Simak Cara buat Gudeg Enak dan Sambel Krecek lezaat 🙂

Gudeg telah dikenal oleh masyarakat Indonesia khususnya sebagai makanan khas dari Kota Jogja.

Karena popularitas gudeg tersebut maka Kota Jogja juga dikenal dengannama Kota Gudeg. Gudeg adalah makanan tradisional yang terbuat dari Nangka muda (nangka) yang direbus selama beberapa jam dengan gula kelapa serta santan.

Dengan dilengkapi dengan berbagai bumbu tambahan membuat Gudeg menjadi terasa manis dilidah dan memiliki rasa yang khas dan enak sesuai dengan selera masyarakat Jawa pada umumnya.

Selain unik dan menarik secara sisi kulinernya, asal muasal sejarah kemunculan masakan gudeg juga sangat panjang. Menurut Prof Murdijanto Gardjito, ahli gizi Puat Kajian Makanan Tradisional UGM, Gudeg sudah ada sejak 1819-1820.

Dalam Serat Chentini menyebutkan gudeg sudah menjadi masakan merakyat di Jawa, termasuk Yogya.

Kemunculan gudeg sebagai masakan saat itu tanpa sengaja. Pada saat penjajahan, beberapa komoditas pertanian menjadi andalan pemasukan keuangan pemerintah, terutama jati. Sedangkannagka tidak menjadi incaran karena dinilai tidak memiliki nilai jual ekonomis.

Padahal nangka termasuk tanaman merakyat dan hampir semua orang mempunyainya, sehingga untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, pemerintah kolonial penjajah memberikan keleluasaan warga untuk memanfaatkannya.

Hingga saat ini, belum diketahui secara jelas tentang sejarah Gudeg. Beberapa pandangan mengkaitkan Gudeg sebagai makanan dari Kraton Yogyakarta, sementara lainnya berpandangan bahwa Gudeg telah lama ada sejak penyerbuan pertama ke Batavia pada 1726-1728 oleh pasukan Sultan Agung yang tercatat dalam sejarah meski belum dapat dibuktikan kebenarannya.

Resep Gudeg & Sambel Krecek khas Jogja :

Ikuti
Bahan-bahan

– 6 porsi
– 500 gr Nangka Muda
– 8 butir telur
– 250 ml santan kental
– 250 ml air
– 10 lembar daun salam
– 2 ruas, lengkuas, geprek
– 1 lbr sereh, geprek
– 200 gr Gula merah, sisir
– 1 sdm garam

Bumbu halus:
– 5 siung bawang putih
– 10 siung bawang merah
– 1/2 sdm ketumbar bubuk
– 5 butir kemiri sangrai

Resep sambal krecek :

– 100 gr kerupuk kulit/krecek
– 50 gr kacang tolo (opsional)
– 3 lbr daun salam
– 1 ruas lengkuas, geprek
– 1 batang sereh, geprek
– 100 ml santan
– 100 ml air
– secukupnya garam
– secukupnya gula pasir
– 10-15 rawit merah, utuh

Bumbu halus :
– 2 siung bawang putih
– 5 siung bawang merah
– 10 buah cabe merah
– 5 butir kemiri sangrai
– 1 cm terasi bakar

Langkah
180 menit

Gudeg

Gudeg: Rebus nangka sampai ½ matang, sisihkan. Rebus telur sampai matang. Sisihkan.
Tata dalam panci secara berurutan, Daun salam, lengkuas, sereh, telur dan nangka, gula merah & garam, terakhir siram dengan bumbu halus yang sudah dicampur santan dan air, tutup panci, masak ±3 jam dengan api sedang lalu kecilkan.

Sambel Krecek

Sambel Krecek : Haluskan bumbu halus, lalu tumis sampai harum, masukkan daun salam, sereh, & lengkuas, tambahkan santan, air, gula & garam, tes rasa, masukkan kacang tolo, biarkan mendidih, setelah air tinggal sedikit masukkan kerupuk kulit, masak sampai air sat. Sajikan.

Gudeg Punya Indonesia !

Dalam berbagai sejarah mengenai Gudeg dapat disimpulkan bahwa Gudeg adalah makanan Masyarakat jaman dulu karena bahan bakunya yaitu nangka muda mudah untuk ditemukan di pekarangan sekitar rumah warga.

Nangka tersebut kemudian diolah dan dikembangkan sehingga menjadi Gudeg makanan khas masyarakat Yogyakarta sampai saat ini.

Ada berbagai varian gudeg, antara lain:> Gudeg kering, yaitu gudeg yang disajikan dengan areh kental, jauh lebih kental daripada santan pada masakan padang.> Gudeg basah, yaitu gudeg yang disajikan dengan areh encer.

Gudeg Solo, yaitu gudeg yang arehnya berwarna putih.Khusus di Kota Jogja, gudeg yang terkenal adalah Bu Tjitro, Gudeg Yu Jum, Gudeg Bu Lies, Gudeg Wijilan. Bahkan untuk Gudeg Bu Tjitro yang didirikan sejak 1925 sudah melakukan enovasi gudeg dikemas di kaleng.

Gudeg Kaleng Bu Tjitro dibuat sebagai jawaban bahwa gudeg jogja bisa dinikmati tidak hanya di Kota Jogja tapi juga kota-kota lain di seluruh dunia.Tapi ingat, Gudeg punya Indonesia, sulit diambil negeri jiran !

(Liputan : Dimas Aditya)

Tinggalkan Balasan