maka lebih memilih memiliki  ‘wanita atau istri simpanan’.
Ada kepercayaan sejak jaman kuno : bahwa jika lelaki memiliki wanita simpanan atau istri simpanan yang menyayanginya, maka rejekinya akan makin lancar.
Paling tidak mungkin karena memperoleh motivasi dan kasih sayang ganda, yang membuat lelaki pebisnis jadi makin giat berbisnis.
Ini kan mungkin ya.., bukannya tidak mungkin.
Karena bagi lelaki, terutama lelaki pebisnis akan bertambah motivasinya, jika ada ‘semangat tambahan’ yang menyayanginya, bisa mudah ditemukan dalam dunia Hiburan Malam .
Oleh sebab itu, setiap libur kerja mereka dipastikan rutin mengunjungi istri simpanannya tersebut.
“Mereka (wisatawan Singapura atau Malaysia) sering ke sini, malah sudah langganan. Biasanya sama istri simpanannya yang di Batam,” ujar perempuan berwajah oval ini.
Dia menyebutkan, tak sedikit perempuan Batam yang karena memilih kemapanan ekonomi akhirnya memilih menjadi istri simpanan warga Singapura.
Kebutuhan hidup yang tinggi di Batam membuat mereka melakukan segala cara untuk bertahan hidup. “Banyak yang milih jadi simpanan kok. Dicukupi (kebutuhan hidup), biasanya rumah, mobil dan kebutuhan sehari-hari,” ujarnya
Mungkin bagi sebagian lelaki sibuk di Singapura untuk memiliki ‘madu’ cukup sulit. Karena Singapura negara kecil secara geografis, maka amat mudah untuk ketahuan selingkuh atau memiliki kekasih lagi oleh istri resminya di Singapura.
“Kabarnya di sana sulit buat cari istri simpanan. Kalau di Batam sih relatif gampang, asal ada ‘kekuatan ekonominya’, karena semuanya kan karena faktor ekonomi semata,” ujarnya seraya tersenyum.
(imung mung ming) 

Tinggalkan Balasan