Hai para pembaca puteriputeri.com semua, perkenalkan nama saya Ahmad Minanur Rohman, kali ini saya akan berbagi kisah saya saat liburan di Jawa Timur. Ada sedikit hal yang menarik dalam perjalanan wisata saya di Jawa Timur kali ini, yaitu dalam waktu liburan yang cukup mepet, ternyata saya mampu melakukan ‘marathon pengembaraan wisata’.


Sebagai destinasi pertama saya menuju ke Air terjun Nglirip, yang terletak di Kecamatan Montong, Kabupaten Tuban.

Puas melihat Air Terjun, saya melanjutkan pengembaraan wisata saya dengan melakukan pendakian Gunung yakni mendaki Gunung Penanggungan yang terletak di sebagian wilayah Kecamatan Trawas Kabupaten Mojokerto dengan ketinggian 1653 mdpl.

Kemudian turun Gunung Penanggungan, saya melanjutkan wisata dengan destinasi menjelajah Gunung Karst Sekapuk, Gresik Jawa Timur, setelahnya barulah wisata Rohani ke Makam Kyai Abdurrahman Wahid atau dikenal dengan Gus Dur.

Tidak mudah untuk mencapai 4 destinasi di atas. Namun dengan tekad dan perencanaan yang matang dalam pengembaraan wisata saya, maka saya puas melihat bagaimana saya berhasil membuat foto-foto liputan wisata saya ini secara marathon berkeliling di 4 (empat) kabupaten di Jawa timur.

Air Terjun Nglirip

ngelirip-3

Awal pengembaraan wisata saya dimulai saat saya memutuskan untuk mengunjungi Air Terjun Nglirip.

Mengapa saya memilih ke Air Terjun Nglirip ?

Karena kebetulan lokasi Air Terjun Nglirip di kecamatan Montong Tuban ini dekat dengan rumah paman saya. Jadi sekaligus bersilaturahmi.

Saya tiba di lokasi Air Terjun Ngelirip hari Rabu pagi jam 8:00. Sehingga saya dapat merasakan atmosfir serta suasana yang sangat syahdu serta hening, karena tidak ada wisatawan lainnya, mungkin karena masih pagi.

ngelirip-4

Meski jam tangan saya menunjukkan pukul 8:00 WIB, namun udara dingin terasa menyengat, saya lirik termometer menujuk angla 15 derajat celcius.

Seperti pembaca semua lihat, air terjun Ngelirip ini memiilki keindahan yang sangat khas, airnya yang jernih juga bukit bebatuan yang menjulang di samping air terjun ini.

Ketika pagi itulah saya meresapkan benar,bagaimana air terjun ini mampu memberikan suasana bahagia dan tenang dalam diri saya.

Mengapa demikian ?

Karena manusia selalu ingin dekat dengan air sebagai sumber kehidupan. Karena itulah mengapa air terjun selalu menarik bagi manusia untuk melihat dan mengunjunginya.

Cukup lama saya menikmati indahnya suasana Air Terjun Ngelirip. Sebelum saya beranjak menuju ke destinasi saya berikutnya yakni Gunung Penanggungan, yang terletak di sebagian Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto.

Jarak antara Tuban ke Mojokerto sebenarnya cukup jauh sekitar 250 kilometer. Namun tetap saya tempuh karena ingin mencapai destinasi pengembaraan yang sudah saya rencanakan.

Mendaki Gunung Penanggungan

penanggungan-2

Para pembaca jika, pembaca melihat foto-foto saya di Gunung Penanggungan ini, pembaca bisa melihat bagaimana rasanya berada di negeri di atas awan.

edo_destian-20161005-0001
di atas awan di Puncak Penanggungan

Saya tidak bohong, memang puncak Penanggungan meski di bawah Gunung Arjuna ketinggiannya, namun awan-awan ini setia mengelilingi di bawah puncak Gunung Penanggungan.

penanggungan-3
Puncak Gunung Penanggungan

Jika pembaca baca di literatur, pasti pembaca menemukan fakta bawa memang di gunung penanggungan ini masih banyak reruntuhan candi, terutama candi-candi kuno yang ada di sekitar lereng Gunung Penanggungan.

Hal ini membuktikan bahwa Gunung Penanggungan memiliki arti tersendiri di mata para nenek moyang kita. Karena buktinya gunung ini memiliki lebih banyak candi kecil dibandingkan Gunung-gunung di sekitarnya seperti Gunung Welirang dan Gunung Arjuna.

Pendakian ke Gunung Penanggungan ini saya mulai jam 12 malam hari Kamis. Keuntungan mendaki malam adalah kita bisa hemat air, karena suasana tidak terik panas matahari.

penanggungan-4
Gunung Penanggungan

Sesampai di puncak Penanggungan setelah mendaki 3 jam, hari sudah menjelang dini hari. Saya berkesempatan melihat sunrise atau matahari terbit di atas puncak Penanggungan. Sungguh suasana yang indah memukau.

Pembaca jika berfoto di atas Gunung Penanggungan ini maka moment foto ini akan sungguh epic bagi kalian. Suasana Gunung Penanggungan yang sedikit mistis (karena candi kuno di lereng G Penanggungan) nembuat kita makin merasa kecil di alam ini.

Puas menikmati suasana penanggungan yang epic, saya turun gunung dan melanjutkan ke destinasi Bukit Karst Sekapuk.

Bukit Karst Sekapuk

Jpeg
Pembaca yang budiman, destinasi saya selanjutnya dalam marathon wisata yang sudah saya rancang adalah saya mengunjungi Bukit Karst Sekapuk.

Mengapa saya tertarik dengan Bukit Karst?

Jpeg

Bukit Karst Sekapuk ini sebenarnya adalah bekas tambang batu kapur. Karena itulah Bukit Karst menjadi semakin langka di Indonesia. Di dunia ini Bukit Karst semakin menipis, dan karena itu menjadi sebuah situs bersejarah yang unik karena Bukit Karst juga menyimpan informasi geologis mengenai pembentukan Bumi.

Jika pembaca melihat di literatur, kini bahkan ada festival bukit Karst tahunan yang diadakan di pusat Karst Indonesia di Sulawesi.

Karst sangat menarik minat para wisatawan asing atau kebanyakan wisatawan Bule.
Mengapa? Karena para wisatawan bule ini paham akan pentingnya arti Bukit Karst bagi wawasan lingkungan.

Selanjutnya saya pun menuju ke destinasi selanjutnya yakni ke makam Gus Dur di Jombang.

Makam Gus Dur

makam-gus-dur-2
Pembaca semua, saya memilih makam Gus Dur karena saya ingin tahu bagaimana situasi di makam Gus Dur ini yang marak diberitakan menjadi daya tarik wisatawan, terutama wisata ziarah rohani.

makam-gus-dur-1
Gus Dur almarhum, tidak bisa dipungkiri merupakan pahlawan bagi rakyat kecil, pahlawan bagi para Guru di Indonesia, juga merupakan pahlawan bagi yang pernah mengenalnya secara pribadi.

Untuk itulah saya mendoakan agar Gus Dur mendapat reward dari Alloh SWT atas segala jasanya, dan diampuni segala kesalahan almarhum. Amin.

Begitulah para pembaca sekalian, kisah marathon pengembaraan wisata saya di Jawa Timur baru-baru ini. Semoga pembaca bisa menambah informasi dari tulisan saya. Salam wisata.

Simak Video liputan saya dari Puncak Gunung Penanggungan :


(Liputan oleh : Ahmad Minanur Rohman)

Tinggalkan Balasan